. MediaLintasSumatera | Online

Berita Terkini

MENU BERITA

INDEKS BERITA

Kontes Bujang Gadis Jambi Jangan Sekedar Pamer Ketampanan dan Kecantikan

Written By MediaLintasSumatera on Jumat, 22 Oktober 2021 | 19.03

Gubernur Jambi, Al Haris (dua dari kiri) dan isteri Hj Hesti (dua dari kanan) seusai berdialog dengan finalis kontes Bujang Gadis Jambi 2021 di rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Jumat (22/10/2021). (Foto : Matra/KominfoJambi)

(Matra, Jambi) –  Kegiatan wisata dan hiburan di Provinsi Jambi terus menggeliat menyusul melandainya kasus Covid-19 di daerah tersebut. Berbagai kegiatan atau event wisata dan hiburan pun semakin intensif digelar. Setelah penyelenggaraan pameran seni tradisional dan festival Candi Muarojambi September lalu, medio Oktober ini digelar juga kontes ketampanan dan kecantikan, Bujang Gadis Jambi 2021. 

Kontes yang berlangsung sekitar sepekan tersebut digelar dalam rangka persiapan kontes kecantikan tingkat nasional dan memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021. Salah satu kegiatan kontes Bujang Gadis Jambi 2021, yakni melakukan pertemuan dengan Gubernur Jambi, H Al Haris di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Sabtu (22/10/2021). 

Kontes yang berlangsung sekitar sepekan tersebut digelar dalam rangka persiapan kontes kecantikan tingkat nasional dan memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021. Salah satu kegiatan kontes Bujang Gadis Jambi 2021, yakni melakukan pertemuan dengan Gubernur Jambi, H Al Haris di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Sabtu (22/10/2021).

Ketika berdialog dengan sekitar 25 finalis kontes Bujang Gadis Jambi 2021, Al Haris menyampaikan pesan-pesan sekaligus motivasi bagi para peserta agar mengikuti kontes secara serius. Keseriusan tersebut penting agar pemenang kontes bisa mengharumkan nama Jambi nasional pada kontes-kontes kecantikan tingkat nasional.

Al Haris mengatakan, dalam mengikuti kontes Bujang Gadis Provinsi Jambi yang dinilai bukan hanya wajah yang rupawan tetapi juga aspek kecerdasan dan pengetahuan. Karena itu para peserta kontes perlu terus meningkatkan pengetahuan mengenai Jambi dan bangsa, khususnya seni – budaya maupun potensi wisata.

Menurut Al Haris, finalis kontes Bujang Gadis Jambi 2021 juga diharapkan memiliki wawasan kebangsaan dan memahami perjuangan para pejuang untuk meraih kemerdekaan dan mempersatukan seluruh nusanatara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tujuan pemilihan Bujang Gadis Jambi 2021 ini bukan hanya mencari gantengnya, mencari cantik, tetapi kita ingin melihat kecintaan Anda pada negeri Anda sendiri,”katanya.

Pada kesempatan tersebut, Al Harus juga memberikan sekilas wawasan mengenai sejarah nasional dan Jambi kepada para peserta kontes. Wawasan tersbeut mulai dari sejarah penjajahan hingga kemerdekaan.

Menurut Al Haris, pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, bangsa Indonesia terpecah belah. Ada kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Sriwijaya dan banyak lagi kerajaan kerajaan. Lalu  muncullah Patih Gajah Mada yang bersumpah untuk mempersatukan nusantara ini.

“Kemudian puncaknya adalah Budi Utomo,  gerakan yang dibentuk oleh Dokter Wahidin Sudiro Husodo. Beliau mulai membuat kelompok ataupun namanya Budi Utomo. Kemudian Budi Utomo itu puncaknya Sumpah Pemuda yang kita peringati 28 Oktober,”katanya.

Al Haris mengatakan, perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagian besar dilakukan para pemuda Indonesia. Para pemuda Indonesia Bersatu mengusir penjajah Belanda dan Jepang penuh pengorbanan.

“Saat ini kita sudah merdeka, sehingga ananda lahir, tumbuh dengan cepat dengan cerdas. Tinggal lagi kita menyiapkan generasi muda dan budaya mewarisi aset bangsa ini,”paparnya.

Jadi, lanjut Al Haris, dalam rangka membangun semangat persatuan, pengorbanan dan perjuangan itulah putra-putri Jambi dihimpun melalui kontes Bujang Gadis Jambi 2021. Para peserta kontes seni budaya dan hiburan tersebut, para peserta diharapkan menjadi orang yang mau mengisi kemerdekaan  dengan cara mempromosikan daerah, baik promosi budaya maupun potensi lain daerah Jambi di tingkat nasional dan internasional.

Para peserta kontes Bujang Gadis Jambi 2021 ketika berdialog dengan Gubernur Jambi, H Al Haris di rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Jumat (22/10/2021). (Foto : Matra/KominfoJambi)

Digitalisasi

Menurut Al Harus, satu hal yang juga perlu dimiliki generasi muda Jambi untuk mengemban tugas mempromosikan daerah tersebut, yakni melek digital (internet). Generasi muda Jambi harus cerdas di dalam era digitalisasi. Generasi muda Jambi harus cerdas agar bisa memanfaatkan era digitalilasi,  yang sebelumnya masuk four point zero dan sekarang masuk lagi ke five point zero.

“Jadi selama mengikuti kontes ini,  yang pertama harus dicermati peserta, yakni menumbuhkan kecintaan anak negeri Jambi terhadap Negeri Jambi yang kaya budaya, kaya potensi alam. Ini yang harus ananda promosikan melalui era digital. Jangan sampai di masa muda ini ananda  terbawa arus ke mana-mana, jangan sampai merusak  mental, dan hilangnya ideologi,”ungkapnya.

Al Haris juga meminta para peserta kontes Bujang Gadis Jambi 2021 benar-benar bisa menjadi Duta Jambi di mana pun berada. Hal itu bisa dicapai dengan meningkatkan pendidikan dan menjalin hubungan yang baik dengan semua orang.  Kemudian para peserta kontes Bujang Gadis Jambi perlu terlibat melakukan promosi wisata Jambi

“Saat ini pemerintah daerah  sangat gencar memperkenalkan bidang pariwisata sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Saya harap Bujang Gadis yang terpilih nantinya  punya kualitas dan bisa menjadi duta setiap kabupaten dan provinsi mempromosikan wisata Jambi,”paparnya. (Matra/AdeSM)


Hari Santri Nasional VI 2021, Pondok Pesantren Harus Terus Diberdayakan Menjadi Pusat Pembangunan Karakter Agamis

Wakil Gubernur Jambi, H Abdullah Sani (dua dari kiri) dan Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo (dua dari kanan) memberikan bantuan beras kepada para santri pada peringatan Hari Santri Nasional VI di di Pondok Pesantren As’ad, Kelurahan Olak Kemang, Seberang Kota Jambi, Provinsi Jambi, Jumat (22/10/2021). (Foto : Matra/KominfoJambi). 

(Matra, Jambi) – Pondok pesantren (ponpes) harus tetap diberdayakan menjadi pusat pembangunan karakter agamis generasi muda Indonesia. Melalui mebkelan ajaran agama Islam, para santri yang menjadi bagian tak terpisahkan dari generasi bangsa bisa terbentuk menjadi pribadi yang berpengetahuan, beriman dan bertaqwa. 

“Untuk itu ponpes diharapkan bisa menjadi pusat  pusat kajian Islam dan pusat dakwah penyebaran ajaran dan pengetahuan agama Islam yang dilakukan secara islami. Baik itu berupa ajakan atau seruan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan maupun berupa uswatun hasanah (contoh-contoh yang baik),” kata Wakil Gubernur Jambi, H Abdullah Sani pada peringatan Hari Santri Nasional VI di Ponpes As’ad, Kelurahan Olak Kemang, Seberang Kota Jambi, Provinsi Jambi, Jumat (22/10/2021).

Pada kesempatan tersebut, Abdullah Sani memberikan bantuan beras kepada ponpes pesantren As'ad sekitar 500 Kg. Kemudian Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo pada eksempatan tersebut juga memberikan bantuan satu beras kepada Pobpes As’ad.

Menurut Abdullah Sani, hal lain yang juga perlu dilaksanakan membentuk karakter agamis melalui Pendidikan agama Islam di ponpes, yakni keteladanan pada pengajar atau guru. Karena itu para kyai dan ustadz/ustadzah juga harus menjadi sumber inspirasi dan sumber pengetahuan yang menjadi suri tauladan bagi para santri.

Dijelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tahun 2020 berupaya memberdayakan ponpes menjadi pusat pembangunan karakter generasi muda. Pemberdayaan ponpes itu dilakukan melalui program Dua Miliar Satu Kecematan (Dumisake) atau Rp 100 juta satu desa/kelurahan.

Melalui program Dumisake, Pemprov Jambi akan memberikan bantuan honorarium bagi pegawai Syara, guru ngaji dan madrasah diniyah takmiliyah dan ponpes. Selain itu diberikan juga bantuan honorarium da'i kecamatan, umroh kepada guru mengaji berprestasi. Kemudian kualitas pendidikan pesantren ditingkatkan dan dilakukan pembagian satu sesa satu Hafizd Quran.

Kelompok paduan suara santriwati Pondok Pesantren As’ad Olak Kemang, Kota Jambi pada upacara Hari Santri Nasional VI di Pondok Pesantren As’ad, Kelurahan Olak Kemang, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Jumat (22/10/2021). (Foto : Matra/KominfoJambi)

Momentum Mengenang

Menurut Abdullah Sani, peringatan  Hari Santri Nasional 2021 ini hendaknya dijadikan momentum mengenang kembali sejarah perjuangan pendahulu bangsa dalam menegakkan keislaman di Indonesia sebagai bagian dari sejarah pembangunan Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI).

Dikatakan, penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santri merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama. Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang pahlawan nasional KH Hasyim Asy'ari 22 Oktober 1945 yang berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

Penetapan Hari Santri Nasional ini ini juga merupakan pengakuan resmi pemerintah Republik Indonesia atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dan menjaga NKRI.

"Melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, mari kita lebih bersemangat dalam mencari ilmu agama, semoga kita dapat selamat dunia dan akhirat. Bagi anak-anak dan pengajar yang berada di pesantren jangan takut tidak dapat makan, tidak dapat mempunyai pekerjaan. Mdelalui niat yang ikhlas, tekadkan diri kita untuk mencari ilmu agama yang nantinya jalan untuk mendapat pekerjaan akan lebih mudah,”katanya.

Sementara itu, Kapolda Jambi, Irjen Pol A Racmad Wibowo mengatakan, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Ponpes As’ad Olak Kemang Kota Jambi melaksanakan vaksinasi di kalangan santri. Kerja sama tersebut dilanjutkan di beberapa ponpes lain di daerah kabupaten untuk mempercepat vaksinasi di Jambi.

“Kami berharap, ponpes dan santri menjadi salah satu contoh bagi masyarakat Jambi agar  semakin responsif menerima vaksinasi. Hal ini penting guna mempercepat target vaksinasi di Provinsi Jambi,”katanya. (Matra/AdeSM)


Polda Jambi Buru Cukong Pengoplos Minyak Ilegal, 22.000 Liter Minyak Diamankan

Lokasi pengoplosan minyak ilegal yang berhasil ditemukan aparat keamanan di Jalan Lingar Barat, rukun tetangga (RT) 31, Kelurahan Kenaliasam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. (Foto : Matra/Ist)


(Matra, Jambi) – Pemberantasan perdagangan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Provinsi Jambi yang dilakukan jajaran Polda Jambi selama ini ternyata belum membuat para cukong atau spekulan minyak ilegal di daerah itu menghentikan aksi-aksi mereka. Kendati sudah cukup banyak anggota sindikat perdagangan minyak ilegal di daerah itu ditangkap dan beberapa lokasi kegiatan pengoplosan minyak ilegal terbakar, hal tersebut sama sekali tidak membuat para cukong jera. 

Hal tersebut terbukti dari terbongkarnya kembali pengoplosan minyak secara ilegal di Jambi. Salah satu gudang pengoplosan minyak ilegal tersebut berada di Jalan Lingar Barat, rukun tetangga (RT) 31, Kelurahan Kenaliasam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sigit Dany Setiyono melalui Kepala Bidang Hunas Polda Jambi, Kobes Pol Mulia Triono di Jambi, Jumat (22/10/2021) menjelaskan, gudang pengoplosan minyak ilegak tersebut berhasil ditemukan dalam suatu penggerebekan yang dilakukan satuan gabungan Polda Jambi, Polisi Militer (PM) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis (21/10/2021).

Dijelaskan, dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti minyak oplosan jenis solar sekitar 22.000 liter.  Sekitar 15 minyak solar oplosan tersebut ditemukan dalam satu tangka dan 5.000 liter dalam satu tangka. Barang bukti lain yang diamankan petugas, yakni tujuh unit tangki kosong,  satu unit mesin disel, dua unit mesin pompa dan empat gulung selang.

“Sedangkan pemilik dan pekerja gudang pengoplosan tersebut masih terus diburu hingga Jumat (22/10/2021). Kami juga masih terus melakukan razia gudang-gudang penampungan minyak oplosan yang diduga tidak memiliki izin atau ilegal di Jambi,”katanya.

Sigit Dany Setiyono mengatakan, satu lagi lokasi yang diduga tempat pengoplosan minyak ilegal yang dirazia, yakni di Jalan Baru, Kecamatan Sijenjang, Jambi Timur, Kota Jambi. Namun petugas tidak menemukan pengoplosan minyaki lokasi tersebut. Petugas hanya mengingatkan pemilik penampungan minyak tersebut tidak melakukan penimbunan dan pengoplosan minyak. Lokasi penampungan dan pengoplosan minyak illegal juga dirazia di Kabupaten Muarojambi dan Bantanghari.

Para tersangka pengoplosan minyak ilegal diperiksa di Polda Jambi baru-baru ini. (Foto : Matra/HumasPoldaJambi)

Proses Hukum

Menurut Sigit Dany Setiyono, pihaknya juga berhasil mengungkap kasus pengoplosan minyak ilegal di satu gudang di Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, Selasa (19/10/2021). Pada kesempatan tersebut ditemukan 9.000 liter minyak oplosan dan satu mobil bak terbuka.

Kemudian petugas juga berhasil mengamankan pemilik gudang minyak, AS dan lima orang pekerja. Para pekerja gudang pengoplosan minyak tersebut, yakni ZP (43), MR (38), IF (25) dan OJP (32) warga Kota Jambi serta dan RR (50) warga Kabupaten Sarolangun.

“Kami mengamankan para pelaku sedang melakukan pengoplosan minyak illegal. Empat orang pelaku merupakan pekerja gudang dan seorang supir mobil tangki minyak. Para sudah bekerja sekitar denam bulan. Para tersangka masih diproses secara hokum. Mereka dijerat Pasal 54 Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Miigas jo pasal 56 KUHP ancaman enam tahun penjara,”katanya.

Kebakaran gudang pengoplosan minyak ilegal di Pijoan, KecamatanJambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi baru – baru ini. (Foto : Matra/Ist)

Terbakar

Sementara itu, catatan medialintassumatera.com (Matra), satu lokasi pengoplosan minyak ilegal  di RT 16 Kelurahan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muarojambi terbakar, Senin (18/10/2021). Kebakaran tersebut menyebabkan beberapa bangunan atau Gudang menyimpanan minyak ilegal hangus.

Menurut Kapolres Muarojambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yuyan Priatmaja mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus kebakaran Gudang penyimpanan dan pengoplosan minyak ilegal tersebut. Pemilik gudang pengoplosan minyak yang terbakar tersebut masih dikejar, namun identitasnya sudah diketahui.

"Pemilik Gudang pengoplosan minyak ilegal tersebut, warga Kota Jambi. Inisialnya B. Orangnya masih dikejar. Kami sudah memintai keterangan pihak RT mengenai kasus kebakaran gudang  pengoplosan minyak tersebut,”katanya. (Matra/AdeSM)


22 Tahun Kabupaten Tanjungjabung Timur, Kerusakan Jalan Masih Menghadang

Warga masyarakat Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi berharap banyak kepada Gubernur Jambi yang baru, H Al Haris segera memperbaiki kerusakan jalan di wilayah mereka. Al Haris (kiri) dan isteri Hj Hesti disambut ketika menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) di Gedung DPRD Tanjabtim, Muarsabak, Kabupaten Tanjabtim, Provinsi Jambi. (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Harapan warga masyarakat Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi untuk bisa menikmati jalan yang baik hingga kabupaten tersebut memasuki uisa yang ke-22 medio Oktober 2021 ini ternyata belum sepenuhnya terpenuhi. Warga masyarakat di daerah pesisir pantai timur Jambi itu masih sering mengeluhkan keruskan jalan yang menghambat mereka menghambat mereka mengangkut hasil-hasil produksi pertanian, perkebunan dan perikanan ke pusat perdagangan di wilayah kota.

Bahkan reaksi warga masyarakat Tanjabtim terhadap kerusakan jalan sudah mulai mengarah kepada anarkisme. Hal tersebut ditandai dengan aksi - aksi unjuk rasa mengenai kerusakan jalan di daerah tersebut. Salah satu di antaranya aksi pemblokiran ruas jalan di Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Tanjabtim baru-baru ini.

Warga masyarakat melakukan aksi unjuk rasa tersebut menyusul kekecewaan mereka terhadap pemerintah yang membiarkan kerusakan jalan di wilayah mereka puluhan tahun.Kerusakan jalan di Mendahara Ulu tersebut sudah terkjadi sejak 2016 dan hingga kini tidak diperbaiki.

Bupati Tanjabtim sendiri, H Romi Hariyanto juga memprihatinkan banyaknya jalan rusak di daerahnya. Sebagian besar jalan rusak di daerah tersebut berstatus jalan provinsi. Karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjabtim tidak berwenang dan tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Dijelaskan, kerusakan jalan berstatus jalan provinsi di Tanjabtim antara lain terdapat pada ruas jalan Kecamatan Muarasabak Timur. Ruas jalan tersbeut menjadi jalur penmghubung dengan sentra-sentra produksi di beberapa kecamatan seperti Kecamatan RantaurRasau, Nipahpanjang dan Berbak.

"Sekitar 80 % jalan rusak di Kabupaten Tanjabtim berstatus jalan provinsi. Karena itu kami mengharapkan bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bisa melakukan percepatan perbaikan kerusakan jalan di daerah ini,”katanya.

Romi Haryanto yang sudah dua periode memimpin Kabupaten Tanjabtim lebih lanjut mengatakan, total ruas jalan negara yang rusak di Tanjabtim mencapai 267 kilometer (Km) atau 22,67 % dari 1.178 Km panjang jalan negara di daerah itu. Ruas jalan rusak berat di Tanjabtim sekitar 144 Km (12,22 %) dan rusak ringan sekitar 123 Km (10,44 %).

Sedangkan ruas jalan kondisi baik di daerah tersebut mencapai 232 Km (19,70 %). Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di Tanjabtim tahun ini mencapai 16,96 Km di beberapa kecamatan-kecamatan.

Kemudian sebanyak 344 unit jembatan di Tanjabtim saat ini dalam kondisi rusak. Kerusakan jembatan itu mencapai 65,52 % dari total dari 525 unit jembatan di daerah itu. Jambatan kondisi baik di Tanjabtim hanya 181 unit atau 34,48 %. Tahun ini lima unit jembatan dibangun di daerah tersebut.

Para pejabat Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi meninjau salah satu ruas jalan rusak di Tanjabtim baru-baru ini. (Foto : Matra/KominfoTanjabtim)

Dukungan DPR dan DPD

Sementara itu, Gubernur Jambi, H Abdul Haris pada pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Tanjabtim gedung DPRD Tanjabtim, Kamis (21/10/2021) mengatakan, kerusakan jalan dan jembatan di Tanjabtim banyak yang harus segera diperbaiki. Perbaikan kerusakan jalan dan jembatan di Tanjabtim penting untuk meningkatkan konektivitas (kemudahan akses) transportasi dari sentra-sentra produksi di Tanjabtim ke pusat-pusat perdagangan dan kota di Jambi maupun luar Jambi.

“Di Tanjungjabung Timur banyak jalan provinsi yang harus kita perbaiki. Selain itu kita telah mengusulkan pembangunan jembatan sungai rambut yang menghubungkan pelabuhan Ujung Jabung dengan Muarasabak wilayah lain di Jambi. Pengerjaan jembatan tersbeut akan dimulai tahun depan,”katanya.

Al Haris mengatakan, Pemprov Jambi memiliki kewajiban pembangunan infrastrutur di setiap kabupaten di Jambi, termasuk di Tanjabtim. Pemprov Jambi pun terus mendorong sinergisitas (kerja sama), baik dari sisi perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan, khususnya pembangunan infratrutrur di Tanjabtim.

“Jambi wakil-wakil daerah yang ada di DPR dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.  Kami berharap para anggota DPR dan DPD RI asal Jambi terus mendukung program-program pembangunan Jambi, khususnya di Tanjabtim ini. Para wakil Jambi di DPR dan DPD juga kami harapkan mengusahakan anggaran pembangunan Jambi di tingkat Pemerintah Pusat,”katanya.

Dikatakan, Pemprov Jambi dan daerah kabupaten/kota di Jambi sulit mempercepat pembangunan infrastrutur di tengah pandemi Covid-19 sejak 2020 akibat keterbatasan anggaran. Sebagian besar anggaran pembangunan provinsi, kabupaten dan kota di Jambi dialihkan untuk penanganan Covid-19 selama dua tahun anggaran, 2020 dan 2021. Namun Pemprov Jambi akan terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan kerusakan jalan, termasuk di Tanjabtim secara bertahap.

“Semua daerah pasti menghadapi berbagai keterbatasan di tengah pandemi Covid-19 ini, termasuk keterbatasan anggaran yang sangat mempengaruhi pembangunan. Namun hal ini bukan menjadi penghalang bagi semua kepala daerah dalam meningkatkan kinerja. Karena itu Pemprov Jambi wajib mendorong sinergisitas baik dari sisi perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan di seluruh kabupaten/kota di Jambi,”paparnya.

Menurut Al Haris, untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan infrastrutrur di Kabupaten Tanjabtim, Pemprov Jambi saat ini merancang pembangunan kawasan ekonomi baru “SENTUSA”, yakni Sengeti (Kabupaten Muarojambi) – Tungkal (Kabupaten Tanjungjabung Barat) – Sabak (Kabupaten Tanjabtim). Kemudian Pemprov Jambi juga kini berjuang melnyelesaikan pembangunan pelabuhan samudera Ujung Jabung di wilayah pesisir Tanjabtim. Pelabuhan tersebut nantinya menjadi oulet (pintu gerbang) ekspor – impor Provinsi Jambi.

Secara terpisah, anggota DPRD Provinsi Jambi yang juga mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan nRakyat (PUPR) Provinsi Jambi, Ivan Wirata mengatakan, pihaknya sudah meninjau kerusakan jalan di beberapa lokasi di Tanjabtim baru-baru ini. Salah satu di antaranya kerusakan jalan di Kelurahan Muarasabak Ilir.

Dikatakan, Pemprov Jambi sudah mulai melakukan penanganan kerusakan jalan di Tanjabtim secara bertahap. Sekitar 2,6 Km kerusakan jalan di Tanjabtim diperbaiki tahun ini. Perbaikan jalan tersebut dilakukan dengan rigid beton dengan anggaran dana Rp 2,6 miliar.

“Pembangunan dan perbaikan jalan di Tanjabtim ini harus terus ditingkatkan merespon banyaknya keluhan warga masyarakat Tanjabtim dan luar daerah mengenai kerusakan jalan provinsi di Tanjabtim,”katanya. (Matra/Radesman Saragih/BerbagaiSumber)


Terbebas dari Zona Merah Covid-19, Kegiatan Ekonomi di Tanjungjabung Timur Menggeliat Kembali

Written By MediaLintasSumatera on Kamis, 21 Oktober 2021 | 18.18

Bupati Tanjungjabung Timur, H Romi Hariyanto meninjau vaksinasi di lapangan kantor Camat Geragai, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi baru-baru ini. (Foto : Matra/Ist)

(Matra, Jambi) – Kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Tanjungjungjabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi menggeliat kembali menyusul keberhasilan daerah itu turun dari zona merah (risiko penularan tinggi Covid-19) dan zona oranye (zona sedang) ke zona kuning (risiko rendah). 

Keberhasilan Tanjabtim menurunkan kasus Covid-19 hingga bisa menggapai zona kuning membuat kegiatan pembelajaran di daerah itu kini sudah dilakukan secara tatap muka. Baik pembelajaran di tingkat sekolah dasar SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat. 

Selain itu kegiatan ekonomi di Tanjabtim juga sudah mulai normal. Kegiatan perdagangan di toko-toko, pusat perbelanjaan dan pasar sudah normal dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes). Kemudian tempat-tempat rekreasi, hotel dan rumah makan di daerah pantai timur Jambi itu yang selama ini sempat tutup kini sudah buka.

Bupati Tanjabtim, H Romi Hariyanto pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Tanjabtim gedung DPRD Tanjabtim, Kamis (21/10/2021) mengatakan, berbagai aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan di daerah itu yang cukup terganggu akibat pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir kini berangsur normal kembali. 

“Sekolah-sekolah sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka, kegiatan ekonomi pun sudah mulai normal. Pulihnya kembali kegiatan ekonomi dan social kemasyarakat di daerah ini tak terlepas dari penurunan kasus Covid-19 secara drastis selama satu bulan terakhir, penurunan status Tanjabtim menjadi zona kuning dan terus meningkatnya capaian vaksinasi,”ujarnya. 

Untuk memperjuangkan penurunan kasus Covid-19 di daerah itu hingga mencapai zona hijau atau bebas penularan Covid-19, Romi Haryanto meminta seluruh elemen masyarakat Tanjabtim tetap konsisten melaksanakan upaya-upaya mitigasi pandemi Covid-19. 

Mitigasi atau antisipasi dini pencegahan Covid-19 tersebut antara lain dapat dilakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi, tracing (pelacakan) dan testing (pemeriksaan) kasus Covid-19. Kemudian seluruh elemen masyarakat Tanjabtim juga harus tetap waspada dan selalu disiplin untuk menjalankan prokes, khususnya memakai masker, menjaga jarak, megurangi kerumunan dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. 

Romi Hariyanto mengakui, melandainya kasus Covid-19 dan meningkatnya capaian vaksiansi di daerah itu tak terlepas dari peran jajaran kepolisian, TNI, jajaran pemerintah, warga masyarakat dan pihak-pihak terkait, termasuk pengusaha.  

“Melalu kerja sama yang baik dan intensif antara pemerinath daerah, jajarabn kepolisian, TNI, aparatur sipil negara (ASN), warga masyarakat dan pihak terkait, kasus Covid-19 di Tanjabtim saat ini dapat dikendalikan dan vaksinasi pun terus meningkat,”katanya. 

Dijelaskan, selama Kabupaten Tanjabtim menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro beberapa bulan terakhir, Satgas Penanganan Covid-19 Tanjabtim melakukan penyekatan di lima pintu masuk ke daerah itu. Jumlah petugas gabungan yang dikerahkan mengawal pintu masuk tersebut mencapai 199 orang. 

“Kemudian pemeriksaan Covid-19 terhadap seluruh pendatang di daerah itu juga diperketat melalui uji swab, rapid tes antigen dan PCR (Polymerase Chain Reaction),”ujarnya. 

Kasus Rendah 

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjabtim mengatakan, Sapril mengatakan, kasus harian Covid-19 di Tanjabtim satu bulan terakhir ini relatif rendah, rata-rata di bawah lima kasus. Kasus harian Covid-19 di Tanjabtim, Rabu (20/10/2021) saja hanya satu kasus. 

Dikatakan, total kasus Covid-19 di Tanjabtim sejak Maret 2020 hingga saat ini mencapai 1.402 kasus. Pasein Covid-19 yang sembuh di daerah itu mencapai 1.363 orang, meninggal 36 orang dan sedang dirawat hanya tiga orang. Kabupaten Tanjabtim sendiri selama satu bulan terakhir sudah berstatus zona kuning. 

Mengenai vaksinasi, Sapril mengatakan, target vaksinasi di daerah itu mencapai 179.492 orang. Sedangkan capaian vaksiansi dosis pertama sudah mencapai 87.121 orang (48,53 %) dan dosis kedua mencapai 59.073  orang (32,91 %). 

“Jadi total capaian vaksiansi di Tanjabtim sekitar 146.194 (81,45 %). Vaksinasi di daerah ini terus dipercepat hingga ke desa-desa untuk menuntaskan target vaksinasi yang tersisa sekitar 33.298 orang lagi (18,55 %),”katanya. (Matra/Radesman Saragih)

Pondok Pesantren di Jambi Semakin Responsif Vaksinasi

Written By MediaLintasSumatera on Rabu, 20 Oktober 2021 | 18.50

Seorang santri divaksinasi pada pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren Nurul Iman Sebapo, Kecamatan Mestong, Kapubaten Muarojambi, Provinsi Jambi,  Rabu (20/10/2021). (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Kalangan pondok pesantren (Ponpes) di Provinsi Jambi semakin responsif melaksanakan vaksinasi guna mencegah penularan Covid-19 di kalangan santri. Pelaksanaan vaksinasi di beberapa ponpes di ponpes - ponpes daerah itu dilakukan bekerja sama dengan jajaran kepolisian dan TNI. 

Pelaksanaan vaksinasi di Ponpes Nurul Iman Sebapo, Kecamatan Mestong, Kapubaten Muarojambi, Provinsi Jambi,  Rabu (20/10/2021) misalnya dilaksanakan bekerja sama dengan Alumni Akpol 1999.

Sasaran vaksinasi di Ponpes Nurul Iman Sebapo bukan hanya 150 orang santri, pengurus ponpes dan para tenaga pengajar. Ratusan warga masyarakat di sekitar Ponpes Nurul Iman Sebapo juga turut divaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi di ponpes wilayah kabupaten tersebut turut disaksikan Wakil Gubernur Jambi, H Abdullah Sani, Wakil Kepala (Waka) Polda Jambi, Brigjen Pol Yudawan Roswinarso, Bupati Muarojambi, Hj Masnah Busro, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag)  Provinsi Jambi, H Zostafia dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Jambi, Ir Nurachmat Herlambang, MMA.

Abdullah Sani pada kesempatan tersebut mengatakan, vaksinasi di ponpos-ponpes di Jambi menjadi salah satu upaya percepatan penanggulangan Covid-19 di wilayah pedesaan. Masalahnya ponpes di Jambi banyak yang berada di wilayah pedesaan. Melalui vaksiansi di ponpes – ponpes, warga masyarakat desa sekitar juga bisa ikut divaksinasi.

“Kami mengharapkan vaksinasi di ponpes – ponpes di Jambi bisa mempercepat capaian vaksinasi di Provinsi Jambi. Kemudian vaksinasi para santri kami harapkan juga bisa menjadi motivasi bagi masyarakat umum, khususnya di daerah pedesaan. Percepatan vaksinasi penting menekan angka kasus Covid-19 sekaligus memberikan perlindungan bagi kita semua,”ujarnya.

Wakil Gubernur Jambi, H Abdullah Sani dan Wakil Kepala (Waka) Polda Jambi, Brigjen Pol Yudawan Roswinarso meninjau vaksinasi di Pondok Pesantren Nurul Iman Sebapo, Kecamatan Mestong, Kapubaten Muarojambi, Provinsi Jambi,  Rabu (20/10/2021). (Foto : Matra/KominfoJambi).

Capaian Vaksinasi

Dijelaskan, vaksinasi di 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi hingga Rabu (20/10/2021) sudah mencapai 2.316.118 orang atau sekitar 86 % dari target vaksinasi di daerah tersebut sekitar 2.686.193 orang. Capaian vaksinasi dosis pertama mencapai 1.420.868 orang (52,9 %) dan vaksiansi dosis kedua 895.250 orang (33,33 %).

“Capaian vaksiansi di Provinsi Jambi hingga saat ini sudah cukup tinggi, yakni mencvapai 86 %. Kami mengupayakan agar vaksinasi di Provinsi Jambi bisa mencapai target 100 % Desember nanti. Karena itu pelaksanaan vaksinasi di seluruh daerah di Jambi harus terus diintensifkan,”ujarnya.

Menurut Abdullah Sani, antusiasnya warga masyarakat mengikuti vaksinasi dan disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) berperan besar menurunkan kasus Covid-19 di Provinsi Jambi. Hal tersebut tercermin dari terus melandainya kasus Covid-19 di daerah tersebut.

Tabel zonasi Covid-19 di Provinsi Jambi hingga Rabu (20/10/2021). (Tabel : SatgasCovidProvJambi)

Kasus Melandai

Dijelaskan, kasus harian Covid-19 di Provinsi Jambi satu bulan terahir berada di bawah angka 15 kasus. Kasus harian Covid-19 di Provinsi Jambi, Rabu (20/10/2021) misalnya hanya 11 kasus, sembuh 39 orang, dirawat tersisa 95 orang dan meninggal nihil.

Sedangkan total kasus Covid-19 di Provinsi Jambi sejak Maret 2020  - 20 Oktober 2021 mencapai 29.721 kasus. Pasien Covid-19 yang sembuh sekitar 28.849 orang dan meninggal 777 orang.

Abdullah Sani mengatakan, melandainya kasus Covid-19 di Jambi membuat sembilan kabupaten, dua kota dan Provinsi Jambi sendiri kini tetap berstatus zona kuning (risiko rendah) penularan Covid-19.

“Namun demikian, kami mengimbau seluruh elemen masyarakat di Jambi tetap mematuhi prokes, khususnya memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Kita jangan sampai lengah agar gelombang ketiga Covid-19 tidak sampai terjadi,”ujarnya.

Sementara itu, Waka Polda Jambi, Brigjen Pol Yudawan Roswinarso pada kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya terus mengintensifkan vaksinasi di ponpes – ponpes sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 di kalangan santri yang saat ini sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

“Kami mengharapkan, vaksinasi di ponpes juga bisa tetap dirangkaikan dengan vaksinasi warga desa sekitar dalam rangka percepatan vaksinasi di Jambi. Selain itu jajaran Polda Jambi juga masih terus melanjutkan vaksinasi di kantor-kantor kepolisian sektor (polsek),”katanya. (Matra/Radesman Saragih)


Kabupaten Bungo Berusia 56 Tahun, Bangkit Menjadi Pusat Produksi dan Investasi Terdepan Jambi

Gubernur Jambi, H Al Haris (dua dari kanan) memotong nasi tumpengpada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Kabupaten Bungo di Gedung DPRD Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Selasa (19/10/2021). (Foto : Matra/Kominfo)

(Matra, Jambi) – Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang genap berusia 56 tahun, Selasa (19/10/2021) telah berkembang menjadi pusat produksi, ekonomi dan investasi terdepan di wilayah barat Provinsi Jambi. Daerah yang memiliki luas wilayah sekitar   4.659 kilometer persegi (Km2) dengan jumlah penduduk sekitar  374.337 jiwa ini kini menjadi salah satu andalan Provinsi Jambi menghasilkan rupiah dan dolar.

Kabupaten Bungo yang merupakan jalur utama ekonomi Jawa – Lampung - Sumatera Barat dan Palembang, Sumatera Selatan - Kota Jambi – Padang memiliki kekayaan potensi alam yang kaya dan infrastruktur yang memadai. Bahkan saat ini Kabupaten Bungo menjadi incaran investor di bidang perkebunan kelapa sawit, karet dan batu bara.  Kemudian KabupatenBungo juga menjadi salah satu daerah pemasok pangan di Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi, H Al Haris pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Kabupaten Bungo di Gedung DPRD Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Selasa (19/10/2021) mengatakan, Kabupaten Bungo saat ini menjadi katalisator dalam pembangunan kewilayahan sekaligus sebagai simpul logistik wilayah barat Provinsi Jambi. Kabupaten Bungo menjadi pusat pertumbuhan produksi, sentra ekonomi dan penyokong pangan Provinsi Jambi.  

Selain itu Kabupaten Bungo juga kini menjadi pusat perdagangan baru di Jambi karena memiliki akses yang dekata dengan Lampung dan Padang. Perkembangan pesat pembangunan ekonomi Kabupaten Bungo tersebut didukung ketersediaan jalur tarnsportasi Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera dan bandara. Kabupaten Bungo juga kini menjadi salah satu pusat layanan kesehatan wilayah barat Jambi karena memiliki rumah sakit yang baik.

“Saya kira Bungo bagian wilayah barat yang terdepan. Daerah ini dapat menjadi katalisator pembangunan kewilayahan sekaligus sebagai simpul logistik wilayah barat. Di masa mendatang sinergi Pemerintah Kabupaten Bungo dengan DPRD Bungo, masyarakat dan pihak swasta akan mempercepat kemajuan pembangunan daerah ini. Geliat pembangunan Bungo akan semakin melesat, investor pun akan semakin banyak yang masuk ke daerah ini,”paparnya.

Al Haris pada kesempatan tersebut mengharapkan, pembangunan di Kabupaten Bungo hendaknya tetap memperhatikan kepentingan rakyat, bukan kepentingan investor semata. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bungo perlu bekerja sama denganPemerintah Provinsi Jambi mengemban misi pembangunan Jambi MANTAP (Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah dan Profesional).

Melalui program pembangunan Jambi MANTAP, Kabupaten Bungo Bersama – sama Pemprov Jambi dan kabupaten/kota lain di Jambi dapat mempercepat penanggulangan kemiskinan, anak terlantar, lanjut usia, penyandang disabilitas. Kemudian Kabupaten Bungo juga dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi rakyat di desa-desa dan kelurahan melalui pemberian bantuan modal kerja.

“Kami juga berharap Kabupaten Bungo turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama guru-guru dan dosen serta memperbanyak akses internet ke desa-desa. Salah satu hal penting untuk memajukan Pendidikan di desadesa melalui e-learning (belajar secara online) dengan memperbanyak akses internet ke desa-desa,”ujarnya.

Gubernur Jambi, Al Haris (dua dari kiri) didampingi Bupati Bungo, H Mashuri (kiri) dan Wakil Bupati Bungo, Syafruddin Dwi Aprianto  (kanan) panen raya cabai merah keriting di Desa Muko-muko,  Bathin VII, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Kamis (26/8/2021). (Foto : Matra/KominfoJambi)

Peluang Investasi

Sementara itu Bupati Bungo, H Mashuri pada kesepatan patan tersbeut mengatakan, Kabupaten Bungo memiliki peluang investasi yang cukup menarik bagi para investor dalam dan luar negeri. Daerah tersebut memiliki potensi di bidang yakni perkebunan karet dan kelapa sawit, peternakan, budidaya perikanan air tawar, tanaman pangan dan holtikultura, pertambangan dan pariwisata.

Dikatakan, Kabupaten Bungo yang memiliki 12 kelurahan dan 153 desa di 17 kecamatan saat ini memiliki lahan perkebunan sekitar 147.594 hektare (ha) atau 31 % dari luas wilayah Bungo. Lahan perkebunan yang telah diolah menjadi perkebunan karet dan sawit baru mencapai 46.494 ha.

Luas areal perkebunan kelapa sawit di Bungo mencapai sawit 11.542 ha dengan 120.000 ton/tahun. Kemudian luas kebun karet mencapai 98.220 ha dengan produksi 60.000 ton/tahun. Kabupaten Bunvgo juga memiliki industry pengolahan karet (crumb rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

“Jadi Kabupaten Bungo masih memiliki potensi pengembangan investasi perkebunan karet danswit dengan luas areal sekitar 101.096 ha. Kami mempermudah investor menanamkan investasi di Bungo melalui penyederhanaan pengurusan izin usaha,”katanya.

Dijelaskan, Kabupaten Bungo juga memiliki potensi besar di bidang pertanian tanaman pangan. Saat ini Bungo memiliki luas sawah 7.120 ha dengan produksi padi 52.921 ton/tahun. Kemudian produksi kedalai di Bungo mencapai 1.435 ton/tahun, kacang tanah 659 ton/tahun dan jagung 16.162 ton/tahun. Total areal tanaman pangan di Bongo mencapai 377.000 ha.

“Melalui penambahan luas lahan dan penerapan teknologi pertanian, produksi tanaman pangan tersebut akan terus ditingkatkan. Target pengembangan produksi padi di Bungo mencapai 123.60 ton/tahun, kedelai 1.136 ton/tahun, kacang tanah 217 ton/tahun dan jagung 11.135ton/tahun,”katanya.

Batu Bara

Menurut H Mashuri, Kabupaten Bungo juga memiliki komoditas andalan di sector pertambangan, yakni batu bara. Kualitas baru bara di Bungo cukup baik. Batu bara di Bungo memiliki kandungan antara 5.000 - 7.300 kalori. Pertambangan batu bara tersebut kini sudah diolah beberapa perusahaan. Bahkan Kabupaten Bungo menjadi salah satu pordusen batu bara terbesar di Sumatera saat ini.

Kemudian lanjutnya, Kabupaten Bungo juga memiliki potensi pertambangan emas, baik emas primer dan emas sekunder. Pertambangan emas di daerah itu terdapat di Kecamatan Rantau Pandan dengan cadangan sekitar 140 ton, Pelepat (870 ton), Limbur Lubuk Mengkuang (250 ton), Tanah Sepenggal (100 ton), Pelepa tIlir (80 ton) dan Jujuhan (110 ton).

Sedangkan potensi minyak bumi di Kabupaten Bungo juga cukup besar yang belum dieksploitasi. Daerah tersebut memiliki kandungan minyak bumi lumayan. Potensi lokasi pengeboran sumur minyak di Bungo saat ini ada sebanyak 19 lokasi.

 Menurut H Mashuri, Kabupaten Bungo juga memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Daerah tersebut memiliki beberapa objek wisata menarik yang selama ini sudah banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri. Di antaranya, Taman Ria Semagi, Taman Kota Muara Bungo, Taman Hijau Muara Bungo dan Semagi Waterpark.

Kemudian ada Air Terjun Tegan Kiri, Air Terjun Tujuh Tingkat, Sumber Air Panas, Dam Tapus Tanah TUmbuh, Sungai Tembulun dan Wisata Alam Pulau Cinto, Gelago Buto dan Tempa Pemandian Lubuk Beringin.

“Kami sangat mengharapkan kehadiran investor agar potensi-potensi sumber daya alam di daerah ini bisa dimanfaatkan untuk memajukan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bungo masih harus terus memacu pembangunan agar bisa mengatasi kemiskinan. Saat ini angka kemiskinan di Bungo masih mencapai 5,6 %,”katanya. (Matra/Radesman Saragih)


22 Tahun Kabupaten Tebo, Dari Daerah Tertinggal Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Written By MediaLintasSumatera on Selasa, 19 Oktober 2021 | 07.17

Gubernur Jambi, Al Haris (kiri) memberikan bantuan modal usaha pemberdayaan ibu-ibu di Tebo pada pada perayaan HUT ke-22 Tebo di gedung DPRD Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Senin (18/10/2021). (Foto : Matra /KominfoTebo).


(Matra, Jambi) – Kabupaten Tebo yang dimekarkan dari Kabupaten Bungo – Tebo (Bute) sejak 10 Oktober 1999 mengalami kemajuan yang cukup pesat di berbagai bidang. Memasuki usianya yang ke-22 pada 10 Oktober 2021, hasil pembangunan di daerah tersebut sudah mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Salah satu penghargaan pembangunan yang diraih Kabupaten Tebo bertepatan dengan HUT ke-22 Tebo tahun ini, yakni Penghargaan Kesetaraan Gender, Anugerah Parahita Ekapraya (APE). 

Penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Tebo berkait keberhasilan Kabupaten Tebo meningkatkan partisipasi kaum perempuan dalam berbagai bidang pembangunan serta keberhasilan menekan kasus-kasus tindak kekerasan terhadap perempuan. Selain itu Kabupaten Tebo juga cukup mampu mengurangi angka kemiskinan dam meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Bupati Tebo, H Sukandar di sela – sela peringatan HUT ke-22 Kabupaten Tebo di, Senin (18/10/2021) mengungkapkan, angka kemiskinan di Tebo saat ini sudah berada di bawah angka kemiskinan nasional dan Provinsi Jambi. Angka kemiskinan di Tebo berada pada kisaran 6,58 %.  Sedangkan angka kemiskinan Provinsi Jambi berada pada kisaran 7,97 % dan nasional 10 %.

“Warga masyarakat miskin di Tebo saat ini berkisar 22.856 orang. Persentase penduduk miskin di Tebo turun 6,58 % dibandingkan tahun 2014 sekitar 6,89 % dari total penduduk,”katanya.

Gubernur Jambi, H Al Haris pada perayaan HUT ke-22 Tebo di gedung DPRD Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Senin (18/10/2021). (Foto : Matra /KominfoTebo)

Apresiasi Gubernur Jambi

Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris mengapresiasi percepatan pembangunan yang berhasil dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo sejak dimekarkan dari Kabupaten Bungo Tebo 22 tahun silam. Baik itu pembangunan di bidang infratruktur, peningkatan pendapatan masyarakat dan pemberdayaan kaum perempuan.

“Salah satu bukti keberhasilan pembangunan Tebo tersebut, yakni keberhasilan daerah ini meraih penghargaan pemberdayaan perempuan (kesetaraan gender), Anugerah Parahita Ekapraya. Kami berharap pembangunan Tebo terus dipacu guna mendukung kemajuan pembangunan Provinsi Jambi,”katanya.

Dikatakan, peringatan Hari Jadi ke- 22 Kabupaten Tebo tahun ini menjadi momentum mengevaluasi proses dan pembenahan - pembenahan demi kemajuan daerah. Sejak terbentuk 22 tahun silam, Kabupaten Tebo sudah melewati berbagai tantangan dan hambatan.

“Proses dinamika tersebut perlu kita apresiasi namun bukan untuk berpuas diri. Membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat merupakan bagian dari proses yang harus dijalani. Melalui potensi perkebunan sawit dan karet yang luas, Tebo berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jambi,”katanya.

Menurut Al Haris, pihaknya mengapresiasi penyelenggaran pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang dicapai Kabupaten Tebo hingga saat ini. Capaian-capaian tersebut menjadi pemacu bagi Pemerintah dan DPRD Kabupaten Tebo serta semua pemangku kepentingan memaksimalkan segala potensi yang dimiliki untuk meningkatkan masyarakat.

"Kita juga memahami bahwa semua daerah pasti menghadapi berbagai keterbatasan. Termasuk keterbatasan anggaran yang sangat mempengaruhi pembangunan. Namun hal ini bukan menjadi penghalang bagi kita dalam meningkatkan kinerja. Saya yakin para pemangku kepentingan di Tebo akan mampu membangun sinergisitas dan efektivitas mendorong pembangunan Tebo, tentunya dengan dukungan Provinsi Jambi,"jelasnya.

Bupati Tebo, H Sukandar (dua dari kanana) menyambut Bupati Merangin, H Mashuri (dua dari kiri) pada perayaan HUT ke-22 Tebo di gedung DPRD Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Senin (18/10/2021). (Foto : Matra /KominfoTebo)

Peningkatan SDM

Al Haris lebih lanjut mengatakan, Pemprov Jambi di masa mendatang mengutamakan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Peningkatan SDM itu penting agar Jambi dapat memanfaatkan peluang-peluang ekonomi di tengah lokasi strategis, yakni berada di pusat Sumatera.  

"Jambi sangat strategis posisinya karena berada ditenga-tengah sumatera. Akan tetapi Jambi kalah cepat memanfaatkan peluang pembangunan di Sumatera dari provinsi lain karenan SDM kita masih kalah jauh. Karena itu Jambi mengtmakan peningkatan SDM di masa mendatang,”ujarnya.

Dijelaskan, untuk meningkatkan SDM, Pemprov Jambi memberikan bantuan beasiswa Sarjana (S1) untuk lulusan SMA berprestasi dari keluarga miskin.  Kemudian Pemprov Jambi juga memberikan beasiswa program Doktor (S3) bagi para dosen perguruan tinggi di Jambi. Mereka akan disekolahkan ke luar negeri maupun dalam negeri.

“Untuk peningkatan kualitas guru ngaji, Pemprov Jambi mengadakan program lift skill (peningkatankemampuan). Para guru ngaji ke depannya selain bisa khutbah, hafalan juga bisa komputer dan keterampilan lainnya,"jelasnya.

Mengenai pemberdayaan ekonomi keluarga, Al Haris mengatakan, saat ini Pemprov Jambi telah melaksanakan Program UKMM (Usaha Kreatif Mak Mak). Melalui program tersebut, kaum ibu-ibu rumah tangga diberikan modal usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Kemudian, lanjutnya, menghadapi bonus domografi bagi anak-anak milenial dan ancaman kekurangan lapangan kerja, Pemprov Jambi mencanangkan Program Usaha Kreatif Milenial (UKM). Kabupaten Tebo juga diharapkan mendukung program-program pemberdayaan ekonomi tersebut.

"Tebo akan mampu meneruskan pembangunan kedepannya. Potensi pertanian Tebo cukup besar memberdayakan ekonomi rakyat menghadapi dampak pandemi Covid-19. Saya berharap, pembangunan di 11 daerah di Jambi (9 kabupaten 2 kota) bisa dilakukan secara merata dan berkeadilan, khususnya pembangunan insfrastruktur jalan,”ujarnya. (Matra/Radesman Saragih)


Drastisnya Penurunan Kasus Covid -19 di Kota Jambi Berkat Disiplin Prokes

Written By MediaLintasSumatera on Senin, 18 Oktober 2021 | 20.25

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha (depan) ketika meninjau pelaksanaan prokes di permukiman warga Kota Jambi, baru-baru ini. (Foto : Matra/KominfoKotaJambi)

(Matra, Jambi) – Penurunan status Kota Jambi dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 sejak 23 Agustus lalu menjadi PPKM Level 2 saat ini tidak terlepas dari disiplin seluruh elemen masyarakat kota tersebut melaksanakan protokol kesehatan (prokes). 

Kedisiplinan warga masyarakat memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, mengurangi aktivitas ekonomi dan sosial demi mencegah kerumunan menjadi kunci utama melandainya kasus Covid-19 di Kota Jambi. 

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Jambi, Syarif Fasha di Kota Jambi, Senin (18/10/2021) menanggapi melandainya kasus Covid-19 dan menurunnya status Kota Jambi ke PPKM Level 2. 

Menurut Syarif Fasha, penurunan status Kota Jambi dari PPKM Level 4 menjadi Level 2 saat ini menjadi suatu jawaban terhadap kerja keras penanganan Covid-19 yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jambi dan seluruh elemen masyarakat selama ini.

“Berbagai daya dan upaya terus dilakukan untuk menekan laju penularan Covid-19 di Kota Jambi tiga bulan terakhir. Kasus Covid-19 di Kota Jambi sempat mencapai puncak mulai Juli - Agustus lalu. Saat itu Kota Jambi harus berstatus PPKM Level 4 dan zona merah,”katanya.

Dikatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jambi dan didukung berbagai pemangku kepentingan dan warga masyarakat mengerahkan seluruh energi menanggulangi pandemi Covid-19. Melalui berkat kerja keras tersebut, kasus Covid-19 berhasil diturunkan secara drastis. Selain itu vaksinasi juga berlangsung secara intensif. 

“Jadi kita bekerja menangani Covid-19 untuk satu tujuan, yaitu menyelamatkan masyarakat. Kita tegas bukan untuk menganiaya masyarakat, tapi melindungi. Kita pernah melakukan pengetatan PPKM Level 4 untuk kepentingan yang lebih besar, yakni keselamatan warga Kota Jambi. Hasilnya sudah sama-sama kita rasakan saat ini,”katanya.

Syarif Fasha mengatakan, Kota Jambi berstatus PPKM Level 2 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2021 tertanggal 4 Oktober 2021. Menyikapi penurunan status ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus berupaya agar Kota Jambi bisa berstatus zona hijau.

Apresiasi

Syarif Fasha mengapresiasi tingginya disiplin warga masyarakat menarapkan prokes dan mengikuti vaksinasi sejak Kota Jambi menerapkan PPKM Level 4 sejak Juli lalu. Warga masyarakat yang berperan besar dan menentukan keberhasilan penanganan Covid-19 di Kota Jambi. Warga masyarakat maupun pelaku usaha sudah sangat sadar mematuhi prokes dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian, lanjutnya. Warga masyarakat Kota Jambi juga memiliki kesadaran mengikuti vaksinasi. Hingga 5 Oktober lalu, capaian vaksinasi untuk dosis pertama di Kota Jambi telah mencapai 87 % dan dosis kedua dan 59 %.  Kota Jambi ditargetkan bisa mencapai target vaksinasi 100 % akhir tahun ini.

“Selain itu, warga masyarakat juga sudah sadar dan sukarela dirawat di rumah isolasi pemerintah jika terpapar Covid-19. Untuk itu kami menyampaikan apresiasi, terima kasih atas ikhtiar dan pengorbanan kita yang kini berbuah manis,”katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Erwan mengatakan, kasus harian Covid-19 di Kota Jambi Minggu (17/10/2021) hanya lim kasus dan sembuh empat kasus. Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat Minggu (17/10/2021) tersisa sebanyak 23 orang.

Sedangkan total kasus Covid – 19 di Kota Jambi sejak Maret – Minggu (17/10/2021) mencapai 9.709 kasus. Pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 9.432 orang dan meninggal 254 orang. Medio Juli – September lalu, kasus harian Covid-19 di Kota Jambi rata-rata di atas 500 orang.

Dijelaskan, tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di Kota Jambi juga menunjukkan angka yang sangat baik. BOR rumah sakit hanya 25 orang (enam persen), rumah isolasi terpadu pemerintah tujuh orang (satu persen) dan pasien isolasi di rumah 61 orang. Kemudian sebanyak 1.535 rukun tetangga (RT) di Kota Jambi kini zona hijau, 107 RT zona kuning, zona oranye dan zona merah sudah nihil.

Kendati kasus Covid-19 di Kota Jambi sudah turun drastis, kasus harian Covid-19 rendah dan vaksinasi sudah tinggi, lanjut Erwan, seluruh elemen masyarakat Kota Jambi diharapkan tetap menerapkan prokes secara disiplin.

“Kita harus tetap waspada. Jangan sampai pengalaman di negara lain terjadi pada kita. Segera lakukan vaksinasi Covid-19 jika belum pernah divaksin dan segera lakukan vaksinasi dosis kedua bagi yang sudah lakukan dosis pertama,”katanya. (Matra/Radesman Saragih).


Pusat Kurangi Bantuan, Target Pendapatan Jambi Turun Rp 159,82 Miliar

Gubernur Jambi, H Al Haris (kiri) dan Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto pada rapat paripurna  pembahasan Rencana APBD 2022 di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (18/10/2022). (Foto : Matra/KominfoJambi)

(Matra, Jambi) – Pengurangan kucuran dana bantuan pembangunan dari Pemerintah Pusat di tengah pandemi Covid-19 ini berdampak terhadap pendapatan daerah Provinsi Jambi. Kebijakan Pemerintah Pusat mengurangi dana transfer perimbangan keuangan pusat dan daerah ke Jambi mengakibatkan anggaran pendapatan daerah Provinsi Jambi tahun 2022 dikurangi hingga Rp 159,82 miliar atau 3,72 %. 

Gubernur Jambi, H Al Haris pada rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi tentang Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2022 di gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (18/10/2021).

Menurut Al Haris, target pendapatan daerah Provinsi Jambi yang diajukan dalam Kebijakan Umum (KUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2022 Jambi hanya sekitar Rp 4,13 triliun. Target pendapatan tersebut berkurang Rp 159,82 miliar (3,72 %) dibandingkan target pendapatan Jambi 2021 sekitar Rp 4,29 triliun.

“Penurunan target pendapatan daerah tersebut disebabkan penurunan pendapatan transfer Pemerintah Pusat berdasarkan Surat Dirjen Perimbangan Keuangan Nomor S-170/PK/2021 tanggal 1 Oktober 2021,”katanya.

Dijelaskan, pendapatan Jambi yang bersumber dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat tahun 2022 hanya sekitar Rp 2,4  triliun. Pendapatan tersebut terdiri dari Dana Perimbangan sekitar Rp 2,40 triliun, Dana Insentif Daerah sekitar Rp 2,43 miliar.

Dana perimbangan tersebut, lanjut Al Haris bersumber dari Dana Transfer Umum berupa Dana Bagi Hasil sekitar Rp 471,75 miliar, naik 52,35 % dibanding target pendapatan daerah pada APBD 2021. Kemudian sumber pendapatan Jambi dari Dana Alokasi Umum sekitar Rp 1,28 triliun (3,2 %).

Al Haris mengatakan, selain Dana Transfer Umum, Dana Perimbangan juga memuat komponen Dana Alokasi Khusus,  baik fisik maupun non-fisik. Dana Alokasi Khusus fisik tahun 2022 sekitar Rp 232,16 miliar (meningkat Rp 20,09 miliar). Sedangkan Dana Alokasi Khusus non-fisik turun sekitar Rp 509,22 miliar (turun 55,45 %).

“Kendati bantuan transfer pusat menurun, Provinsi Jambi masih memiliki sumber pendapatan lain yang bisa menopang perekonomian dan belanja daerah. Pendapatan lain daerah yang sah Jambi tahun 2022 diproyeksikan Rp 34,37 miliar atau meningkat Rp 32,76 miliar. Peningkatan pendapatan ini bersumber dari hibah luar negeri program BioCF ISFL sekitar Rp 1,71 miliar,”katanya.

Menurut Al Haris, total kebijakan Belanja Daerah Provinsi Jambi Tahun 2022 ditetapkan sekitar Rp 4,67 triliun. Belanja tersebut mencakup belanja operasional, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer. Belanja operasional terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah dan belanja bansos.

Separuh belanja tersebut dialokasikan untuk belanja pegawai yang merupakan belanja wajib dan mengikat, yakni belanja gaji dan tunjangan dan belanja tambahan penghasilan PNS. Kemudian belanja penerimaan lainnya pimpinan dan anggota DPRD, kepala daerah dan wakil kepala  daerah, insentif pemungutan pajak daerah, tunjangan profesi guru, tunjangan penghasilan guru dan tunjangan khusus guru.

PAD Meningkat

Mengenai pendapatan asli daerah (PAD) di tengah situasi ekonomi sulit saat ini, Al Haris menjelaskan, target PAD Provinsi Jambi tahun 2022 tetap ditingkatkan. Target PAD Provinsi Jambi pada APBD 2020 diproyeksikan Rp 1,7 triliun atau bertambah Rp 193,01  miliar (12,81 %) dibandingkan tahun 2021.

Dikatakan, proporsi PAD terhadap Pendapatan Daerah Jambi mencapai 41,12 % atau meningkat jika dibandingkan dengan proporsi PAD terhadap Pendapatan Daerah Jambi 2021 sekitar 35,09 %. Peningkatan nilai nominal terbesar pada target PAD 2022 terdapat pada Pajak Daerah dengan target Rp 1,437 triliun, naik Rp 198,87 miliar (16,06 %).

“Target Pajak Daerah tersebut berkontribusi sesekitar 84,54 % terhadap target PAD Jambi 2022. Kami terus berupaya untuk meningkatkan dan mencapai target PAD yang telah ditetapkan dengan mengambil langkah - langkah strategis dan pengembangan sistem pelayanan perpajakan bagi masyarakat,”jelasnya.

Menurut Al Haris, Pemprov Jambi menggenjot pendapatan di luar bantuan Pemerintah Pusat demi pemulihan ekonomi Jambi tahun depan. Pertumbuhan ekonomi Jambi tahun 2022 diasumsikan berada pada kisaran 3,1 % - 4,3 %. Asumsi tersebut dibuat dengan melihat beberapa indikator (baseline) di tahun 2021. Pada tahun 2021, ekonomi Jambi diproyeksikan bertumbuh pada kisaran minus 0,25 % - 2,01 %. 

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut, katanya, Provinsi Jambi harus mampu menangani Covid-19, memiliki dukungan fiskal dan pemulihan ekonomi global. Sementara untuk laju inflasi diatasi dengan terus melakukan upaya-upaya pengendalian inflasi serta mengefektifkan Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID). Inflasi Jambi tahun 2022 akan dijaga pada kisaran 3 %. Selain itu, asumsi indikator makro daerah lainnya seperti tingkat pengangguran terbuka diasumsikan sebesar 4,12 % - 5,11 % dan tingkat kemiskinan pada kisaran 7,05 % - 7,10 %.

Kerusakan jalan di Kebun IX Kecamatan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi yang mendesak diperbaiki. Gambar diambil baru-baru ini. (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Dumisake Dimulai

Al Haris lebih lanjut mengatakan, kendati terjadi mengurangan dana bantuan Pemerintah Pusat, Provinsi Jambi tetap memulai pelaksanaan Program Dua Miliar Satu Kecamatan (Dumisake) tahun 2022. Melalui Program Dumisake tersebut, Pemprov Jambi akan menyalurkan bantuan ke desa – desa/kelurahan sekitar Rp 156,2 milar atau rata-rata Rp 100 juta/desa dan kelurahan.

Bantuan Dumisake tersebut dimanfaatkan untuk biaya operasional Lembaga Adat Desa/Kelurahan; honorarium imam masjid, marbot, pegawai syara dan guru mengaji/Tempat Pendidikan Alquran (TPA). Kemudian bantuan bagi kaum perempuan, fakir miskin, anak terlantar, lansia, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya. Selain itu bantuan juga diberikan untuk insentif pengelola dana bantuan dan pembangunan infrastruktur pedesaan.

Dikatakan, Pemprov Jambi juga mengusulkan sejumlah sub kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bentuk tahun jamak. Sub kegiatan tersebut diusulkan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran dan pekerjaan konstruksi yang membutuhkan waktu penyelesaian lebih dari 12 bulan.

Rencana sub kegiatan tahun jamak yang diusulkan tersebut, yakni adalah penanganan jalan  ruas jalan Simpang Talang Pudak – Suak Kandis, ruas jalan Simpang Pelawan – Sungai Salak – pekan Gedang/Batang Asai dan ruas jalan Sungai Saren – Teluk Nilau – Parit 10/ Senyerang. Kemudian pembangunan stadion dan Islamic Center. (Matra/AdeSM)


Kita Bisa

RAGAM BERITA

Redaksi Matra Mengucapkan

Redaksi Matra Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

Perjuangan Paslon Vandiko Timoteus Gultom -Martua Sitanggang Mengganti Bupati Samosir

Perjuangan Paslon Vandiko Timoteus Gultom -Martua Sitanggang Mengganti Bupati Samosir
KLIK Benner Untuk Beritanya

Berita Lainnya

Bus RAPI

Bus RAPI
KLIK Benner Untuk Info Selengkapnya

BUS INTRA

BUS INTRA
KLIK Benner Untuk Beritanya

NOMOR TELEPON PENTING

NOMOR TELEPON PENTING
DI JAMBI

PILIHAN

PILIHAN
.

Mobil Derek Gama Towing Jambi -HP 082307206614

Mobil Derek Gama Towing Jambi -HP 082307206614
KLIK Benner Untuk Beritanya

Wisata Keliling Danau Toba Bersama Vas Travel Lake Toba Tour

Wisata Keliling Danau Toba Bersama Vas Travel Lake Toba Tour
KLIK Benner Untuk Beritanya