}); MediaLintasSumatera | Online

Berita Terkini

MENU BERITA LAINNYA

Kita Bisa

INDEKS BERITA

Beldi Sinaga-Ramawati Saragih, Suami Istri Yang Apik Melantunkan Tembang Simalungun

Written By MediaLintasSumatera on Kamis, 09 Juli 2020 | 11.33

Beldi Sinaga-Ramawati Saragih, Suami Istri Yang Menamcapkan Hidupya Pada Dunia Musik.(Asenk Lee Saragih)
(Matra, Jambi)-Dua seniman Batak Simalungun ini tak lagi asing di Kota Medan, khususnya pecinta lagu-lagu Simalungun. Lagu Simalungun “Selandang Biru” Ciptaan Dear M Silalahi membuat namanya melambung diblantika musik Daerah Simalungun. Juga sang suami yang tergabung dalam “ASISI TRIO” semakin memadukan hidup mereka terjun di dunia entertiman, seniman. Dibawah payung “Pirang Musik” suami-istri ini tetap eksis berkarya meski ditengah pandemic Covid-19.

Adalah Beldi Sinaga dan istrinya Ramawati Saragih. Pasangan musisi yang dikarunia tiga anak ini, sangat terdampak dengan terpaan pandemic Covid-19. Pasalnya sejumlah job terpaksa berhenti karena kebijakan Pemerintah yang tidak mengijinkan pesta dan orang berkerumun.

Biasanya Beldi Sinaga dengan Ramawati Saragih dengan bendera ‘Pirang Musik” laris manis dalam mengisi acara Pesta Sukacita dan Dukacita di Kota Medan sekitarnya. 

Dimasa pandemi ini, Ramawati Saragih dan Beldi Sinaga mensiasati kevakuman job dengan tampil Live Streaming Facebook untuk mencari nafkah dari “pemirsa” Live Streaming. Setidaknya sudah ada dua kali mereka tampil dalam Live Streaming.

Kali ini, Ramawati Saragih dengan suami Beldi Sinaga akan kembali hadir dalam Live Streaming Facebook “Musik Simalungun” yang disiarkan Akun FB Ramawati Saragih, Kamis 9 Juli 2020 mulai Pukul 19.30 WIB. 

Untuk “Saweran Batu Demban” Ramawati Saragih melampirkan Nomor Rekening BRI 5328-01-033012-53-2. Juga dengan aplikasi OVO dengan Nomor 0821-7772-8221. Bahkan “Pirang Musik” juga sudah memiliki QRIS (Code Standar Pembayaran Nasional). 

Nantikan juga suara Beldi Sinaga yang melantunkan Lagu Simalungun pada konser Live Streaming ini. Tentunya tembang-tembang Simalungun juga akan dilantunkan Ramawati Saragih sesuai reques dari ‘Pemirsa”. Selamat Menyaksikan. Jangan Lupa Bagikan di Beranda dan Group FB yang Anda Ikuti. (Asenk Lee Saragih)


Penyanyi Tiga Zaman AgaveTrio Kolaborasi Dengan Landur Voice (Milenial) di Konser Live Streaming

Saksikan Agave Trio di Konser Live Streaming Fafebook di Akun FB Jerry Sigumonrong pada Jumat 10 Juli 2020 mulai Pukul 19.45 WIB.
(Matra, Jambi)-Masih ingat lagu tangis-tangis “Ulang Ma Tangishon” Ciptaan Jhonsah Sinaga dan lagu lawas Simalungun “Tangkap Ham Tanganhu Botou”Ciptaan Pdt JP Tamsar STh, “Par Lajang”dan “Maria” Ciptaan Jhonsyah Sinaga , “Misir Ham Bai Nadaoh”, “Tiga Raya”. Itulah sekelumit lagu-lagu yang dilantunkan Ageve Trio pada Album Pita Kaset Tahun 1980-an. Juga ada lagu “Tading Ilobei” Ciptaan Jamiden Purba dipopulerkan Agave Group tahun 1998.

Tembang-tembang Lawas itu tentunya masih akrab ditelinga Orang Simalungun usia 50 tahun ke atas. Karena lagu-lagu itu sungguh terkenal dijaman 80-an. Kini tembang-tembang lawas Simalungun, itu akan didendangkan kembali oleh Agave Trio (Jafar Sigumonrong usia 58 tahun -Jhonsyah Sinaga usia 64 tahun-Janpedi Purba usia 55 tahun) di Konser Live Streaming Fafebook di Akun FB Jerry Sigumonrong pada Jumat 10 Juli 2020 mulai Pukul 19.45 WIB. 

Pada Live Streaming kali ini, Agave Trio, Trio tiga jaman ini akan bersanding Trio pendatang baru Landur Voice (Putra Girsang, Brandy Purba Siboro-Anggiat Silalahi). Selain itu juga ada Sobat Sitopu, Nuriati Girsang (Nunung), dan tidak kalah menariknya Keyboris Fahmi Purba Sigumonrong yang juga merupakan putra dari Jafar Sigumonrong (personil Agave Trio).

Lalu bagaimana perjalan kisah Ageve Trio ini! Berikut ini goresan Jerry Sigumonrong, yang juga Seniman Simalungun pencipta Lagu “Ojurni Inang” ini. 

“Pertama kali kenal dunia panggung musik di zaman hampir tak enak walau masih dalam tahap belajar. NgeBand mengiringi Agave Grup keliling Simalungun manerapi mar gitar Bass bersama pemusik handal dari Kota Siantar saat itu ada Kenrik Garingging, bang Piter Saragih dan kawan-kawan, dimotori Almahum Jaidim Damanik dan Pdt Hot Imanson (Alm),” tulis Jerry Sigumonrong, yang kini fokus menangani Landur Voice ini.

Banyak suka duka yang dialami Jerry Sigumonrong bersama Agave Trio saat itu. “Yang paling membanggakan setiap tampil selalu tiga sesi karena berjubel nya penonton. Dimulai Pukul 19.00-21.00, 21.00-23 dan diakhiri 23.00-01.00 WIB di Dolog Masihol, Nagori Dolog, Sipispis dan Panei Raya. Dukanya tentu tak elok dipaparkan karena sebagai gitaris tak berhak menulis nya, wakakaka,” ujar Jerry Sigumonrong.

Menurut Jerry Sigumonrong, seiring berkembangnya alat musik dan beralih ke organ tunggal, maka kenangan terindah dengan group yang personilnya agak polos ini ketika diundang mengisi hiburan resepsi pernikahan di Jakarta. 

“Lupa siapa pengundang. Pokoke sepanggung lah dengan Herti Sitorus waktu itu. Banyak yang lussu lussu lah klo dikenang,” kenang Jerry.

“Terakhir gabung ketika disuruh Alm Mikha Purba menciptakan lagu “Ojur Ni Inang”. Setelah itu punya kesibukan masing-masing dan muncullah yang namanya Sobat Sitopu bersolo karir dalam album Elvi dilengkapi Jesma Trio dan Nuriati Girsang.
AGAVE TRIO. Foto Kolase YouTube
“Jumat 10 Juli 2020 Pukul 19.45 WIB Agave Trio live streaming bersama Landur Voice. Bagaimana penampilan penyanyi tiga zaman ini, ayo kita saksikan bersama-sama dari Studio 2 Patunggung Simalungun Perbat Sondiraya. Etah etah etah HOBASKON!,” ajak Jerry Sigumonrong.

Penampilan Agave Trio dan Landur Voice di Konser Live Streaming ini, akan mengingatkan begitu mahalnya dan begitu indahnya tembang-tembang Simalungun diera jaman Ordebaru dan di era milenial ini. Landur Voice juga akan membawakan tembang lawas Simalungun dengan lantunan suara yang ‘Landur” indah dan apik. 

Ayo jangan luma menonton, dan juga mari sama-sama tembuskan penonton live streaming hingga 3000 saat konser berlangsung. Disaat kita bergabung menonton, sudah bagian dari mencintai, menghargai dan melestarikan Seni Budaya Simalungun. Etah…..Etah Hobaskon!!. (Asenk Lee Saragih) 

Menpupera: Penyelesaian Tol Trans Sumatera Butuh Rp 387 Triliun

Written By MediaLintasSumatera on Rabu, 08 Juli 2020 | 08.18

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono. (Foto: ANTARA)
(Matra, Jakarta)- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk pembangunan Tol Trans Sumatera beserta beserta ruas backbone dengan total panjang 2.828 kilometer (km) dibutuhkan dana sebesar Rp 500 triliun.

"Kendalanya hanya satu, pendanaan. Jadi kalau untuk seluruhnya tadi 2.878 km dibutuhkan anggaran Rp 500 triliun, termasuk jalan tol yang sudah operasi tadi,” kata Basuki Hadimuljono seusai ratas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Saat ini, jelas Basuki Hadimuljono, dana yang telah siap berasal dari perbankan Rp 72,2 triliun, dukungan pemerintah Rp 21,6 triliun, dan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke Hutama Karya yang ditugaskan untuk membangun proyek tersebut sebesar Rp 19,6 triliun. Dengan demikian, proyek tersebut masih membutuhkan pembiayaan sebesar Rp 387 triliun.

"Jadi sudah ada Rp 113 triliun yang sudah committed, termasuk jalan tol yang sudah operasi tadi sepanjang 393 km. Sehingga masih dibutuhkan Rp 387 triliun untuk menyelesaikan seluruhnya,” ujar Basuki Hadimuljono.

Namun, lanjut Basuki, kalau pemerintah hanya fokus pada pembangunan ruas backbone Tol Trans Sumatera dari Bakauheni ke Banda Aceh, total panjang jalan tol itu hanya 1.970 km. "Ya tanpa sirip-sirip, tanpa Bengkulu, tanpa Padang, tanpa Sibolga. Tapi itu semua juga akan diselesaikan,” terangnya.

Untuk pembangunan ruas backbone saja, ungkap Basuki Hadimuljono, kebutuhan dananya mencapai Rp 266 triliun. Sampai saat ini, dana yang telah siap dari perbankan sebesar Rp 42,2 triliun, dukungan pemerintah Rp 16,1 triliun, PMN Rp 17,1 triliun. Sehingga total dana yang sudah pasti didapatkan sebesar Rp 75,4 triliun. Artinya, masih dibutuhkan dana sebesar Rp 190,6 triliun untuk menyelesaikan yang ruas backbone.

"Tadi masalah financing ini dibicarakan oleh menteri BUMN, menteri Investasi, menko Perekonomian dan menteri Keuangan. Ada beberapa option. Beliau-beliau akan merumuskan, apakah akan bond jangka panjang, itu pasti dengan jaminan pemerintah. Jadi ini khusus Tol Trans Sumatera ini hanya pendanaan,” jelasnya.

Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah menargetkan proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera akan rampung pada 2024. Saat ini, pemerintah sudah menyelesaikan pembangunan jalan tol sepanjang 393 km dan sudah beroperasi. Sehingga pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan 1.194 km yang masih dalam proses konstruksi dan 1.291 km yang masih dalam tahap persiapan.

"Jadi total panjang 2.878 km, sudah operasi 393 km, yang under construction 1.194 km dan sedang persiapan 1.291 km. Target kita ingin menyelesaikan sampai dengan 2024,” papar Basuki Hadimuljono.

Basuki menerangkan, jalan tol tersebut memiliki koridor utama dan jalur pendukung. Koridor utama terbentang sepanjang 1.974 km dari pelabuhan Bakauheni, Lampung hingga Banda Aceh. Sementara itu, yang termasuk dalam jalur pendukung diantaranya adalah jalan tol Bengkulu-Palembang, Padang-Pekanbaru, dan Sibolga-Medan. Total jalur pendukung sepanjang 904 km.(Matra/BeritaSatu.com)

Bus Rapi Terjungkal di Jalan Lintas Timur Sumatera, Sopir Kabur

Written By MediaLintasSumatera on Senin, 06 Juli 2020 | 06.50

Bus PT RAPI berpenumpang 11 orang tujuan Kota Jambi – Medan, Sumatera Utara yang terguling di Kilometer (Km) 46, Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, sekitar 30 Km dari Kota Jambi, Sabtu (4/7/2020) siang. (Foto: Ist/Net)
 
(Matra, Jambi) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polda Jambi dan Polres Muarojambi, Provinsi Jambi hingga Senin (6/7/2020) masih memburu sopir bus PT Raja Perdana Inti (RAPI) yang mengalami kecelakaan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Kuat dugaan, sopir bus naas yang mengangkut penumpang tersebut melarikan diri ke arah Sumatera Utara.

Kapolres Muarojambi Ajun Komisaris Besar (AKBP) Ardiyanto melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Muarojambi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Amradi di Jambi, Senin (6/7/2020) menjelaskan, pihaknya sudah memintai keterangan pengurus kantor perwakilan PT RAPI Rapi Jambi terkait keberadaan sopir bus PO RAPI yang kecelakaan tersebut.

“Kami masih terus mencari sopir bus PT RAPI yang kecelakaan di Jalintim Sumatera, Kabupaten Muarojambi. Keterangan sudah kami minta kepada pengurus PT RAPI Perwakilan Jambi dan kondektur bus naas tersebut. Namun belum diketahui keberadaan sopir tersebut,”katanya.

Dijelaskan, bus PT RAPI nomor polisi BK 7206 UA mengalami kecelakaan di Km 46 Jalintim Sumatera, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Sabtu (4/7/2020) sekitar pukul 10.15 WIB dalam perjalanan dari Kota Jambi menuju Medan, Sumatera Utara. Bus naas yang mengangkut sebanyak 11 penumpang tersebut terguling di ruas jalan penuh tikungan ketika berusaha mendahului truk dengan kecepatan tinggi.

“Sipirbus tidak bisa mengendalikan bus yang melaju kencang di jalan yang memiliki tikungan ganda kiri – kanan, sehingga bus terguling di jalan. Akibat kecelakaan tersebut, sembilan penumpang luka ringan dan dua orang luka berat. Seluruh penumpang langsung dilarikan ke rumah sakit di Muarojambi dan Kota Jambi,”katanya.

Para penumpang bus PT RAPI yang mengalami luka-luka tersebut berasal dari Kota Jambi, Kota Medan, Batanghari dan Riau. Penumpang bus tersebut asal Kota Jambi , yakni yakni Ida Simbolon (45), warga Penyengat Rendah, Mesi (20), warga Perumahan Aur Duri dan Frediko Silitonga (20), warga Perumahan  Aur Duri.

Penumpang asal Medan, Sumatera Utara, yaitu Agus Riyanti (24), Bayu Saputra (25), Boy Sihotang (19) dan Arya Julianto (14). Penumpang asal Riau, Sulastri (43), warga, Kecamatan Belilas, Riau. Sedangkan penumpang asal Batanghari, Rina (25), warga Sungai Rengas, Batanghari, Alib (2) anak Rina dan Dini (32), warga Desa Ture

Sementara itu, Johan (45),  warga Kota Jambi asal Sumatera Utara di Jambi menyesalkan terjadinya kecelakaan bus PT RAPI di Jalintim Sumatera, Muarojambi. Kecelakaan bus tersebut menunjukkan masih rendahnya kepdulian para pengemudi dan pengusaha bus asal Sumatera Utara yang melayani rute Jambi – Sumatera Utara terhadap keselamatan penumpang.

“Para awak bus Medan – Jambi masih sering mengabaikan keselamatan penumpang hanya untuk mengejar waktu dan setoran. Keadaan ini sudah lama terjadi dan masih jarang mendapat perhatian pengusaha busa dan instansi terkait, khususnya jajaran perhubungan dan aparat keamanan,”ujarnya.

Johan mengharapkan, seluruh pengusaha dan awak bus yang beroperasi di seluruh ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), khususnya Jalintim Sumatera perlu meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan penumpang. Pengusaha dan awak bus  jangan hanya mengejar waktu dan setoran. Keselamatan penumpang harus diutamakan.

“Jajaran dinas perhubungan dan aparat kepolisian di Jalinsum juga perlu memantau pergerakan bus yang beroperasi. Pihak dinas perhubungan dan aparat kepolisian perlu membuat telepon pengaduan di setiap rumah makan atau restoran) di sepanjang Jalinsum. Hal itu penting agar penumpang busa melaporkan ulah para awak bus yang mengabaikan keselamatan penumpang,”ujarnya. (Matra/AdeSM)

Sapna Sitopu dan Dewita Purba Mampu Pertahankan Ciri Khas Lagu Simalungun

Written By MediaLintasSumatera on Senin, 29 Juni 2020 | 10.34

Konser Live Streaming Facebook Ditengah Pandemi Covid-19
Sapna Sitopu dan Dewita Purba Mampu Pertahankan Ciri Khas Lagu Simalungun. (Foto Kolase Facebook).
(Matra, Jambi)-Penyanyi legendaris Simalungun Sapna Sitopu tak kehilangan akan untuk berkarya ditengah situasi pandemic Covid-19, yang mengharuskan masyarakat tidak leluasa melakukan kegiatan di luar rumah. Bahkan kebijakan pemerintah yang membatasi aktifitas berkerumun, memukul para seniman karena penghasilannya mati suri. 

Namun demikian, lewat ide-ide para seniman Simalungun yang tergabung dalam Group WhatsApp dan Facebook “Senandung Simalungun” yang digagas Maruli Damanik, membuka wawasan para seniman kini era digital mampu untuk berkarya dan mendapatkan rezeki. 

Awalnya Konser Live Streaming YouTube dan Facebook digagas oleh YCF Team dan SPY Projeck yang menampilkan Yogi Purba dan Jhon Elyaman Saragih. Selanjutnya berlanjut ke artis-artis Simalungun lainnya secara bergantian waktu dengan lokasi dari tempat tinggal masing-masing.

Seperti Intan Saragih, D’RapStar Jakarta, Damma Silalahi, Jhon Irwando Sipayung, Ramawati Saragih, FIF Trio (Fitriani Sinaga, Intan Saragih, Fitiani Saragih), Lamser Girsang dan Girsang Bersaudara, Yanci Saragih, Yogi Purba, Nurianti Br Girsang (Nunung), Landur Voice, Sumani Br Purba Jakarta, Desi Saragih (Halani Tiput) dan lainnya.  


Dalam catatan Penulis, setidaknya Sapna Sitopu sudah empat kali tampil dalam Live Streaming. Awalnya tampil sendiri bersama SPY Projeck (pemilik Marga Sipayung). Kemudia Sapna Sitopu dan Jhon Eliaman Saragih tampil berdua dengan slogan Live Streaming Facebook “Simalungun Night” pada Minggu 7 Juni 2020 dan Minggu 31 Mei 2020 malam lalu.


Sapna Sitopu dan Dewita Purba Mampu Pertahankan Ciri Khas Lagu Simalungun. (Foto Kolase Facebook).
Kali ke empat ini, Sapna Sitopu menggandeng Dewita Br Purba untuk Live Streaming Facebook “Simalungun Night” di akun Facebook Sapna Sitopu Minggu 28 Juni 2020 mulai Pukul 19.30 WIB.

Sejumlah apresiasipun ditujukan buat Sapna Sitopu dan Dewita Purba pada penampilan kali ini yang mampu mempertahankan ciri khas lagu Inggou Simalungun yang tidak ada di daerah lain. 

Salah satu yang memberikan apresiasi itu adalah Jordi Purba, pengamat Seni Budaya Simalungun. Dia sangat memuji penampilan Sapna Sitopu dan Dewita Purba yang mampu mempertahankan ciri khas lagu Simalungun yang tidak ada di daerah lain.

“Seingat saya, baru tadi malam saya ngeshare penyanyi kampungku saat melakukan live streaming. Penyanyi itu adalah Botou Sapna Sitopu dan Botou Dewita Purba. Kenapa saya mau ngeshare, padahal tadi malam bukan hanya mereka yang mengadakan nyanyi dengan live streaming ? Karena saya lihat dan dengar, ciri khas lagu Simalungun yang tidak ada di daerah lain, tetap mereka pertahankan. Dan itu saya anggap Pelestarian Seni Budaya Simalungun. Pelestarian INGGOU SIMALUNGUN,” ujar Jordi Purba.

Kata Jordi Purba, jika melihat property yang mereka gunakan untuk melakukan live streaming, boleh saya katakan pas-pasan. Bahkan jaringan pun ikut "mokkol" saat mereka asyik bernyanyi. Karenanya, yang melihat sempat kabur, padahal sudah di angka 300 lebih. 

“Tapi kenapa cepat kembali, dan yang melihat hampir mencapai 1000an ? Menurut saya, ada "tangan yang tak terlihat" yang bekerja untuk membantu mereka,” ujar Jordi Purba.

Dikatakan, soal bantuan tangan tak terlihat ini, sering menjadi perdebatan ketika upaya pelestarian Warisan Budaya Takbenda Simalungun dilakukan. 

“Ada contoh yang sering saya posting di facebook, bagaimana "intervensi" terhadap warisan budaya itu dilakukan. Misalnya soal manatti gonrang atau memulai menabuh gendang dalam prosesi Adat Simalungun, yang belakangan ini sudah dilakukan pemuka agama. Bahkan jumlah lagu yang tidak boleh ditarikan saat seperangkat gonrang sudah dimulai berbunyi, sudah dikurangi. Dari yang tadinya 7 kali menjadi 3 kali. Itu semua karena urusan tangan yang tak terlihat tadi,” terang Jordi Purba.

Menurut Jordi Purba, tapi memang dimasa sekarang ini, sangat sulit menjelaskan ada tangan-tangan tak terlihat yang bekerja saat dilakukan Pelestarian Warisan Budaya Takbenda Simalungun seperti Inggou Simalungun. 

“Namun faktanya, dengan property yang minim pun, yang melihat live streamingnya Botou Sapna Sitopu dengan Botou Dewita Purba, bisa bertahan diatas 700an lebih hingga live streamingnya mereka berakhir,” katanya.

“Salut buat kalian berdua botouhu. Teruslah berkarya melestarikan Inggou Simalungun. Ihasomani "Na Lang Taridah" do nasiam anggo tongon-tongon do ihorjahon nasiam mambaen sayur Inggou Simalungun. Hutransfer pe sibahut bai nasiam ??,” tulis Jordi Purba diakhir komentar pada lini masa sosial media miliknya.

Sementara dari pengamatan penulis pada konser live streaming Sapna Sitopu dan Dewita Purba ini memunculkan tembang-tembang lawas Simalungun yang bertema “tangis-tangis” yang kental dengan Inggou Simalungun. 

Dari lagu yang dilantunkan keduanya, adalah lagu reques warganet dengan lagu-lagu lama Simalungun yang kental dengan Inggou Simalungun. Keduanya mampu menampilkan Inggou Simalungun itu sebagai salah satu ciri khas Lagu Simalungun. Teruslah Berkarya Melestarikan Inggou Simalungun. (Asenk Lee Saragih)

Menanti Suara Emas Desy Saragih (Halani Tiput) di Live Streaming Facebook

Written By MediaLintasSumatera on Sabtu, 27 Juni 2020 | 11.19

Menanti Suara Emas Desy Saragih (Halani Tiput) di Live Streaming Facebook
(Matra, Jambi)-Sosok pelantun Lagu Simalungun “Halani Tiput” Desy Saragih membuat penasaran para warganet menanti suara emasnya Live Streaming. Suara yang melengking membuat lagu “Halani Tiput” Ciptaan Panca Saragih jadi buah bibir para pecinta lagu Simalungun. Bahkan YouTuber Simalungun menobatkan Lagu “Halani Tiput” ini sebagai lagu terbaik Simalungun 2020.

Sejak Video Desy Saragih dengan Lagu “Halani Tiput” diapload di Channel YouTube Panca Saragih pada 4 Mei 2020 lalu, hingga Sabtu 27 Juni 2020 Pukul 10.55 WIB sudah ditonton  101.968 kali. Sungguh angka yang fantastis untuk sebuah lagu Simalungun era milenial ini.

Beranjak dari kesuksesan viewer tersebut Desy Saragih bersama Novalina Br Damanik akan melakukan konser Live Streaming Facebook “Senandung Simalungun” pada Sabtu 27 Juni 2020 mulai Pukul 19.30 WIB. 

Pengiring musik pada Konser Duet Desy saragih dengan Novalina Damanik ini adalah “Dian Star Musik” dan Sibaja Group. Untuk reques lagu dan bukti saweran batu demban dikirimkan di WA 082361876898. 

Sedangkan “Saweran Demmban Ampuran” bida ditransfer ke Rekening BRI 5396-01-007-186-53-6 Atas Nama Risdianto. 

Lagu “Halani Tiput” ini sudah dicover Penyanyi senior Simalungun Intan Saragih dan Ramawati Saragih saat live streaming mereka. Kini Desy Saragih diuji kepiawaiannya saat Live Streaming dengan Lagu “Halani Tiput” nya. 

Guna menarik jumlah penonton hingga ribuan saat live, penyelenggara live streaming harus menyediakan siaran video dan audio yang jelas dan jernih. Kemudian juga memastikan jaringan internetnya jangan lemot. 

Jika jaringan lemot dan visual dan audio tidak bagus, penonton akan meninggalkan siaran live streaminya dan mencari acara serupa lainnya di laman Facebook yang kini sudah ramie setiap akhir pekan. 

Menurut sang pencipta Lagu “Halani Tiput” Panca Saragih, tema lagu itu yakni gara-gara bangga di masa muda dan tidak mendengarkan nasehat Orang Tua. Karena dirinya merasakan nikmat sesaat (Sodap Parsatokkinan).

Akhirnya setelah berumah tangga, timbul rasa bersungut sungut karena apa yang diinginkan tidak sesuai dengan yang diayangkan. Inilah akibat seperangakat  alat tubuh (HALANI TIPUT ) dikemas menjadi sebuah Syair Lagu. 

Pembuatan Videoklip Lagu “Halani Tiput” diproduksi oleh Panca Record dengan Produser Panca I Saragih serta sutradara Panca Saragih. Lagu Terdaftar Menjadi Anggota KCI (Karya Cipta indonesia). Sedangkan Arrenger Musik oleh Billy Simarmata. (Asenk Lee Saragih)

Sapna Sitopu Gandeng Dewita Purba Konser Live Streaming Minggu 28 Juni 2020

Sukses Duet Dengan Jhon Elyaman Saragih Hingga Tembus 2500 Penonton Live
Sapna Sitopu Gandeng Dewita Purba Konser Live Streaming Minggu 28 Juni 2020.
(Matra, Jambi)-Setelah sukses melakukan konser Live Streaming Facebook “Simalungun Night” oleh Sapna Sitopu dan Jhon Elyaman Saragih pada Minggu 7 Juni 2020 dan Minggu 31 Mei 2020 malam lalu, kali ini Sapna Sitopu menggandeng Dewita Br Purba untuk Live Streaming Facebook “Simalungun Night” di akun Facebook Sapna Sitopu Minggu 28 Juni 2020 mulai Pukul 19.30 WIB.

Sebelumnya Duet Sapna Sitopu dengan Jhon Elyaman Saragih mampu melambungkan pamor lagu-lagu Simalungun hingga ke luar negeri. 

Bahkan penampilan Duet Artis Simalungun mampu memikat ribuan penonton warganet net dari berbagai sudut Nusantara dan luar negeri. Setidaknya tembang-tembang lawas Simalungun dibawakan Sapna Sitopu dan Jhon Elyaman Saragih dengan apik dengan suara khas mereka berdua.


Duet Sapna Sitopu dan Jhon Elyaman Saragih masih pegang rekor penonton live terbanyak dengan jumlah 2.500 penonton live saat acara berlangsung. Konser Live streaming yang dilakukan artis-artis Simalungun lainnya belum mampu menembus hingga 2000 penonton live sejak live streaming dilakoni para artis Simalungun. 

Bahkan dua kali konser live streming duet Artis Simalungun senior itu mampu menarik simpatik penonton hingga ratusan ribu ditonton pada video rekaman live streaming di FB Sapna Sitopu itu. Bahkan komentar juga hingga belasan ribu dengan dukungan positif kepada Artis Simalungun dimana Pandemi Covid-19 ini.

Konser Live Streaming Facebook "Simalungun Night" bersama Sapna Sitopu dan Dewita Purba dengan musik oleh Marihot Purba. Konser live streaming Sapna Sitopu dengan Dewita Purba ini juga didukung oleh “Raya Kebaya Couture”, Apotik Ollo Au, Okky Candra. Sementara untuk “Saweran Batu Demban” bisa ke Rekening BRI : 0336-01-038031-50-7 Atas Nama Sapna Sitopu.

Silahkan saksikan. Mampukah Duet Sapna Sitopu dengan Dewita Purba ini untuk memecahkan rekor penonton hingga tembus 2.500 live. Kita tunggu saja dengan lantunan lagu-lagu lawas oleh Biduan Senior Simalungun ini. Sukses Seniman Simalungun.(Asenk Lee Saragih)


PDIP Simalungun Tertarik dengan Pemaparan Visi & Misi Tumbur Napitupulu.SE

Written By MediaLintasSumatera on Kamis, 25 Juni 2020 | 10.56

Kolase YouTube.
(Matra, Pematangraya)- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Simalungun merekomendasikan Tumbur Napitupulu SE sebagai bakal calon bupati Simalungun pada Pilkada Simalungun 9 Desember 2020 mendatang.

Salah satu alasan ketertarikan DPC PDIP Kabupaten Simalungun merekomendasikan Tumbur Napitupulu karena tertarik dengan pemaparan Visi & Misi Tumbur Napitupulu SE dihadapan Pengurus DPC PDIP Kabupaten Simalungun.

Visi dan Misi "Kabupaten Simalungun Mandiri dan Sejahtera" dengan prioritas yang ditawarkan Tumbur Napitupulu kepada Kabupaten Simalungun adalah pengembangan SDM dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Menurut putra kelahiran Nagori Bah Birong Ulu, 10 Maret 1971 dan istri Lisa Magdalena Br Manalu ini, prioritas program yakni bidang pendidikan dan kesehatan. Seperti pendidikan gratis bagi seluruh siswa SD, SMP, SMA Sederajat di seluruh Kabupaten Simalungun. (Asenk Lee Saragih)  


Miliki KTA PDIP, RHS Tak Dilirik PDIP Simalungun, Ada Apa?

Butuh Belanja Politik Rp 4, 6 Miliar Untuk Menguasai 312.958 Pemilih
RHS dan KTA PDIP Kabupaten Simalungun. (Asenk Lee Saragih)

PDIP Simalungun Rekomendasikan Amran Sinaga dan Tumbur Napitupulu
(Matra, Pematangraya)-Kerinduan Radiapoh Hasiholan Sinaga SH (RHS) agar bisa diusung PDIP Simalungun di Pilkada Simalungun 9 Desember 2020, sudah ditunjukkan RHS sejak 27 Juli 2019 lalu. 

Pasalnya saat itu Ketua DPC PDIP Simalungun Steven Samrin Girsang dan pengurus lainnya menyambut baik bergabungnya RHS sebagai Anggota Kader PDIP Kabupaten Simalungun dengan telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP Simalungun yang ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri tanggal 27 Juli 2019 .

Sat itu RHS menjumpai Pengurus DPD II PDIP Kabupaten Simalungun untuk melakukan komunikasi politik. Radiapoh memilih PDI Perjuangan sebagai mitra untuk membangun Kabupaten Simalungun yang bermartabat.

Demikian disampaikan RHS saat bersilahturahmi ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Simalungun, di Kompleks Griya, Jalan Asahan, Selasa 6 Agustus 2019 lalu.

Bahkan RHS disambut baik oleh Pengurus DPC PDI Perjuangan Simalungun, Samrin Girsang, Rospita Sitorus sebagai bendahara.

RHS memilih PDI Perjuangan karena dirinya melihat kader PDI Perjuangan mengakar sampai ke akar rumput. Sampai ke pelosok. RHS menyebutkan  dengan motto “Rakyat Harus Sejahtera”  itu sudah bisa diakomodir.

Kata RHS, PDI Perjuangan banyak memiliki kader-kader yang sangat teruji dan bisa menjadi mitra untuk membangun Kabupaten Simalungun. Apalagi melihat daerah Kabupaten Simalungun memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar.

Namun belakangan, DPC PDIP dinilai banyak kalangan salah besar tak merekomendasikan sosok Radiapoh Hasiholan Sinaga SH (RHS) sebagai calon Bupati Simalungun di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. 

Tetapi DPC PDIP Kabupaten Simalungun justru merekomendasikan Amran Sinaga (Wakil Bupati Simalungun) dan Tumbur Napitupulu ke DPP PDIP sebagai calon Bupati Simalungun. Sementara RHS ditinggalkan.

Bahkan keseriusan Radiapoh Hasiholan Sinaga SH yang notabene sebagai kader PDIP ini sudah melakukan fit and proper test (wawancara) di Sekretariat PDIP, Jalan Asahan, Kompleks Griya, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sabtu 14 September 2019 lalu.

Tersirat, kedekatan personal St Radiapoh Hasiholan Sinaga dengan Politisi senior PDIP seperti St Junimart Girsang dan St Marsiaman Saragih (Anggota DPD RI) dan Ketua DPD PDIP Provinsi Sumut dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Simalungun, tak berpengaruh positif untuk mengusung RHS di Pilkada Simalungun.

Elektabilitas, Integritas, Popularitas, RHS di Kabupaten Simalungun belakangan ini justru semakin moncreng. Bahkan aksi sosial dan sosialisasi yang dilakukan relawan, tim, simpatisan RHS di Kabupaten Simalungun semakin menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Sementara Ketua DPC PDIP Kabupaten Simalungun Steven Samrin Girsang yang juga Wakil Ketua DPRD Simalungun ini kepada wartawan Sabtu (20/6/2020) menegaskan, bahwa DPC PDIP Kabupaten Simalungun hanya merekomendasikan dua nama menjadi calon bupati Simalungun Pilkada serentak 2020 ke DPP PDIP.

“Yang kita rekom ke PDIP Pusat, Amran Sinaga dan Tumbur Napitupulu untuk calon Bupati Simalungun. Untuk Wakil, Corry Purba, Rospita Sitorus dan Abu Sofyan Siregar. Namun belum diputuskan oleh DPP PDIP dan masih proses. Kemungkinan pekan depan calon Bupati dan calon wakil bupati yang akan diusung oleh PDI Perjuangan sudah keluar surat rekomendasinya,” katanya.

Kata Samrin Girsang, PDIP Simalungun memiliki 8 kursi di DPRD Kabupaten Simalungun. Dimungkinkan akan berkoalisi dengan PPP (2 kursi) dan PKS (2 kursi). 

“Saat ini dalam proses komunikasi intens dengan PPP dan PKS. PDIP Simalungun akan berkoalisi dengan PPP dan PKS. Kalau PAN sudah ke Anton Saragih,” kata Samrin Girsang.

Menurut Samrin Girsang, sosok calon bupati yang akan diusung PDI-Perjuangan adalah pribadi yang punya visi membangun, merakyat dan tidak memperkaya diri sendiri di Simalungun.

“Calon bupati dan wakil lagi penggodokan di DPP PDIP. Harapan kita semoga terpilih calon bupati dan wakil yang punya visi membangun, merakyat. Tidak memperkaya diri sendiri dan takut akan Tuhan,” kata Samrin Girsang.

Beli Suara

Sementara pada Pilpres dan Pileg Rabu 17 April 2019 lalu tercatat sebanyak 625.916 orang Pemilih di Kabupaten Simalungun yang tersebar di 413 desa atau kelurahan di 32 Kecamatan Se Kabupaten Simalungun. Dari jumlah 625.916 pemilih terdapat sebanyak 310.879 berkelamin laki-laki dan 315.037 perempuan, serta menentukan hak pilihnya di 2.633 Tempat Pemungutan Suara (TPS).


Menanti Parpol: Bakal pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Simalungun RHS-AMAN.
Jikapun jumlah pemilih berubah pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, tidak jauh dari angka tersebut. Jika jumlah itu dibagi dua, terdapat jumlah pembagi sebanyak 312.958 orang. Jika bercermin pada Pilkada Bupati Simalungun dua kali belakangan, tentu tak jauh dari “uang belanja” suara yang mematok Rp 150.000/ Pemilih dengan total Rp 4.694.3700.000,”. 

Suatu angka yang lumrah untuk merebut jabatan Bupati Simalungun. Namun, mungkinkah Pilkada Simalungun berjalan tanpa “belanja politik” untuk mendapatkan 312.958 suara para calon. Tentunya suatu hal yang berat, menggingat prakmatis masyarakat di Kabupaten Simalungun memilih dengan meminta “bayaran”. 

Namun untuk melawan arus prakmatis masyarakat di Kabupaten Simalungun, tentunya para Politisi atau calon-calon Bupati Simalungun bisa melakukan pendidikan demokrasi lewat kegiatan-kegiatan rohani. 

Suatu langkah yang masuk akal, lakukan sosialisasi anti politik uang kepada para pemilih kaum Hawa di Kabupaten Simalungun yang tercatat sebanyak 315.037 orang. Sosialisasi lewat kegiatan kerohanian dan aksi sosial langkah tepat para bakal calon dan tim guna mengikis sikap prakmatis warga soal Pilkada Simalungun 9 Desember 2020 mendatang. 

Lewat kegiatan kerohanian dan aksi sosial yang melibatkan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat bisa mengurangi sikap prakmatis warga di Kabupaten Simalungun yang sudah “kotor” selama 10 tahun belakangan ini. Pendidikan politik harus dilakukan hingga ke tingkat desa-desa hingga pelosok sehingga bisa mendapatkan pengetahuan politik yang anti politik uang.

413 Desa (Nagori) 

Kepada bakal calon di Pilkada Simalungun, tentunya suatu kebanggaan bagi warga Simalungun, jika ada calon yang mampu bersosialisasi ke 413 desa (nagori) di 32 Kecamatan se Kabupaten Simalungun. Kalau hal ini bisa dilakukan, tentunya pemilih bisa mengenal secara tatap muka dan terjalin hubungan emosional. 

Setidak ada dua bakal pasangan calon yakni Wagner Damanik (WD-BISA) dan Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) yang sejak lama sudah melakukan sosialisasi di Kabupaten Simalungun. Baik lewat relawan, simpatisan dan tim pemenangan masing-masing calon.

Namun bakal paslon yang sudah resmi mendaftar ke KPUD Simalungun adalah paslon WD-BISA, jalur independen (non parpol) beberapa bulan lalu. Kini tinggal menunggu hasil verivikasi faktual oleh KPU Kabupaten Simalungun. Sedangkan Radiapoh Hasiholan Sinaga hingga 21 Juni 2020 belum mendapatkan perahu politik.

Sebagai peta suara pemilih di 32 Kecamatan Se Kabupaten Simalungun, jumlah DPT terbanyak terdapat di Kecamatan Bandar dengan jumlah 53.533 pemilih dan Kecamatan Siantar sebanyak 43.693 pemilih. Sementara jumlah pemilih yang paling sedikit dari 32 Kecamatan di Kabupaten Simalungun adalah  Kecamatan Haranggaol Horison yang hanya terdapat 3.832 pemilih.

Berikut Ini 32 Kecamatan di Kabupaten Simalungun

1. Kecamatan Bandar.
2. Kecamatan Bandar Huluan.
3. Kecamatan Bandar Masilam.
4. Kecamatan Bosar Maligas.
5. Kecamatan Dolok Batunanggar.
6. Kecamatan Dolok Panribuan.
7. Kecamatan Dolok Pardamean.
8. Kecamatan Dolok Silau.
9. Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.
10. Kecamatan Gunung Malela.
11. Kecamatan Gunung Maligas.
12. Kecamatan Haranggaol Horison.
13. Kecamatan Hatonduhan.
14. Kecamatan Huta Bayu Raja.
15. Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi.
16. Kecamatan Jorlang Hataran.
17. Kecamatan Panei.
18. Kecamatan Panombeian Panei.
19. Kecamatan Pematang Bandar.
20. Kecamatan Pematang Sidamanik.
21. Kecamatan Pematang Silima Huta.
22. Kecamatan Purba.
23. Kecamatan Raya.
24. Kecamatan Raya Kahean.
25. Kecamatan Siantar.
26. Kecamatan Sidamanik.
27. Kecamatan Silau Kahean.
28. Kecamatan Silimakuta.
29. Kecamatan Tanah Jawa.
30. Kecamatan Tapian Dolok.
31. Kecamatan Ujung Padang.
32. Dolok Masagal.

2.633 TPS

Jika mengacu pada TPS Pilpres dan Pileg April 2019, jumlah TPS di Kabupaten Simalungun sebanyak 2.633 TPS. Sementara jumlah Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Periode 2019-2024 hasil Pileg Rabu 17 April 2019 lalu berjumlah 50 orang.

Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Simalungun dari Partai Golkar yakni 1. Timbul Jaya Sibarani, 2. Marandus Sitindaon, 3. Sugiarto, 4. Binton Tindaon, 5. Lindung Samosir, 6. Jaminta Purba, 7. Umar Yani, 8. Edi Suprapto, 9. Jon Ridakalmen Sidauruk.

Sementara Anggota DPRD Simalungun dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yakni 1. Rospita Sitorus, 2. Maraden Sinaga, 3. Jonson Riduan Sinaga, 4. Mariono, 5. Aripin Panjaitan, 6. Jhon Manat Purba, 7. Samrin Girsang, 8. Junita Veronika Munthe.

Anggota DPRD Simalungun dari Partai Demokrat yakni 1. Walpiden Tampubolon, 2. Johannes Sipayung, 3. Irwansyah Purba, 4. Histoni Sijabat, 5. Erna Sari Purba, 6. Andre Andika Sinaga, 7. Elias Barus.

Dari Partai Gerindra ada 1. Bona Uli Rajagukguk, 2. Juarsa Siagian, 3. Sastro Joyo Sirait, 4. Fao Saut Sinaga, 5. Badri Kalimantan, 6. Erwin Parulian Saragih.

Dari Partai Nasdem ada 1. Bernhard Damanik, 2. Ucok Alatas Siagian, 3. Tumpak Silitonga, 4. Jamerson Saragih, 5. Karpan Saragih. 

Anggota DPRD Simalungun dari Partai Perindo ada 1. Lisnawati Sirait, 2. Agus Irawan Sinaga, 3. Sariadi Saragih, 4. Saida Purba. Dari Partai Hanura ada 1. Sardin Gultom, 2. Esron Simbolon, 3. Suriawan, 4.  Jarusdin Sinaga.

Sedangkan dari Partai PKS ada 1. H Ikhwanuddin Nasution, 2. Usmayanto. Dari PPP ada 1.Hendra Sukmana Sinaga, 2. Adianto Pasaribu. Anggota DPRD Simalungun dari PAN ada 1. Edi Sumanto, 2.Salbin Damanik. Dan Partai Berkarya ada satu kursi atas nama Benfri Sinaga.

6 Dapil

Dari jumlah perolahan kursi DPRD Kabupaten Simalungun, tentunya para calon Bupati sudah bisa membaca untuk mencari perahu Politik untuk maju. Namun jika “mahar” partai terlalu berlebihan, mungkin bisa terjadi paslon yang maju hanya ada tiga paslon.

Pada Pileg April 2019, Kabupaten Simalungun dipetakan menjadi 6 Dapil untuk caleg. Berdasarkan hasil uji publik, 32 kecamatan di Kabupaten Simalungun dibagi menjadi enam daerah pemilihan (dapil) pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019.

Masing-masing, Dapil 1 dengan jumlah 10 kursi, terdiri dari Kecamatan Gunung Maligas, Siantar, Tapian Dolok dan Dolok Batu Nanggar. Dapil 2 dengan jumlah sembilan kursi terdiri dari Kecamatan Bandar, Pematang Bandar, Bandar Huluan dan Bandar Marsilam. 

Dapil 3 dengan enam kursi terdiri dari Bosar Maligas, Huta Bayu Raja dan Ujung Padang. Kemudian, Dapil 4 sebanyak tujuh kursi terdiri dari Kecamatan Ujung Padang, Tanah Jawa, Hatonduhan, Gunung Malela dan Jawa Maraja Bah Jambi. 

Dapil 5 sebanyak sembilan kursi terdiri dari Kecamatan Panei, Sidamanik, Jorlang Hataran, Panombean Panei, Dolok Panribuan, Pamatang Sidamanik, Girsang Sipangan Bolon dan Dolok Pardamean. Kemudian, Dapil 6 dengan sembilan kursi terdiri dari Kecamatan Purba, Haranggaol Horisan, Silimakuta, Pamatang Silimahuta, Raya, Raya Kahean, Dolok Silou, Silou Kahean dan Dolok Masagal.

Dari jumlah mata pilih, jumlah TPS, jenis kelamin pemilih, jumlah kursi Parpol di DPRD Kabupaten Simalungun dan wajah-wajah Anggota DPRD Kabupaten Simalungun dari 6 Dapil tentunya menjadi bahan pertimbangan bagi calon Bupati Simalungun. 

Keterlibatan serta loyalitas Anggota DPRD Simalungun dari Parpol Pengusung Calon nantinya, tentu menjadi modal strategi “Menaklukkan” setengah tambah satu dari 625.916 orang pemilih Pilkada Simalungun 9 Desember 2020. (Matra/Asenk Lee Saragih)

Sartika Sinaga “Channel” Merindukan Jodoh

Written By MediaLintasSumatera on Rabu, 17 Juni 2020 | 09.08

Pedagang Pasar Nyambi Youtuber, 3 Bulan Tembus 39,3 Ribu Subscriber
Keseharian Sartika Sinaga adalah  seorang pedagang di Pasar Tradisional Nipah Kuning, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Barat.(Foto Kolase YouTube)
(Matra, Jambi)-Bagi yang jomblo bisa melamar ya gaes. Cuma satu yang saya terima ya gaes. Tetap semangat ya gaess. Sekedar hiburan ya gaess, jangan ada yang marah ya gaess. Tetap bersyukur ya gaess dan jangan lupa skrebb yutubeku ya gaess tetap semangat. 

Jangan bosan ya gaes mendengar suaraku yang paspasan ini. Dan jangan pernah lupa ya gaes, lupa skrebb yutubeku, Sartika Sinaga Channel. Terimakasih kucapkan kepada semua kawan-kawan yang sudah sukreb sukreb, semoga kita selalu sukses dimanapun berada.

Begitulah kutipan komentar Sartika Sinaga pada salah satu video postingan di Chanelnya “Sartika Sinaga Channel) saat memposting berduet dengan adek bungsunya May Br Sinaga

Ternyata profesi sehari-hari Sartika Sinaga adalah  seorang pedagang di Pasar Tradisional Nipah Kuning, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Barat.

Sebelum jualan, Sartika Sinaga belanja dulu di Pasar Besar Flamboyan Pontianak. Dia berangkat Pukul 03.00 WIB subuh setiap harinya. Selanjutnya Sartika Sinaga berjualan di Pasar Nipah Kuning.


Keseharian Sartika Sinaga sebagai seorang pedagang di pasar, biasa saja, meski terkenal karena viral dengan video-vediaonya di sosial media. Bahkan dari 59 video postingan di YouTube Sartika Sinaga Channel sudah mencapai 39,3 Ribu Subscriber sejak postingan pertama di YouTube pada Cover Lagu "Nunga Hudok Tu Ho Da Hasian" 4 April 2020 hingga 17 Juni 2020.

Setidaknya sudah 59 video postingan di YouTube Sartika Sinaga Channel hingga Rabu 17 Juni 2020 dengan jam tayang sudah 7000 jam ditonton. 

Sartika Sinaga merupakan anak sulung dari 6 bersaudara dan pernah tinggal di Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kemudian pindah ke Pontianak untuk menguji nasib. Wanita lajang kelahiran Lubuk Pakam, Sumut 4 Januari 1989 silam ini, hingga kini masih merindukan pendamping hidup.

Sartika Sinaga jadi YouTuber berkat bantuan adeknya May Br Sinaga, yang juga seorang YouTuber. Awalnya Sartika Sinaga hanya merekam video dan mempostingnya di Facebook (Akun FB Sartika Sinaga) Februari 2020 lalu.

Videonya langsung viral di Facebook dan Gropu WhatsApp. Hanya bermodalkan handphone, Sartika Sinaga mampu menghebohkan jagad maya dalam 3 bulan terakhir. Kemudian adeknya May Sinaga membantu membuat akun YouTube (Sartika Sinaga Channel) pada 4 April 2020 lalu.

Konten berbagi video kesehariannya saat berjualan aneka sayur dan bumbu di Pasar Tradisional Sungai Nipah, Kota Pontianak. Dia juga kerap bernyanyi di kala malam yang diupload secara natural tanpa banyak editan membuat banyak warganet merasa terhibur.

Kesehariannya yang bersahaja dan ceria, membuat wanita bernama asli Sartika Ayu Kelana Sinaga itu terkenal di seluruh pasar di Pasar Nipah Kuning.

Terlebih dengan hobbinya mengupload video di Chanel YouTube dan Facebooknya membuatnya mudah diingat oleh pedagang di pasar tersebut.

Sartika Sinaga mengaku bahwa dirinya bersama keluarga baru setahun belakangan tinggal di Kota Pontianak. Juga baru 4 bulan berjualan di Pasar Nipah Kuning, Pontianak.

Sartika Sinaga juga mengaku tak menyangka bahwa banyak orang yang menyukai video-video yang dibuatnya. Padahal sebelumnya dia hanya sekedar iseng dan untuk menghibur diri saja mengabadikan berbagai aktivitas kesehariannya.

“Ini kayak mimpilah kurasakan. Ngak nyangka aku kalau banyak yang suka dengan videoku. Buat channel yutubeku baru dua bulan kemarin. Buat Chanel YouTube ini cuman buat menenangkan pikiran awalnya, buat lucu-lucuan aja. Isinya ya tentang cerita saya di pasar sama nyanyi-nyanyi lagu Batak aja,” kata Sartika Sinaga.

Katanya, lagu-lagu berbahasa Batak yang kerab dinyanyikan Sartika Sinaga, tidak ada alasan tertentu akan hal itu, kerena hanya lagu-lagu itulah yang ia banyak hafal.

“Saya banyak menyanyikan lagu-lagu Batak dengan suara paspasan karena hanya itu yang diingat, itupun hanya setengah-setengah. Awalnya saya kerap mengupload video kesehariannya di facebook miliknya. Namun berkat adik saya yang bungsu, saya dibuatkan Channel YouTube. Saya tak menyangka bahwa banyak temannya didunia maya yang menyukai video saya,” ujar Sartika Sinaga.

Sartika Sinaga dengan polosnya, bahwa dalam mengupload video, dia hanya mengandalkan paket internet yang dibelinya. “Tergantung paketku itu, kalau ada paketku ku buat kalau gak ada ya gak lah,’’ ujarya sambil tertawa.

Dengan jumlah 39,3 Ribu Subscriber dalam waktu 3 bulan, Channel YouTube miliknya sudah di-Moneytesasi oleh YouTube dengan dibantu oleh sang adik bungsu May Sinaga.

“Jangan pernah bosan ya gaes mendengarkan suaraku yang jelek ini. Hanya inilah yang bisa ku persembahkan untuk kita semuanya. Jangan pernah lupa ya subkreb youtubeku ya, Sartika Sinaga Canel. Tetap semangat dan berkarya ya gaes, jangan luma sekreb yutubeku Sartika Sinaga Canel, sartika Sinaga Canel,” kata Sartika Sinaga. Semoga Sartika Sinaga mendapat pendamping hidupnya yang mencintainya apa adanya. Semoga. (Berbagaisumber/Asenk Lee Saragih)

RAGAM BERITA



.

.
.