. Bandara Depati Parbo Perlu Dibangun untuk Dukung Wisata Kerinci | MediaLintasSumatera
Home » , , , , » Bandara Depati Parbo Perlu Dibangun untuk Dukung Wisata Kerinci

Bandara Depati Parbo Perlu Dibangun untuk Dukung Wisata Kerinci

Written By MediaLintasSumatera on Selasa, 28 Februari 2017 | 21.02



Gubernur Jambi, Zumi Zola (tiga dari kanan) didampingi Bupati Kerinci, Adi Rozal (dua dari kanan) meninjau kondisi bandara Depati Parbo, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi di sela-sela Festival Danau Kerinci XV, Senin (22/8/2016). (PesonaJambi.net)

(Matra, Jambi) - Kemudahan dan kecepatan akses ke suatu daerah menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kunjungan wisata. Karena itu daerah-daerah wisata yang mudah dijangkau, baik melalui udara, darat dan laut selalu ramai dikunjungi wisatawan. Kemudahan akses itulah yang dibutuhkan agar wisata Kerinci bisa semakin ramai dikunjungi wisatawan.

Selama ini Kerinci yang memiliki kekayaan wisata kelas duni masih sulit dikunjungi wisatawan karena akses jalan darat dari Kota Jambi dan Padang, Sumatera Barat yang jauh dan sulit. Untuk mengatasi hal tersebut, sudah ada sebenarnya bandara perintis di Kerinci, yakni Bandara Depati Parbo. Namun hingga kini, penerbangan ke bandara di daerah pegunungan tersebut masih belum lancar. Hal tersebut disebabkan sarana dan prasarana bandara yang belum lengkap, serta infrastruktur bandara, khususnya landasan pacu bandara yang masih kurang memadai untuk penerbangan komersial.

Untuk meningkatkan peran Bandara Depati Purbo dalam percepatan kemajuan pariwisata Kerinci, tentunya Kementerian Perhubungan perlu pemperhatikan kondisi bandara Depati Parbo. Bandara Depati Parbo sudah bisa dibangun menjadi bandara representatif. Pengembangan bandara Depati Parbo penting untuk mendukung upaya peningkatan kunjungan wisata ke Kerinci dan Kota Sungaipenuh.

“Saya akan menghadap Menteri Perhubungan ke Jakarta untuk mengajukan proposal pengembangan bandara Depati Parbo. Mudah-mudahan Menteri Perhubungan mendukung pengembangan bandara Depati Parbo. Anggaran pembebasan lahan untuk pengembangan bandara Depati Parbo sudah masuk pada rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBN) 2017,”kata Gubernur Jambi,  Zumi Zola ketika meninjau kondisi bandara Depati Parbo, Kerinci, Jambi baru-baru ini.

Menurut Zumi Zola, kemiskinan infrastruktur perhubungan menjadi penyebab utama rendahnya minat wisatawan berkunjung ke objek-objek wisata di daerah pegunungan, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi akan memperjuangkan peningkatan pembangunan infratruktur perhubungan Kerinci, khusunya bandara Depati Parbo, Kabupaten Kerinci.

Dikatakan, bandara Depati Parbo belum sepenuhnya mampu mendukung peningkatan kunjungan wisata ke Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh karena kondisi infatruktur perhubungan, khusunya bandara yang kurang memadai. Karena itu sarana dan prasarana bandara Depati Parbo yang sangat mendesak diperbaiki, yaitu landasan pacu (runway), fasilitas system pengamanan pendaratan pesawat (instrument landing system) dan areal perkantoran.  Kemudian jumlah penerbangan ke Kerinci juga perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. 
Jalan di perbukitan menuju Kerinci yang rawan longsor, rusak dan sempit mengurangi minat wisatawan berkunjung ke daerah pegunungan itu. (PesonaJambi.net/Ist)

Menurut Zumi Zola,  bandara Depati Parbo saat ini hanya bisa didarati pesawat kecil berpenumpang rata-rata 60 orang karena keteratasan landasan pacu bandara tersebut. Landasan pacu bandara Depati Parbo kini hanya memilikipanjang 1.800 meter dan lebar 30 meter. Landasan pacu bandara tersebut perludiperpanjang minimal menjadi 2.600 meter dengan lebar 100 meter agar dapat didarati pesawat jenis boeing.

"Nanti kami akan tunggu arahan dari Menteri Perhubungan bagaiman cara agar bandara Depati Parbo cepat dikembangkan. Kami tetap menginginkan bahwa pengembangan Bandara Depati Parbo harus terus dilaksanakan. Sekarang gedung ruang tunggu penumpang bandara ini sedang dalam proses rehabilitasi. Tinggal bagaimana fasilitas pendukungnya segera ditambah agar bandara ini benar-benar representatif untuk memacu kunjungan wisata,"katanya.

Sementara itu anggota Komisi V DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Jambi, H Bakri mengatakan, pihaknya juga akan memperjuangkan peningkatan infrastruktur untuk peningkatan kunjungan wisata ke Kerinci, terutama peningkatan pembangunan fasilitas bandara Depati Parbo.

"Runway harus ditingkatkan agar pesawat ukuran besar bisa mendarat. Jika bandara Depati Parbo sudah bisa didarati pesawat ukuran besar, saya yakin jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat,"katanya.

Menurut  H Bakri, rendahnya kunjungan wisata ke Kerinci disebabkan masalah sulitnya kan soal transportasi. Bila menggunakan angkutan darat, jarak tempuh dari Kota Jambi ke Kerinci mencapai 10 hingga 12 jam. Karena itu wisatawan enggan berkunjung ke Kerinci. Padahal daya tarik wisata Kerinci cukup komplit. Ada wisata alam, Danau Kerinci, Gunung Kerinci, wisata lingkungan, wisata sejarah. wisata budaya dan berbagai hasil usaha ekonomi kreatif utuk oleh-oleh wisata.(Matra/Rds)




Share this article :

Posting Komentar