. Ini Penyebab Wisatawan Masih Enggan Kunjungi Objek Wisata di Kerinci | MediaLintasSumatera
Home » , , » Ini Penyebab Wisatawan Masih Enggan Kunjungi Objek Wisata di Kerinci

Ini Penyebab Wisatawan Masih Enggan Kunjungi Objek Wisata di Kerinci

Written By MediaLintasSumatera on Senin, 24 April 2017 | 18.12

Gubernur Jambi Zumi Zola dan istri saat menikmati Panorama Bukit Kayangan Kerinci. 

Pesonajambi.net, Kerinci-Minimnya infrastruktur perhubungan menjadi salah satu penyebab utama rendahnya minat wisatawan berkunjung ke objek-objek wisata di daerah pegunungan, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi akan memperjuangkan peningkatan pembangunan infratruktur perhubungan Kerinci, khusunya bandara Depati Parbo, Kabupaten Kerinci. 

“Bandara Depati Parbo belum sepenuhnya mampu mendukung peningkatan kunjungan wisata ke Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh karena kondisi infatruktur perhubungan, khususnya bandara yang kurang memadai. 

Karena itu sarana dan prasarana bandara Depati Parbo yang sangat mendesak diperbaiki, yaitu landasan pacu (runway), fasilitas system pengamanan pendaratan pesawat (instrument landing system) dan areal perkantoran. Kemudian jumlah penerbangan ke Kerinci juga perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” kata Gubernur Jambi, Zumi Zola ketika meninjau kondisi Bandara Depati Parbo, Kerinci, baru-baru ini. 

Menurut Zumi Zola, Bandara Depati Parbo saat ini hanya bisa didarati pesawat kecil berpenumpang rata-rata 60 orang karena pendeknya landasan pacu bandara tersebut. Landasan pacu Bandara Depati Parbo kini hanya memiliki panjang 1.800 meter dan lebar 30 meter. Landasan pacu bandara tersebut perlu diperpanjang minimal menjadi 2.600 meter dengan lebar 100 meter agar dapat didarati pesawat berbadan lebar seperti jenis boeing. 

Dalam waktu dekat, lanjut Zumi Zola, pihaknya akan menghadap Menteri Perhubungan ke Jakarta untuk mengajukan proposal pengembangan Bandara Depati Parbo. 

Mudah-mudahan Menteri Perhubungan mendukung pengembangan bandara tersebut, sehingga anggarannya bisa masuk dalam anggaran 2017. Anggaran pembebasan lahan untuk pengembangan bandara Depati Parbo sudah masuk pada rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBN) 2017. 

 "Nanti kami akan tunggu arahan dari Menteri Perhubungan bagaiman cara agar Bandara Depati Parbo cepat dikembangkan. Kami tetap menginginkan bahwa pengembangan Bandara Depati Parbo harus terus dilaksanakan. Sekarang gedung ruang tunggu penumpang bandara ini sedang dalam proses rehabilitasi. Tinggal bagaimana fasilitas pendukungnya segera ditambah agar bandara ini benar-benar representatif untuk memacu kunjungan wisata," katanya. 

Sementara itu anggota Komisi V DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Jambi, H Bakri mengatakan, pihaknya juga akan memperjuangkan peningkatan infrastruktur untuk peningkatan kunjungan wisata ke Kerinci, terutama peningkatan pembangunan fasilitas bandara Depati Parbo. 

"Runway harus ditingkatkan agar pesawat ukuran besar bisa mendarat. Jika Bandara Depati Parbo sudah bisa didarati pesawat ukuran besar, saya yakin jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat,"katanya. 

Menurut H Bakri, rendahnya kunjungan wisata ke Kerinci disebabkan masalah sulitnya kan soal transportasi. Bila menggunakan angkutan darat, jarak tempuh dari Kota Jambi ke Kerinci mencapai 10 hingga 12 jam. 

Karena itu wisatawan enggan berkunjung ke Kerinci. Padahal daya tarik wisata Kerinci cukup komplit. Ada wisata alam, Danau Kerinci, Gunung Kerinci, wisata lingkungan dan wisata sejarah. (Pesonajambi.net/Rds)
Share this article :

Posting Komentar