. Bangkitkan Ekowisata : Lomba Balap Sepeda Gunung Berkelas Internasional Digelar di Hutan Harapan Jambi | MediaLintasSumatera
Home » , » Bangkitkan Ekowisata : Lomba Balap Sepeda Gunung Berkelas Internasional Digelar di Hutan Harapan Jambi

Bangkitkan Ekowisata : Lomba Balap Sepeda Gunung Berkelas Internasional Digelar di Hutan Harapan Jambi

Written By MediaLintasSumatera on Sabtu, 23 September 2017 | 09.04

Suasana di garis start pada uji coba atau Soft Launching lomba balap sepeda gunung (mountain fun bike/MFB) di kawasan Harapan Rainforest, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, Senin, 1 Mei 2017. (Foto : PJN/RSM]

(Pesonajambi.net – Jambi) – Kawasan pelestarian hutan, Harapan Rainforest (Hutan Harapan) yang berada di wilayah Kabupaten Batanghari, Sarolangun, Provinsi Jambi dan Musibanyuasin, Provinsi Sumatera Selatan kini dikembangkan menjadi destinasi ekowisata (wisata lingkungan).

Salah satu terobosan yang dilakukan membangkitkan  ekowisata di kawasan  Harapan Rainforest yang sejak 2007 dikelola PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki), yaitu membuka trek atau lintasan sepeda gunung (Mountain Fun Bike) di kawasan hutan dataran rendah tersebut.

Pembukaan trek sepeda gunung di kawasan Harapan Rainforest itu ternyata menarik minat beberapa negara luar yang peduli terhadap kelestarian Harapan Rainforest.  Salah satu di antaranya, negara Denmark.

Untuk mengangkat pamor ekowisata Harapan Rainforest, Kedutaan Besar (Dubes) Denmark untuk Indonesia menggelar lomba balap sepeda gunung di kawasan Harapan Rainforest. Lomba balap sepeda gunung bertaraf internasional tersebut diselenggarakan mulai Minggu, 1 Oktober 2017.
Menteri Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark, Ulla Tørnæs (depan tiga dari kiri) dan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge (depan lima dari kiri) ketika hendak mencoba trek atau jalur lintasan pada uji coba atau Soft Launching lomba balap sepeda gunung di kawasan Harapan Rainforest, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, Senin, 1 Mei 2017. (Foto : PJN/RSM)

Kelas Dunia

Direktur Operasional PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki),  Lisman Sumardjani didampingi Manajer Komunikasi PT Reki, Joni Rizal di Jambi, Sabtu (23/9/2017) menjelaskan, lomba balap sepeda bertajuk “Tumble in the Jungle”  berkelas dunia tersebut diperkirakan akan diikuti 100 orang pembalap sepeda gunung. Mereka berasal dari Denmark, Inggris, Malaysia, Singapura, Indonesia dan negara lainnya.

Even lomba balap sepeda gunung tersebut, kata Lisman, merupakan lomba balap sepeda gunung pertama di kawasan restorasi ekosistem  hutan tropis dataran rendah Indonesia. Trek sudah disiapkan sepanjang sekitar 30 kilometer (Km) di dalam kawasan Harapan Rainforest yang atraktif dengan beragam tantangan, seperti pendakian, penuruan, dan lumpur.

“Peserta akan menghabiskan masa tiga hari di dalam hutan dataran rendah yang kaya akan keanekaragaman hayatinya ini. Mengingat lokasi balapan yang jauh dari kota, peserta dibatasi hanya 100 orang,”katanya.

Dijelaskan, total hadiah yang diperebutkan pada lomba balap sepeda gunung tersebut mencapai Rp 70 juta. Pendaftaran lomba balap sepeda gunung tersebut dibuka secara online melalui website www.mtb-hutanharapan.id atau melalui link yang terdapat di www.hutanharapan.id. Pendaftaran ditutup begitu mencapai batas jumlah peserta. Biaya pendaftaran sudah termasuk akomodasi dan transportasi dari Kota Jambi ke lokasi.
 
Uji coba atau Soft Launching trek atau jalur lintasan lomba balap sepeda gunung internasional langsung dilakukan Menteri Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark, Ulla Tørnæs (depan) dan Duta Bear Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge (tengah) di kawasan Harapan Rainforest, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, Senin, 1 Mei 2017. (Foto : PJN/RSM)

Sudah Siap

Menurut Lisman Sumardjono, Manajemen PT Reki memastikan sudah siap menggelar event wisata dan olahraga langka di kawasan hutan tersebut. Penggemar sepeda gunung dalam dan luar negeri juga diperkiraka bakal antusias mengikuti lomba balap sepeda gunung di tengah hutan tersebut.

“Trek sudah kita siapkan sepanjang 8 kilometer dengan 3 laps. Ssehingga total lintasan mencapai 27 kilometer. Fasilitas penginapan di kawasan camping ground juga sudah siap,”ujarnya.

Dikatakan, Soft launching (uji coba) Tumble in the Jungle tersebut juga sudah dilakukan di Harapan Rainforest Senin, 1 Mei 2017. Launching dilakukan oleh Menteri Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark Ulla Tørnæs dan Dubes Denmark kala itu, Casper Klynge. Keduanya sempat mencoba trek pendek bersama 30 pesepeda lokal Jambi.
 
Kerajaan Inggris memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap pelestarian Hutan Harapan (Harapan Rainforest) di Jambi dan Sumatera Selatan. Kerajaan Inggris termasuk donor utama pelestarian hutan dataran rendah dan tropis tersebut. Pangeran Charles menanam pohon ketika mengunjungi Harapan Rainforest di Bajubang, Batanghari, Jambi, 2 November 2008. (Foto : PJN/RSM)

Promosi Ekowisata

Menurut Lisman Sumardjani, lomba balap sepeda gunung internasional Harapan Rainforest atau Tour de Harapan Rainforest tersebut digelar untuk mempromosikan program pemulihan ekosistem hutan dataran rendah Sumatera serta mendukung kegiatan sepeda gunung dan pengembangan wisata alam. Selain itu, lomba balap sepeda gunung tersebut juga dimaksudkan untuk kecintaan terhadap alam dan mempromosi budaya dan wisata daerah.

Lomba balap sepeda gunung tersebut, tambah Lisman dilaksanakan atas kera sama Dubes Denmark di Indonesia dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta pemerintah daerah. Tujuannya melestarikan Harapan Rainforest sekaligus  menjadikan hutan harapan itu menjadi destinasi baru ekowisata Jambi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Ujang Hariadi menyatakan, lomba balap sepeda gunung bertaraf internasional di kawasan Harapan Rainforest tersebut perlu didukung dan dipromosikan karena mampu mendatangkan wisatawan mancanegara serta membangun pengembangan ekowisata di Jambi.
 
Alam nan asri Hutan Harapan (Harapan Rainforest) di Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi semakin terancam usaha industri kehutanan dan perkebunan kelapa sawit. Hutan dataran rendah tersebut perlu dilestarikan untuk tempat hidup flora dan fauna khas Sumatera sekaligus menjadi paru-paru dunia. (Foto : PJN/RSM)
Semakin Lestari

Lisman Sumardjani mengatakan, Pemerintah Indonesia terus berupaya agar Harapan Rainforest semakin lestari karena kawasan hutan tersebut mrupakan benteng terakhir penyelamatan hutan dataran rendah dan hutan tropis di Sumatera.

Untuk itu, Pemerintah RI mengelurakan kebijakan restorasi ekosistem  di hutan produksi secara resmi melalui Sutat Keputrsan (SK) Menteri Kehutanan No 159/Menhut-II/2004. Kemudian tahun 2005, untuk pertama kalinya Pemerintah Indonesia menetapkan 100.000 hektare (ha)  hutan dataran rendah di Sumatera Selatan dan Jambi menjadi kawasan restorasi ekosistem. 

Kebijakan restorasi ekosistem tersebut diambil karena ada kekhawatiran akan hilangnya hutan alam di kawasan hutan produksi, rentannya pengelolaan kawasan hak pengusahaan hutan (HPH), dan perubahan hutan alam menjadi peruntukan lainnya.

Berdasarkan SK Menhut No 293/Menhut-II/2007, ditetapkan kawasan hutan restorasi ekosistem sekitar 52.170 ha di Kabupaten Musibanyuasin, Sumatera Selatan. Sedangkan berdasarkan SK Menhut No 327/Menhut-II/2010), ditetapkan sekitar 98.555 ha kawasan hutan restorasi ekosistem di wilayah Kabupaten Batanghari dan Sarolangun, Jambi.

Ditambahkan, Kawasan hutan restorasi ekosistem yang kini terus dilestarikan merupakan bagian dari 500 ha sisa hutan dataran rendah di Sumatera.  Sebanyak 20 % atau 100.000 ha hutan tersebut berada di Jambi dan Sumatera Selatan. Sebelumnya atau tahun 1900, luas hutan dataran rendah dan tropis di Sumatera mencapai 16 juta ha. (PJN/RSM)

Share this article :

Posting Komentar