. Festival Sungai Batanghari Dongkrak Pamor Pariwisata Jambi | MediaLintasSumatera
Home » , » Festival Sungai Batanghari Dongkrak Pamor Pariwisata Jambi

Festival Sungai Batanghari Dongkrak Pamor Pariwisata Jambi

Written By MediaLintasSumatera on Sabtu, 09 Desember 2017 | 10.03

Tari Ngagah Harimau (menyembah harimau) menjadi salah satu tarian tradisional yang terangkat ke permukaan melalui Festival Sungai Batanghari di Kota Jambi, Rabu - Sabtu (22 - 25/11/2017). Tarian tersebut berasal daru Pulau tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Jambi. (Foto : MLS/RSM)

Media Lintas Sumatera, Jambi- Sungai Batanghari yang membentang sekitar 800 kilometer (Km) mulai dari daerah pegunungan Kabupaten Kerinci hingga pesisir pantai timur Provinsi Jambi memiliki potensi wisata yang cukup kaya. Baik potensi wisata alam, lingkungan maupun potensi wisata sejarah dan budaya.

Namun kekayaan objek wisata yang tersebar di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Jambi. Objek wisata di DAS Batanghari belum mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Jambi karena objek-objek wisata tersebut masih kalah pamor. Objek wisata di sepanjang Sungai Batanghari belum banyak dikenal wisatawan, khususnya wisatawan nasional dan internasional karena kurang promosi dan pengelolaanya belum profesional.

Untuk mengangkat pamor objek wisata di sepanjang DAS Batanghari tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menggelar Festival Sungai Batanghari (Batanghari River Festival). Festival Sungai Batanghari tersebut digelar di kawasan objek wisata tepian Sungai Batanghari, Taman Tanggo Rajo, Kota Jambi selama empat hari mulai, Rabu – Sabtu (22 – 25/11/2017).

Ketua Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jambi, Sherrin Tharia Zola (tiga dari kiri) didampingi Gubernur Jambi, Zumi Zola (kanan) melepas lampion pada Festival Sungai Batanghari di Taman Tanggo Rajo, Kota Jambi, Rabu (22/11/2017). (Foto : PJN/RSM)

Atraksi Budaya

Festival Sungai Batanghari yang digelar untuk kedua kalinya sejak tahun 2015 tersebut menyuguhkan berbagai atraksi seni, budaya dan kreasi produk unggulan wisata Jambi. Di antaranya, pementasan seni pertunjukan (teater), lomba tari dan lagu daerah seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Kemudian digelar juga carnaval busana kreasi batik dari para desainer dan paguyuban batik Jambi, pameran dan bazaar produk unggulan Jambi, demo penyuguhan kopi khas Jambi yang melibatkan 16 pelaku usaha kopi se-Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi, Zumi Zola pada pembukaan Festival Sungai Batanghari tersebut mengatakan, festival wisata dan budaya itu digelar kembali sebagai salah satu upaya memperkenalkan keindahan wisata dan kekayaan budaya masyarakat di kawasan DAS Batanghari. Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan juga mendukung penyelenggaraan Festival Sungai Batanghari tersebut.

"Salah satu dukungan tersebut, yakni memasukkan Festival Sungai Batanghari dalam calender of event (rangkaian kegiatan) wisata di Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan. Mulai tahun 2018, Festival Sungai Batanghari dan Festival Danau Kerinci sudah masuk dalam 100 event Wonderful Indonesia,"katanya.

Gubernur Jambi, Zumi Zola (tiga dari kiri depan) mencoba menyeruput kopi khas Jambi ketika menyaksikan demo atau atraksi penyuguhan kopi pada Festival Sungai Batanghari di Taman Tanggo Rajo, Kota Jambi, Rabu (22/11/2017). (Foto : PJN/RSM)

    
Layak Jual

Zumi Zola mengakui, berbagai objek wisata alam, lingkungan dan sejarah di kawasan DAS Batanghari, Provinsi Jambi layak dijual kepada wisatawan nasional dan mancanegara. Kawasan hulu Sungai Batanghari memiliki objek wisata Danau Kerinci, kawasan Geopark (Taman Bumi) dan arena arung jeram Desa Air Batu, Merangin.

Sedangkan di kawasan hilir Sungai Batanghari juga terdapat objek – objek wisata menarik, antara lain Taman Tanggo Rajo Kota Jambi, Jembatan Aur Duri (Batanghari I), Jembatan Batanghari II dan situs purbakala Candi Muarojambi. Selain kekayaan objek wisata, Sungai Batanghari juga memiliki nilai sejarah dalam perkembangan kerajaan Melayu di Provinsi Jambi. 

Dikatakan, objek wisata di DAS Batanghari yang kini sudah mulai banyak dikunjungi wisatwan hanya Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci dan situs purbakal Candi Muarojambi di Kabupaten Muarojambi. Kedua objek wisata itu semakin banyak dikunjungi wisatawan berkat intensitas kegiatan wisata dan budaya.

“Danau Kerinci mampu mendongkrak kunjungan wisata berkat pelaksanaan Festival Sungai Batanghari setiap tahun. Candi Muarojambi juga semakin mampu menyedot wisatawan karena Festival Candi Muarojambi digelar setiap tahun,”tambahnya.

Menurut Zumi Zola, Festival Sungai Batanghari sangat memungkinkan untuk dijadikan event (kegiatan) wisata nasional karena memiliki akar sejarah yang sangat kuat. Sejarah menunjukkan bahwa selain berperan vital dalam kehidupan masyarakat, Sungai Batanghari juga memiliki andil besar dalam perkembangan Kerajaan Melayu dan pernah juga jaya di masanya. Kerajaan Sriwijaya dalam kerajaan Dharmasraya pernah menjadikan Sungai Batanghari sebagai pusat jalur perdagangan kuno. Hal itu terbukti dari penemuan harta karun di masa lampu di dasar Sungai Batanghari.
Ratusan pengunjung antusias mengikuti seluruh suguhan atraksi seni-dan budaya  pada Festival Sungai Batanghari di Taman Tanggo Rajo, Kota Jambi, Rabu (22/11/2017). Warga menyaksikan acara pelepasan lampion bersama Gubernur Jambi, Zumi Zola (tengah depan). (Foto : PJN/RSM)

Lambang Kebanggaan

Sungai Batanghari, lanjut Zumi Zola, merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera yang berada 30 % di Sumatera Barat dan 70 % di Provinsi Jambi. Objek wisata alam, lingkugan, budaya dan sejarah yang sudah tersedia di DAS Batanghari merupakan salah satu ikon atau lambang kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi.

“Sebagai salah satu ikon wisata, Pemprov Jambi terus melakukan promosi wisata Sungai Batanghari, salah satunya melalui Festival Sungai Batanghari ini," katanya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kebudayaan, Taufik Rahzen pada pembukaan Festival Sungai Batanghari tersebut mengatakan, Kementerian Pariwsata dan Kebudayaan Indonesia sudah memiliki koitmen mengangkat pamor wisata Sungai Batanghari. Karena itu festival wisata dan budaya tersebut masuk daftar 100 besar dari 3.000 calender of event (kegiatan wisata)  Indenesia.

 Sungai Batanghari, lanjut Taufik Rahzen, bukan saja menarik karena panorama alamnya. Sungai terpanjang di Sumatera ini juga menarik dari sisi sejarah. Sungai Batanghari memiliki peran dalam sejarah perkembangan Melayu, agama Budha dan Islam di Jambi. Hal ini menunjukkan peradaban besar Melayu tersimpan dalam catatan sejarah Sungai Batanghari.

“Peradaban tersebut perlu diangkat kembali melalui Festival Sungai Batanghari. Karena itu festival wisata dan budaya ini akan kami jadikan ikon wisata untuk memperkenalkan pariwisata Jambi ke kancah nasional dan internasional,"tambahnya. (MLS/RSM) 
Antusiasme warga Kota Jambi menyaksikan berbagai atraksi seni - budaya pada Festival Sungai Batanghari di Taman Tanggo Rajo, Kota Jambi, Rabu (22/11/2017). Warga menyaksikan acara pelepasan lampion bersama Gubernur Jambi, Zumi Zola (tengah depan). (Foto : PJN/RSM)




Share this article :

Posting Komentar