. Calon Pemudik Natal-Tahun Baru Sambut Penurunan Harga Tiket Pesawat 30 Persen dari Senin-Kamis | MediaLintasSumatera
Home » , , » Calon Pemudik Natal-Tahun Baru Sambut Penurunan Harga Tiket Pesawat 30 Persen dari Senin-Kamis

Calon Pemudik Natal-Tahun Baru Sambut Penurunan Harga Tiket Pesawat 30 Persen dari Senin-Kamis

Written By MediaLintasSumatera on Minggu, 08 Desember 2019 | 08.59

Pesawat Garuda Indonesia.(Foto IDN)
(Matra, Jakarta)- Masyarakat menyambut baik penurunan harga  tiket pesawat 30 persen dari Hari Senin-Kamis sejak Kamis 5 Desember 2019. Para calon pemudik Natal dan Tahun Baru yang menggunakan transportasi udara bakal menggeliat lagi setelah sempat lesu pada tahun sebelunya. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan telah ada komitmen dari sejumlah maskapai berbiaya rendah atau LCC untuk rute penerbangan domestik menurunkan harga tiket pesawat di hari-hari tertentu hingga Februari 2020. 

Secara khusus, harga tiket LCC untuk rute penerbangan domestik angkutan niaga berjadwal akan turun 30 persen di hari Senin hingga Kamis setiap pekan. 

“Kebijakan ini adalah komitmen dari maskapai. Awalnya Garuda Indonesia dulu yang mulai. Nanti Lion Air biasanya mengikuti,” ujar Budi Karya di kantornya, Kamis, 5 Desember 2019.

Budi Karya mengatakan Garuda Indonesia akan memulai penurunan tarif pada Desember. Niat ini sudah disampaikan entitas penerbangan saat rapat bersama dengan pemerintah. Ia memperkirakan seluruh rute domestik akan terdampak penurunan tarif.

Turunan harga tiket pesawat ini menindaklanjuti keluhan masyarakat sejak awal tahun lalu. Pada awal 2019, seluruh maskapai penerbangan menaikkan tarif tiketnya secara signifikan. Manajemen sejumlah maskapai menyatakan kenaikan tarif dilakukan dan menyeimbangkan harga pokok produksi atau HPP. Khususnya menyesuaikan harga bahan bakar avtur.

Kementerian gabungan sebenarnya sudah mengambil kebijakan memberikan insentif fiskal kepada maskapai agar manajemen menurunkan harga tiketnya. Kementerian yang terlibat untuk merelaksasi harga pokok produksi ialah Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian BUMN.

Namun, setelah itu, Kementerian Perhubungan kembali menimbang mesti ada kebijakan lain dari pemerintah dan stakeholder agar perusahaan maskapai tetap sehat meski menyediakan tarif tiket murah. Salah satunya relaksasi harga bahan bakar dengan melakukan penghitungan kembali tarif avtur.(Matra/Lee) 
Share this article :

Posting Komentar