}); }); Pembiaran, Jalintim Sumatera di Sumsel Rusak di Tengah Kepadatan Arus Mudik Natal | MediaLintasSumatera
Home » , , » Pembiaran, Jalintim Sumatera di Sumsel Rusak di Tengah Kepadatan Arus Mudik Natal

Pembiaran, Jalintim Sumatera di Sumsel Rusak di Tengah Kepadatan Arus Mudik Natal

Written By MediaLintasSumatera on Senin, 23 Desember 2019 | 08.23

Ruas Jalintim Sumatera yang masih rusak berat di Pasar Bayunglencir, Kabupaten Musibanyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel). Kerusakan jalan tersebut mengganggu arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Gambar diambil Sabtu (21/12/2019). (Matra/Ade SM)
(Matra, Jambi) – Pemerintah (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/PUPR) tampaknya masih kurang serius menjamin kelancaran dan kenyamanan arus mudik di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera. Hal tersebut tercermin dari banyaknya ruas Jalintim Sumatera di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang rusak berat di tengah kepadatan arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Pantauan MediaLintasSumatera.Com (Matra) di sepanjang Jalintim Sumatera wilayah Bayunglencir, Kabupaten Muba, Sumsel, Sabtu (21/12/2019), ruas jalintim banyak yang rusak berat. Salah satu kerusakan Jalintim Sumatera yang rusak berat terdapat di ruas jalan Bayunglencir – Tungkal Jaya, atau arah ke Pelembang, Sumsel.

Kemudian Jalintim Sumatera di Bayunglencir arah ke Jambi juga banyak yang rusak, termasuk mulai dari Kota Bayunglencir hingga Senawar, arah Jambi. Jalintim Sumatera arah Jambi – Bayunglencir yang rusak berat antara lain terdapat di ruas jalan Desa Mekarjaya, Timbangan Desa Senawar, Bayung Indah (Koramil) Bayunglencir hingga Pasar Bayunglencir.

Johny (48), warga Bayunglencir mengatakan, kerusakan Jalintim Sumatera di wilayah Bayunglencir – Tungkal Jaya, Muba, Sumsel kini sangat parah. Pada saat puncak arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Jumat – Minggu (20 – 22/12), jalur Jalintim Sumatera Bayunglencir – Tungkal Jaya sempat beberapa kali macet total akibat jalan rusak berlumpur.

“Kemudian pada ruas jalan tersebut juga beberapa kali truk terbalik, sehingga arus lalu lintas macet hingga 2 – 3 jam seperti kejadian Jumat dan Sabtu (20 - 22/12/2019). Kerusakan jalan dan kejadian truk terbalik membuat para pemudik asal Jawa, khususnya Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang melintas hendak ke Sumatera Utara (Sumut) terjebak macet hingga tiga jam,”katanya.

Menurut Johny, kerusakan Jalintim Sumatera di wilayah Kecamatan Bayunglencir, Kabupaten Muba, Sumsel sudah terjadi bertahun-tahun. Perbaikan ruas jalan tersebut selama ini hanya dilakukan dengan tambal sulam dengan menggunakan tanah, pasir dan kerikil. Ruas jalan yang rusak tidak diaspal secara permanen, sehingga ruas jalan semakin rusak, khususnya di musim hujan saat ini.      

“Bahkan pada musim hujan saat ini, kerusakan Jalintim Sumatera di Bayunglencir semakin parah karena banyaknya truk bermuatan berat yang melintas. Jalintim Sumatera di pusat Kecamatan Bayunglencir sendiri hingga kini masih rusak berat dan hanya ditimbun dengan pasir, tanah dan kerikil. Entah kapan jalan tersebut diaspal. Kami warga Bayunglencir juga terganggu akibat kerusakan jalan tersebut karena kami sulit bepergian ke Palembang maupun ke Kota Jambi,”katanya.

Pantauan MediaLintasSumatera.Com, ruas Jalintim Sumatera, Kecamatan Bayunglencir hingga Tungkal Jaya, Kabupaten Muba, Sumsel, sebagian besar ruas jalan yang rusak sulit dilalui karena kerusakan jalan sangat berat. Sebagian ruas jalan rusak berlumpur, sehingga kendaraan tidak bisa lewat seperti tampak di ruas Jalintim Sumatera, Bayunglencir – Tungkal Jaya arah Palembang, Sumsel. Kemudian kerusakan Jalintim Sumatera di wilayah Bayunglencir menuju Jambi juga banyak yang rusak berat, khususnya di ruas Jalanitim Sumatera wilayah Pasar, Bayunglencir.

Kerusakan jalan tersebut juga membuat rawan kecelakaan lalu lintas karena kendaraan, khususnya truk sering mencuri jalur kanan jalan untuk menghindari lubang di jalan. Kemudian waktu tempuh Palembang – Jambi juga semakin lambat akibat kerusakan jalan dan padatnya truk yang melintas di musim arus mudik natal ini.

“Biasanya perjalanan Palembang – Jambi paling lama tujuh jam. Tetapi akibat kerusakan Jalintim Sumatera di wilayah Bayunglencir, Muba, waktu tempuh Palembang – Jambi bisa mencapai delapan sampai 10 jam. Waktu tempuh Bayunglencir – Kota Jambi yang biasanya hanya satu jam kini menjadi 2,5 jam ,”kata Mansen Saragih (48), warga Jambi yang melintas Jalintim Bayunglencir – Jambi, Sabtu (21/12/2019).

Menurut Mansen, pemerintah kurang serius menangani kerusakan Jalintim Sumatera di wilayah Bayunglencir tersebut. Persoalannya kerusakan Jalintim Sumatera di Bayunglencir, Muba tersebut sudah lama terjadi dan tidak pernah diperbaiki sengan permanen.

“Perhatian Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap kerusakan jalan ini juga kurang. Kok bisa jalan rusak parah seperti ini tak diperhatikan sampai sekarang. Minimal kerusakan jalan tersebut dilaporkan Pemprov Sumsel ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar segera diperbaiki. Ironis sekali Jalintim  Sumatera yang merupakan jalur utama mudik natal dan tahun baru ini rusak berat di saat arus mudik padat,”katanya.
      
Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di wilayah Kota Jambi yang kini tampak mulus. Berbeda kontras dengan Jalintim Sumatera di wilayah Bayunglencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Foto diambil, Kamis (12/12/2019) (Matra/AdeSM)
Mansen mengakui, kondisi Jalintim Sumatera Palembang – Jambi saat ini jauh berbeda dengan Jalintim Sumatera Jambi – Riau - Medan Sumatera Utara.  Jalintim Sumatera Jambi – Riau - Medan saat ini cukup bagus.

“Enak kita bawa mobil dari Jambi ke Medan. Jalan bagus dan marka jalan cukup lengkap. Kemudian tikungan jalan juga banyak dipotong menjadi lurus, sehingga pengemudi  enak melajukan kendaraan,”katanya. (Matra/Ade SM)
Share this article :

Posting Komentar