}); }); Pupuk Mahal, Teknologi Pertanian Rendah Peningkatan Produksi Pangan di Jambi Masih Sulit Dilakukan | MediaLintasSumatera
Home » , , , , » Pupuk Mahal, Teknologi Pertanian Rendah Peningkatan Produksi Pangan di Jambi Masih Sulit Dilakukan

Pupuk Mahal, Teknologi Pertanian Rendah Peningkatan Produksi Pangan di Jambi Masih Sulit Dilakukan

Written By MediaLintasSumatera on Rabu, 18 Maret 2020 | 06.28

Gubernur Jambi, Fachrori Umar (dua dari kanan) didampingi Bupati Muarojambi, Masnah Busro (tiga dari kanan) melakukan panen perdana padi di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi,  Senin (16/03/2020). (Matra/AdeSM)
(Matra, Jambi) – Peningkatan luas areal dan produksi tanaman pangan di Provinsi Jambi hingga kini masih sulit dilakukan. Hal tersebut disebabkan kurangnya alat-alat teknologi pertanian, persediaan benih unggul yang terbatas, mahalnya harga pupuk dan masih rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian tanaman pangan.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Jambi, Fachrori Umar ketika melakukan Panen Perdana Penangkaran Benih Padi Berbasis Korporasi di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Senin (16/03/2020). Luas panen padi tersebut sekitar 75  hektare (ha) dengan produksi padi 300 ton. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut Bupati Muarojambi, Masnah Busro dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perternakan Provinsi Jambi,  Akhmad Maushul.

Menurut Facrori Umar, sektor pertanian di Provinsi Jambi masih mengalami permasalahan, baik di hulu maupun di hilir. Maslah pertanian pangan di sektor hulu, yaitu rendahnya peningkatan kinerja produksi bahan baku. 

Sementara masalah di hilir, pertanian pangan menghadapi dua persoalan utama, yaitu tidak meratanya ketersediaan bahan baku untuk peningkatan produksi serta kemampuan untuk mengembangkan diversifikasi produk. 

“Selain itu, produktivitas dari usaha yang dilakukan pembudidaya masih rendah yang disebabkan oleh masih tingginya harga pupuk dan biaya operasional,”katanya.
Gubernur Jambi, Fachrori Umar (kiri)memberikan bantuan sarana dan prasarana prosduksi pertanian pangan secara simbolis kepada petani (kanan) ketika melakukan panen perdana padi di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi,  Senin (16/03/2020). (Matra/AdeSM)
Sinergi Pusat – Daerah

Untuk mengatasi permasalahan pertanian pangan tersebut, lanjut Fachrori Umar, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi bersinergi memacu peningkatan produksi padi dan tanaman pangan. Berbagai program dan kegiatan pembangunan pertanian telah dilaksanakan guna memacu peningkatan produksi pangan tersebut. 

Program tersebut, lanjut Fachrori, meningkatkan pemberian bantuan alat-alat tekonologi pertanian, benih unggul, bantuan pupukdan peningkatan kualitas penyuluh pertanian.  Pada pelaksanaan panen perdana padi di Desa Pudak, Kumpeh Ulu, Muarojambi tersebut,  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memberikan bantuan traktor, mesin perontok padi, mesin pemipil jagung, benih padi unggul, benih jagung dan kedelai. 

Selain itu, Pemkab Muarojambi juga memberikan bantuan mesin perontok padi, bibit jeruk 1.000 batang, bantuan benih padi dan saprodi penangkaran korporasi seluas 30 ha, bantuan cabe dalam polibek 1.000 polibek, bantuan bibit kedelai seluas 60 ha, bantuan tanaman kacang tanah seluas 80 ha, bantuan benih dan saprodi padi rawa tanah seluas 700 ha. 

Kemudian masih ada bantuan benih padi hibrida untuk lahan seluas 1.000 ha, bibit padi gowa sawah 200 ha, bantuan benih jagung umum 3 seluas 1.500 ha, bantuan obat-obatan ternak sebanyak 1 paket, bantuan rumah burung hantu sebanyak 1 unit. 

Pemberdayaan  Petani

Fachrori Umar lebih lanjut mengatakan, Pemprov Jambi menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu andalan mendukung upaya mewujudkan visi misi Jambi TUNTAS 2021. Misi tersebut, yaitu meningkatkan daya saing daerah melalui optimalisasi pembangunan ekonomi kerakyatan yang didukung penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi (IPTEKIN) berwawasan lingkungan serta pembinaan dan pemberdayaan petani. 

“Melalui program tersebut akan dapat dibuka lapangan pekerjaan dan Nilai Tukar Petani (NTP) serta kesejahteraan petani pun dapat ditingkatkan,”ujarnya.

Menurut Fachrori Umar, upaya mempertahankan dan memperluas lahan pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan sangat penting, sehingga pemerintah daerah perlu menertibkan Perda Perlindungan LP2B untuk mempertahankan  pertanian pangan. 

”Provinsi Jambi tahun 2020 telah ditetapkan sasaran luas tanaman padi seluas 183.000 Ha. Untuk mendukung pencapaian sasaran tersebut perlu juga dianggarkan dana APBN maupun APBD Provinsi Jambi,”katanya.
Para petani tanaman pangan Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi yang berhasil mengembangkan produksi padi dan penangkaran padi melalui kerja sama dengan perusahaan seusai panen perdana padi di di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi,  Senin (16/03/2020). (Matra/AdeSM)
Kerja Sama Korporasi

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perternakan Provinsi Jambi,  Akhmad Maushul mengatakan, pengembangan tanaman padi di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi tersebut dilakukan atas kerja sama dengan perusahaan (korporasi). 

“Panen padi di Desa Pudak ini merupakan salah satu kegiatan pengembangan penangkaran benih padi sawah melalui pola korporasi antara kelompok tani dengan perusahaan penyalur benih. Hasil penangkaran akan ditampung oleh perusahaan dan akan disalurkan untuk benih tahun berikutnya. Sedangkan beras akan dibeli oleh masyarakat dan Badan Urusan Logistik (Bulog) Jambi,”katanya.

Dikatakan, pembangunan tanaman pangan pada dasarnya untuk memfasilitasi tumbuh kembangnya usaha-usaha tanaman pangan yang mampu menghasilkan produk mulai dari hulu sampai hilir dan berorientasi pada peningkatan produksi ketersediaan dan kualitas hasil. 

“Hal tersebut dilakukan pada program pengembangan padi di Desa Pudak, Muarojambi ini. Para kelompok tani dan penyuluh pertanian bekerja sama membangun pertanian pangan dengan hasil yang memuaskan, yakni 4 – 6 ton/ha,”katanya.

Sementara itu, Bupati Muarojambi, .Masnah Busro pada kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi dan kecamatan hingga ke para petaninya, agar swasembada pangan bisa terwujud. (Matra/AdeSM)
Share this article :

Posting Komentar