}); }); Sekwan DPRD Muarojambi Meninggal Diduga Covid-19 | MediaLintasSumatera
Home » , » Sekwan DPRD Muarojambi Meninggal Diduga Covid-19

Sekwan DPRD Muarojambi Meninggal Diduga Covid-19

Written By MediaLintasSumatera on Rabu, 25 Maret 2020 | 11.54

Dedi Susilo S.Sos.(IST)
(Matra-Jambi-Sekwan DPRD Kabupaten Muarojambi, Dedi Susilo S.Sos meninggal dunia di Rumah Sakit Daerah Abdul Manap Kota Jambi, Rabu (25/3/2020) dinihari.

Almarhum meninggal karena serangan jantung. Namun beredar juga informasi digroup WA terbatas meninggalnya Sekwan DPRD Muarojambi itu karena terinveksi Covid-19.

Juga beredar selebaran surat pemberia tahuan yang ditulis tangan Kepala Dinas Kesehatan Muarojambi, Arif tertanggal Rabu 25 Maret 2020 yang menuliskan bahwa Almarhum bersama Anggota DPRD Muarojambi baru pulang dari kunjungan kerja ke Yogyakarta. 

Seluruh Anggota DPRD Muarojambi juga diminta untuk mengisolasi diri secara mandiri. Karena Almarhum Dedi Susilo S.Sos dikategorikan dalam pasien dalam pengawasan Covid-19.

“Iya, Pak Dedi meninggal subuh tadi. Sekarang jenazahnya di rumah duka di Mayang, Kota Jambi. Beliau kena serangan jantung, sempat ke Abdul Manap, tapi Allah berkata lain," jawab Kasubbag Humas dan Protokol DPRD Muarojambi Heriyanto BP SE saat dikonfirmasi wartawan.

Jenazah Dedi disebut akan dikebumikan di TPU dekat rumahnya, saat ini masih dilakukan persiapan dari keluarga untuk dimakamkan.
Sekwan DPRD Muarojambi-Selebaran Beredar di GWA.
Terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Johansyah,SE,ME selaku Juru Bicara Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Jambi menyampaikan, bahwa malam tadi (24 Maret) Pukul 23.30 WIB, pihak Rumah Sakit Abdul Manap mengirimkan WA Kadinkes Provinsi Jambi bahwa ada pasien laki-laki umur 53 tahun  dalam katogori orang dalam pemantauan.

“Dari surat keterangan kematian yang dikeluarkan RSU Abdul Manap Pukul 01.01 bahwa pasien diagnosa gagal jantung dan gagal pernapasan dan penurunan kesadaran mengarah stroke. Bahwa almarhum diatas belum dilakukan uji swab. Maka belum bisa kita katagorikan positip virus corona. Dikarenakan almarhum riwayat perjalanannya dari jawa infonya Yogyakarta dan Tegal maka orang-orang yang ada contak dalam 14 hari kebelakang diharapkan dilaksanakan tes kesahatan,” kata Johansyah dalam relis yang dikirimkan kepada wartawan, Rabu (25/3/2020). 

"Ass, kawan-kawanku semuanya. Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi agar dapat segera kepala Rumah Sakit Abdul Manap mengumumkan ke publik pasien yang telah meninggal dunia tersebut. Untuk kita tunggu ya, terimakasih. Saat ini, kita sekarang diharapkan jangan berkumpul. Untuk menjaga, kita minta video rekaman nanti dikirim, terimakasih, " kata Johansyah. (JP-Asenk Lee)

Share this article :

Posting Komentar