}); }); Surat Terbuka Gubernur Jambi tentang Covid – 19 : “Maafkan Kami, Bila Perjalanan Anda Terganggu” | MediaLintasSumatera
Home » , , , » Surat Terbuka Gubernur Jambi tentang Covid – 19 : “Maafkan Kami, Bila Perjalanan Anda Terganggu”

Surat Terbuka Gubernur Jambi tentang Covid – 19 : “Maafkan Kami, Bila Perjalanan Anda Terganggu”

Written By MediaLintasSumatera on Sabtu, 11 April 2020 | 07.45

Gubernur Jambi, Fachrori Umar (tengah) memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) dan kebutuhan lain kepada petugas ketika meninjau Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, perbatasan Jambi – Riau, Dusun Kebun, Batang Asam, Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi, Rabu (08/04/2020). (Matra/AdeSM)
Salah satu Posko Penanganan Coronavirus Desesea (Covid-19) Provinsi Jambi  itu berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, perbatasan Jambi – Riau, persisnya di Dusun Kebun, Batang Asam, Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi, sekitar 158 Kilometer (Km) atau tiga jam perjalanan darat dari Kota Jambi.

Ke Posko Covid – 19 Jambi itulah saya bersama Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Firman Shantyabudi dan Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto berkunjung melihat langsung pemeriksaan kesehatan penumpang dan awak bus, truk dan kendaraan pribadi, Rabu 8 April 2020 pagi., saya bersambang ke sana.

Menjelang siang, kami sudah tiba di sana. Sembari menjaga jarak, tentunya, saya, pak Kapolda dan adinda Edi langsung mengecek sekeliling posko. Kami menggali keluhan petugas, apa-apa saja yang menjadi kebutuhan dan temuan mereka di lapangan. Mereka adalah garda terdepan, penjaga penyebaran Covid-19 di pintu masuk Provinsi Jambi itu. Sungguh luar biasa. Siang-malam mereka bekerja, dua puluh empat jam tanpa jeda. Sementara, anak-istri terpaksa tinggal dulu sejenak di rumah.

Berjibaku memeriksa bus dan pengendara yang melintas, mereka bekerja tak kenal lelah. Dengan Alat Pelindung Diri terpasang, mereka menyetop semua kendaraan tanpa terkecuali. Para penumpang dicek kesehatannya, satu per satu. Sementara kendaraannya, terpaksa disemprot cairan disinfektan.

Kami hadir di sana, untuk memberi semangat. Untuk menggali saran dan masukan. Supaya kami bisa membuat kebijakan yang lebih strategis lagi. Beberapa curhat yang sempat saya catat misalnya, mereka mengeluh acapkali menghadapi pengendara yang protes ketika di stop.

Alasannya karena merasa terganggu. Tapi, satgas Covid-19 tetap keukuh. Demi menjaga keselamatan umat manusia, mereka tetap melaksanakan protokol kesehatan itu, agar sebaran Corona tak meluas.

Ada warga yang terindikasi terpapar, langsung diboyong ke bilik isolasi. Sudah ada petugas kesehatan yang stand by di situ, yang bersiaga memeriksa mereka. Bagi yang terindikasi gejala, petugas secepatnya merujuk ke puskesmas atau ke rumah sakit terdekat.

Begitulah terus, hari-hari yang mereka lalui, di posko Covid-19 itu. Disamping juga, mereka tak bosan-bosannya berkampanye, supaya warga konsisten menjaga jarak. Jangan berkerumun. Dan tetap berada di rumah untuk isolasi mandiri.

Saya sampaikan ke warga, lewat tulisan terbuka ini, maafkan kami. Bila perjalanan anda terganggu. Semua itu demi keberlangsungan hidup kita juga. Kita semua tentu tak mau tragedi Corona di Italia terulang di negeri kita bukan?

Petugas kesehatan memeriksa kondisi suhu tubuh penumpang bus di Posko Covid-19 Provinsi Jambi, perbatasan Provinsi Jambi – Sumatera Selatan, Desa Suka Damai RT 1 Rimba Jaya, Kecamatan Mestong,  Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (01/04/2020). (Matra/AdeSM)
Kami juga mengecek kondisi posko. Apa-apa yang menjadi kebutuhan petugas, semuanya saya catat dalam buku kecil. Bersama pak Kapolda dan adinda Edi, kami lalu membagikan makanan siap saji, lauk-pauk, masker, APD, sarung tangan dan termometer. Kami juga menitip paket makanan bayi di sana. Untuk jaga-jaga, kalau-kalau ada warga beranak kecil yang membutuhkan.

Saya minta petugas jaga, untuk terus melaporkan perkembangan di lapangan ke gugus tugas.

Sebelum beranjak, saya berpesan agar terus-menerus memperketat kendaraan yang melintas. Itu semua demi menyetop penyebaran Covid-19. Agar tak melebar luas.

Pak Kapolda pun setuju. Ia mengomandoi petugas yang berjaga di posko itu, agar terus bekerja dengan baik. Putra mantan Wapres Try Sutrisno ini juga mengingatkan masyarakat untuk ikut bahu-membahu, mengenyahkan Covid-19 itu, dengan menumbuhkan sikap saling peduli. Jangan nafsi-nafsi. Salah satu caranya, konsisten isolasi mandiri.

Adinda Edi tak kalah tegas. Anak muda itu meminta semua petugas, semua kita agar berdisiplin diri. Baik berdisiplin menjaga jarak, menjaga kesehatan maupun disiplin mengikuti arahan pemerintah. Karena, menurutnya, inilah kunci untuk menghindari penyebaran Covid-19 itu.

Sebagai komandan wakil rakyat, Edi berjanji akan berjuang dengan segenap jiwa, untuk sama-sama mencegah penyebaran Covid-19 ini. Dari dewan, ia akan mendukung langkah pemerintah menggeser anggaran yang tak prioritas, untuk penangan Covid-19 itu.

Pak Kapolda, adinda Edi, dan kami semua kompak dari lokasi itu dengan penuh harap, sembari mengangkat kedua tangan ke langit, kami memohon belas kasih Allah SWT. Agar virus berbahaya itu secepatnya diangkat. Supaya roda kehidupan umat manusia normal kembali. Agar kita semua bisa bekerja lagi, seperti sedia kala. Semoga!

Sekali lagi, maafkan kami, jika perjalanan anda terganggu…..Wassalam….Fachrori Umar, Gubernur Jambi.***
Share this article :

Posting Komentar