. Bus Rapi Terjungkal di Jalan Lintas Timur Sumatera, Sopir Kabur | MediaLintasSumatera
Home » , , , » Bus Rapi Terjungkal di Jalan Lintas Timur Sumatera, Sopir Kabur

Bus Rapi Terjungkal di Jalan Lintas Timur Sumatera, Sopir Kabur

Written By MediaLintasSumatera on Senin, 06 Juli 2020 | 06.50

Bus PT RAPI berpenumpang 11 orang tujuan Kota Jambi – Medan, Sumatera Utara yang terguling di Kilometer (Km) 46, Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, sekitar 30 Km dari Kota Jambi, Sabtu (4/7/2020) siang. (Foto: Ist/Net)
 
(Matra, Jambi) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polda Jambi dan Polres Muarojambi, Provinsi Jambi hingga Senin (6/7/2020) masih memburu sopir bus PT Raja Perdana Inti (RAPI) yang mengalami kecelakaan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Kuat dugaan, sopir bus naas yang mengangkut penumpang tersebut melarikan diri ke arah Sumatera Utara.

Kapolres Muarojambi Ajun Komisaris Besar (AKBP) Ardiyanto melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Muarojambi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Amradi di Jambi, Senin (6/7/2020) menjelaskan, pihaknya sudah memintai keterangan pengurus kantor perwakilan PT RAPI Rapi Jambi terkait keberadaan sopir bus PO RAPI yang kecelakaan tersebut.

“Kami masih terus mencari sopir bus PT RAPI yang kecelakaan di Jalintim Sumatera, Kabupaten Muarojambi. Keterangan sudah kami minta kepada pengurus PT RAPI Perwakilan Jambi dan kondektur bus naas tersebut. Namun belum diketahui keberadaan sopir tersebut,”katanya.

Dijelaskan, bus PT RAPI nomor polisi BK 7206 UA mengalami kecelakaan di Km 46 Jalintim Sumatera, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Sabtu (4/7/2020) sekitar pukul 10.15 WIB dalam perjalanan dari Kota Jambi menuju Medan, Sumatera Utara. Bus naas yang mengangkut sebanyak 11 penumpang tersebut terguling di ruas jalan penuh tikungan ketika berusaha mendahului truk dengan kecepatan tinggi.

“Sipirbus tidak bisa mengendalikan bus yang melaju kencang di jalan yang memiliki tikungan ganda kiri – kanan, sehingga bus terguling di jalan. Akibat kecelakaan tersebut, sembilan penumpang luka ringan dan dua orang luka berat. Seluruh penumpang langsung dilarikan ke rumah sakit di Muarojambi dan Kota Jambi,”katanya.

Para penumpang bus PT RAPI yang mengalami luka-luka tersebut berasal dari Kota Jambi, Kota Medan, Batanghari dan Riau. Penumpang bus tersebut asal Kota Jambi , yakni yakni Ida Simbolon (45), warga Penyengat Rendah, Mesi (20), warga Perumahan Aur Duri dan Frediko Silitonga (20), warga Perumahan  Aur Duri.

Penumpang asal Medan, Sumatera Utara, yaitu Agus Riyanti (24), Bayu Saputra (25), Boy Sihotang (19) dan Arya Julianto (14). Penumpang asal Riau, Sulastri (43), warga, Kecamatan Belilas, Riau. Sedangkan penumpang asal Batanghari, Rina (25), warga Sungai Rengas, Batanghari, Alib (2) anak Rina dan Dini (32), warga Desa Ture

Sementara itu, Johan (45),  warga Kota Jambi asal Sumatera Utara di Jambi menyesalkan terjadinya kecelakaan bus PT RAPI di Jalintim Sumatera, Muarojambi. Kecelakaan bus tersebut menunjukkan masih rendahnya kepdulian para pengemudi dan pengusaha bus asal Sumatera Utara yang melayani rute Jambi – Sumatera Utara terhadap keselamatan penumpang.

“Para awak bus Medan – Jambi masih sering mengabaikan keselamatan penumpang hanya untuk mengejar waktu dan setoran. Keadaan ini sudah lama terjadi dan masih jarang mendapat perhatian pengusaha busa dan instansi terkait, khususnya jajaran perhubungan dan aparat keamanan,”ujarnya.

Johan mengharapkan, seluruh pengusaha dan awak bus yang beroperasi di seluruh ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), khususnya Jalintim Sumatera perlu meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan penumpang. Pengusaha dan awak bus  jangan hanya mengejar waktu dan setoran. Keselamatan penumpang harus diutamakan.

“Jajaran dinas perhubungan dan aparat kepolisian di Jalinsum juga perlu memantau pergerakan bus yang beroperasi. Pihak dinas perhubungan dan aparat kepolisian perlu membuat telepon pengaduan di setiap rumah makan atau restoran) di sepanjang Jalinsum. Hal itu penting agar penumpang busa melaporkan ulah para awak bus yang mengabaikan keselamatan penumpang,”ujarnya. (Matra/AdeSM)
Share this article :

Posting Komentar