}); }); Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Jambi Berupaya Selamatkan Populasi Ikan Asli Sungai Batanghari | MediaLintasSumatera
Home » » Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Jambi Berupaya Selamatkan Populasi Ikan Asli Sungai Batanghari

Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Jambi Berupaya Selamatkan Populasi Ikan Asli Sungai Batanghari

Written By MediaLintasSumatera on Jumat, 09 Oktober 2020 | 08.14

 
Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Daud (dua dari kiri) bersama Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi (tiga dari kiri) melakukan penaburan sekitar 2.020 ekor ikan asli lokal di Sungai Batanghari dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2020 tingkat Provinsi Jambi, Kamis (8/10/2020). (Foto : Matra/AdeSM)

(Matra, Jambi) – Populasi ikan asli lokal di Sungai Batanghari, Provinsi Jambi belakangan  ini terus berkurang. Hal tersebut disebabkan penangkapan ikan yang tidak terkendali. Baik penangkapan ikan secara massal, maupun penangkapan ikan dengan cara ilegal dengan meracun (memutas) dan menyetrum. Kondisi tersebut diperparah pula semakin tingginya pencemaran Sungai Batanghari akibat limbah industri dan penambangan emas liar.

Ancaman kepunahan ikan asli lokal di Sungai Batanghari cukup nyata. Saat ini spesies atau jenis ikan asli lokal di Sungai Batanghari Jambi hanya sekitar  132 jenis. Spesies ikan konsumsi yang tersisa di Sungai Batanghari sebanyak 76 jenis dan ikan hias 56 jenis ikan hias. Ikan hias asli Sungai Batanghari pun bakal punah karena sekitar 22 jenis ikan hias asli sungai terpanjang di Sumatera tersebut sudah diperdagangkan. Sekitar 50 % spesies ikan lokal di Sungai Batanghari kini sudah punah.

Menyadari ancaman kepunahan ikan asli lokal Sungai Batanghari, Jami tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pun kini terus berupaya menambah populasi ikan asli sungai itu. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2020 tingkat Provinsi Jambi yang dipusatkan di tepian Sungai Batanghari, Pasar, Kota Jambi, Kamis (8/10/2020), Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Daud, Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi menabur sekitar 2.020 ekor bibit ikan asli lokal di Sungai Batanghari.

“Penaburan ribuan ikan asli lokal ke Sungai Batanghari, seperti ikan patin, baung, nila dan berbagai jenis ikan lainnya ini sebagai salah satu menambah kembali kekayaan ikan di Sungai Batanghari. Selain itu penaburan benih ikan ini juga memberikan tambahan ikan ke Sungai Batanghari agar bisa nanti menjadi sumber gizi warga Jambi,”kata Pjs Gubernur Jambi, Ir  Restuardy Daud,M.Sc pada kesempatan tersebut.

Restuardy Daud mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi Jambi semestinya dilaksanakan 5 Juni 2020. Namun karena kondisi pandemic Covid-19, kegiatan tersebut diundur menjadi 8 Oktober 2020. Lokasi pelaksanakan pun dipilih di Ruang Terbuka Hijau (RTH) komplek Pasar Angso Duo, Kota Jambi. Pada kesempatan tersebut Restuardy Daud juga melakukan penanaman pohon. Turut hadira pada kesempatan itu, Pejabat (Pj) Sekda Provinsi Jambi H.Sudirman,SH,MH, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2020 tingkat Provinsi Jambi tersebut diikuti secara virtual oleh pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi dan 70 perusahaan. Seluruh pemerintah kabupaten/kota dan 70 perusahaan swasta di Jambi juga melakukan penanaman sekitar 2.020 bibit pohon pada pringatan hari lingkungan hidup tersebut.

Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Daud (dua dari kiri) melakukan penanaman pohon pinang di ruang terbuka hijau kawasan eks pasar Angso Duo, Kota Jambi pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2020 tingkat Provinsi Jambi, Kamis (8/10/2020). (Foto : Matra/AdeSM)

Kebakaran Hutan

Restuardy Daud pada kesempatan tersebut mengapresiasi kerja keras dan sinergitas seluruh jajaran Forkopimda Jambi, jajaran pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se - Provinsi Jambi,   pemerhati lingkungan, dan seluruh pihak yang bergerak untuk menjaga lingkungan hidup, termasuk sektor swasta yang peduli terhadap lingkungan.

Apresiasi itu diberikan karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi tahun ini bisa dikendalikan. Kebakaran hutan di Provinsi Jambi tahun ini hanya sekitar 227 hektare (ha). Sedangkan tahun 2019, luas karhutla di Jambi mencapai 157.137 ha. Jadi Pemprov Jambi bisa menekan kasus karhutla tahun ini, termasuk karhutla di hutan dan lahan gambut.

“Saya mengapresiasi kinerja semua pihak karena bencana karhutla di Jambi tahun ini bisa ditekan cukup signifikan. Kita dititipkan untuk menjaga lahan gambut, karena kita juga memiliki wilayah yang cukup luas dengan karakteristik tersebut, serta mengambil langkah-langkah jangan sampai api sudah membesar baru kemudian kita melakukan pemadaman,”ujarnya.

Restuardy menyampaikan penghargaan terhadap unsur-unsur yang berperan penting dalam menendalikan kebakaran hutan tahun ini, yakni Kapolda Jambi dan jajaran,  Danrem 042/ Garuda Putih dan jajaran, Manggala Agni, BPPD, dan seluruh pihak terutama juga masyarakat dan swasta yang telah turut serta.

Menusut Restuardy Daud, beberapa poin penting dari sambutan Menteri Kehutanan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya perlu disampaikan pada peringatan hari lingkungan hidup tahun ini. Di antaranya mengenai tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2020, “Time for Nature” (Waktu untuk Alam). Tema tersebut mengajak seluruh penduduk dunia untuk menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum, dan ruang hidup di planet yang ditinggali adalah sebaik-baiknya manfaat dari alam (nature) sehingga harus dilestarikan.

“Peringatan lingkungan hidup tahun ini mengambil tema“Time for Nature” hal ini artinya dalam bahasa kita pada peringatan lingkungan hidup sedunia yang ditetapkan tahun 2020  kita diminta untuk sama-sama menyisihkan waktu untuk melihat kembali alam lingkungan sekitar kita,”katanya. 

Lebih lanjut dikatakan, Indonesia sebagai suatu negara yang memiliki hutan tropis yang sangat besar sehingga kemudian kita disebut sebagai salah satu mega biodiversity country yang memiliki peran strategis terhadap seluruh ekosistem, tidak hanya untuk internal kita, tetapi juga untuk dunia.

“Salah satunya disebut sebagai paru-paru dunia dan sebagainya, kita menjadi tuan rumah atau menjadi rumah dari sekian ratus spesies flora dan fauna serta kekayaan ekosistem,”tambahnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah pada kesempatan tersebut mengatakan, seluruh komponen masyarakat di Jambi perlu semakin menyadari pentingnya lingkungan hijau bagi kehidupan.

“Kita diminta kembali ke alam. Kami mengajak seluruh kabupaten/kota se Provinsi  Jambi walaupun dalam kondisi pandemi melalui zoom meeting, juga hadir seluruh kepala dinas lingkungan hidup. Kami juga mengajak seluruh perusahaan  untuk melakukan penanaman dan penghijauan kembali terhadap lingkungan yang sudah mulai  rusak,”paparnya. (Matra/AdeSM)



Share this article :

Posting Komentar