. Keluarga Presiden Jokowi di Pentas Kepemimpinan Daerah, Menantu Jadi Wali Kota Medan dan Putra Sulung Jadi Wali Kota Solo | MediaLintasSumatera
Home » » Keluarga Presiden Jokowi di Pentas Kepemimpinan Daerah, Menantu Jadi Wali Kota Medan dan Putra Sulung Jadi Wali Kota Solo

Keluarga Presiden Jokowi di Pentas Kepemimpinan Daerah, Menantu Jadi Wali Kota Medan dan Putra Sulung Jadi Wali Kota Solo

Written By MediaLintasSumatera on Sabtu, 27 Februari 2021 | 08.14

Bobby Nasution (kanan) dan Aulia Rachman (kiri) dilantik menjadi Wali Kota Medan - Wakil Wali Kota Medan periode 2021 - 2024 di rumah dinas Gubernur Sumatera Utara, Jumat (26/2/2021). (Foto : Matra/Ist)

(Matra, Jambi) – Anggota keluarga Presdien Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) akhirnya secara sah menguasai dua kota penting di Indonesia, yakni Medan Sumatera Utara (Sumut) dan  Solo, Jawa Tengah menyusul dilantiknya menantu Presiden Jokowi, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM menjadi Wali Kota Medan dan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menjadi Wali Kota Solo, Jumat (26/2/2021).  

Menantu dan putra Presiden Jokowi tersebut sukses meraih tampuk kepemimpinan di daerahnya masing-masing pada usia yang masih muda berkat besarnya dukungan warga masyarakat pada Pilkada Serentak, Rabu, 9 Desember 2020. Pelantikan menantu Presiden Jokowi sebagai Wali Kota Medan di Kota Medan dan pelantikan putra Presiden Jokowi sebagai Wali Kota Solo di Kota Solo bererlangsung khidmat dan tertib.

Pelantikan Wali Kota Medan, Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman untuk masa jabatan 2021 - 2024 dilakukan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi atas nama Menteri Dalam Negeri secara virtual (dalam jaringan/daring) di rumah dinas Gubernur Sumut, Kota Medan, Jumat (26/2/2021) pagi. Pada kesempatan tersebut Gubernur Sumut juga melantik lima pasangan kepala daerah lainnya se-Provinsi Sumut hasil Pilkada Serentak 2020.

Pasangan kepala daerah lain yang dilantik pada kesempatan tersebut, yakni Wakil Wali Kota Binjai, Amir Hamzah (Wali Kota Binjai terpilih, Juliadi, meninggal dunia), Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Syahrial - Waris Thalib, Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya - Adlin Umar Yusri Tambunan, Bupati dan Wakil Bupati Asahan, Surya - Taufik Zainal Abidin dan Bupati dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor - Oloan P Nababan.

Sementara itu itu pelantikan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo atas nama Menteri Dalam Negeri dilakukan di dedung DPRD Kota Solo, Kecamatan Laweyan, Solo, juga secara virtual.

Penanganan Covid-19

Bobby Nasution seusai pelantikan tersebut mengatakan, pada masa awal masa tugas mereka,  Pemkot Mendan fokus pada penanganan Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Keberhasilan menangani pandemic Covid-19 dinilai sangat penting untuk memulihkan kegiatan ekonomi dan sosial warga masyarakat Kota Medan.

"Memasuki tahap-taha pawal tugas sebagai Wali Kota dan WakilWali Kota Medan, kami berupaya meningkatkan penanganan Covid-19, khususnya percepatan vaksinasi Covid-19. Hal ini yang pertama sekali ingin kami lakukan sebagai upaya memulihkan ekonomi Kota Medan,"katanya.

Sedangkan dalam pidato pertamanya di hadapan DPRD Kota Medan, seusai dilantik menjadi Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution mengatakan, di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman, Pemkot Medan akan berupaya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menata Kota Medan menjadi kota yang maju dan sejahtera.

Dikatakan, salah satu program penting membangun Medan yakni, berkolaborasi menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Kota Medan seperti masalah banjir, sampah dan infrastruktur. Penanganan Infrastruktur di Medan ditargetkan rampung dua tahun ke depan.

“Saya yakin dengan berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi Sumut dan masalah infastruktur, dua tahun ke depan bisa selesai,”katanya.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution ketika menyampaikan pidato perdana di hadapan DPRD Kota Medan, seusai dilantik menjadi Wali Kota Medan di Medan, Sumatera Utara, Jumat (26/2/2021). (Foto:Matra/DinasKominfoMedan)

Hilangkan Ego

Bobby Nasution juga juga mengajak semua pihak agar dapat lebih jernih menata kondisi Kota Medan menuju kota metropolitan guna mensejahterakan masyarakat. Artinya mulai hari ini jangan lagi kerja sendiri-sendiri dan jangan sampai ada merasa Super Hero. Hilangkan ego sentris lembaga.

"Terkhusus untuk mengatasi banjir di Kota Medan, Pemkot Medan akan kerjasama dengan daerah tetangga yang dikordinir Pemprov Sumut. Misalnya kerja sama dengan Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai dan Kabupaten Karo (Mebidangro). Melalui kerja sama tersebut banjir di Medan dan sekitarnya akan kita selesaikan mulai dari hulu hingga ke hilir dan tetap minta dukungan pemerintah pusat,”katanya.

Lebih lanjut dikatakan, selain masalah infrastuktur dan banjir, pekerjaan rumah Kota Medan yang harus cepat diselesaikan, yakni penanganan sampah untuk kebersihan kota. Di sektor kebersihan, sampah juga menjadi fokus utama yang harus diperhatikan. Harapannya, dengan kolaborasi yang dibangun bisa menjadikan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Kemudian di sektor ekonomi, tambahnya, Pemkot Medan akan menggali potensi besar dari Usaha MIkro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan demikian  UMKM bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan Kota Medan. Pemkot Medan juga harus mampu melihat peluang yang ada dengan memanfaatkan tekhnologi digital.

“Dari sektor kuliner, mari kita jadikan kuliner Kota Medan semakin dikenal. Keberagaman kuliner di Medan memiliki dua cita rasa yakni enak dan enak sekali. Jadi, pantas rasanya menyebut kuliner Kota Medan sebagai the kitchen of Asia,”katanya.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi ketika memberikan sambutan pada pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Nasution – Aulia Rachman beserta lima pasangan kepala daerah se-Sumatera Utara di rumah dinas Gubernur Sumatera Utara, Kota Medan,  Jumat (26/2/2021). (Foto : Matra/DinasKominfoPemrprovSumut)

Jaga Harmonisasi

Sementara itu Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam sambutannya pada pelantikan Wali Kota Medan tersebut mengingatkan bahwa setiap kepala daerah adalah pembina politik, walaupun masing-masing daerah punya ketua partai politik. Sebagai Pembina politik, kepala daerah harus senantiasa menjaga harmonisasi di daerah masing-masing, termasuk harmonisasi anatara kepala dan wakil kepala daerah.

Edy Rahmayadi lebih lanjut mengatakan, berdasarkan pengalaman selama ini, perselisihan antara pimpinan dan wakilnya seringkali terjadi. Biasanya pasangan kepala daerah cuma akrab pada tahun pertama masa tugas mereka. Kondisi tersebut banyak terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Sumut.

Edy Rahmayadi sendiri mengaku bahwa hubungannya dengan Wakil Gubernur Sumut Musa, Rajekshah juga sering terganggu. Tapi selaku Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi tetap menjaga harmonisasi kepemimpinan daerah.

"Pastikan Wakil Gubernur tak akan berani meributkan saya, saya yakin on the straight yang saya lakukan. Gesekan-gesekan pasti, saya tak mau dengar itu. Loyal kepada Gubernur, tidak ada alasan anda menentang kebijakan Gubernur selama itu on the straight,"katanya.

Menurut Edy Rahmayadi, kepala daerah menanggung amanah rakyat yang cukup berat. Karena itu persoalan yang timbul akan semakin sulit diselesaikan jika terjadi perselisihan antara pimpinan dan wakilnya. Untuk mengatasi masalah seperti itu, segala permasalahan di daerah perlu disampaikan dalam rapat dan diselesaikan bersama.

Dikatakan, salah satu permasalahan yang perlu diatasi di Sumut saat ini, yakni masalah korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan rapor merah masalah korupsi untuk Provinsi Sumut pekan lalu. Sumut menjadi daerah nomor 3 dari 34 provinsi di Indonesia dalam hal jumlah terbanyak kasus korupsi. Pada 2 bulan sebelumnya, Sumut berada di urutan kedua, berbeda tipis dari Jawa Barat.

“Karena itu para pimpinan kepala daerah agar mengingatkan kepala dinas untuk berbuat yang terbaik. Kerja sama daerah harus ditingkatkan untuk mengatasi berbagai permasalahan pembangunan di daerah, termasuk mengatasi masalah korupsi. Misi utama mengatasi berbagai masalah tersebut, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”katanya. (Matra/AdeSM/Berbagai Ssumber)


Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA

Redaksi Matra Mengucapkan

Redaksi Matra Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

Perjuangan Paslon Vandiko Timoteus Gultom -Martua Sitanggang Mengganti Bupati Samosir

Perjuangan Paslon Vandiko Timoteus Gultom -Martua Sitanggang Mengganti Bupati Samosir
KLIK Benner Untuk Beritanya