. 11 Orang Tahanan yang Kabur dari Lapas Muarabulian Belum Tertangkap | MediaLintasSumatera
Home » , , , » 11 Orang Tahanan yang Kabur dari Lapas Muarabulian Belum Tertangkap

11 Orang Tahanan yang Kabur dari Lapas Muarabulian Belum Tertangkap

Written By MediaLintasSumatera on Kamis, 18 November 2021 | 08.52

Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo (dua dari kiri) ketika memeriksa lokasi pelarian 24 orang tahanan Polres Batanghari yang kabur dari Lapas Anak Muarabulian, Batanghari, Senin (15/11/2021). (Foto : Matra/PolresBatanghari).

(Matra, Jambi) – Sebanyak 11 orang dari 23 orang tahanan yang kabur dari Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Anak Muarabulian, Batanghari, Provinsi Jambi hingga Kamis (18/11/2021) masih diburu. Kesebelas tahanan yang kabur dari Lapas Anak Muarabulian tersebut diupayakan bisa ditangkap kembali paling lambat akhir pekan ini. 

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Mulia Prianto kepada wartawan di Jambi, Kamis (18/11/2021) menjelaskan, tahanan kabur dari Lapas Anak Muarabulian yang sudah berhasil diamankan kembali hingga Rabu (17/11) sebanyak 13 orang. Sebanyak enam orang tahanan dibekuk polisi dan tujuh orang tahanan diserahkan pihak keluarga. Ke-13 orang tahanan yang tertangkap kembali tersebut masih ditahan dan diperiksa di Polda Jambi. 

“Sebanyak 11 orang lagi tahanan yang kabur dari Lapas Anak Muarabulian tersebut masih terus diburu. Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo telah menginstruksikan satuan gabungan Polres Batanghari dan Polda Jambi menangkap kembali kesebelas tahanan tersebut hingga akhir pekan ini,”katanya. 

Dijelaskan, ke-13 orang tahanan Lapas Anak Muarabulian yang menyerahkan diri, yakni Rahmat Dwi Putra bin Suhendra terkait kasus narkoba, Rendi Danuarta bin Manap (narkoba), Riadi alias Puyuk bin Sazili (narkoba), Syahrur Rizqi bin M Nursin (narkoba), Al Amin bin M Awi (Narkoba), Gunawan alias Agun bin Sarip (narkoba) dan Deden Ariandi Prayoga bin Sugiono (narkoba).

Selanjutnya enam tahanan yang dibekuk di tempat persembunyian mereka, Juan Veron bin Bastian (narkoba), M Revaldo bin Zulkaisam (narkoba), Arri Sakti bin Suryadi (narkoba), Antonius Virgo alias Pendi bin Zawawi (kasus ilegal drilling/pengeboran minyak ilegal), Resgianto alias Gawu bin Rajono (titipan kejaksaan) dan Iwan Septiawan bin Suryadi (titipan kejaksaan). 

Sedangkan 11 orang tahanan yang masih diburu, Dedek Veron bin Bastian (narkoba), Fransiscus Xaperius Rio anak Piktor Arus Petrus (narkoba), Rikhy Evalino Akbar bin Ismail (narkoba), Eggy S Bentala bin Rahmat Gamalsia (narkoba), M Sobri Harahap bin Duski Mirja (narkoba), Yunus bin Efendi (narkoba) dan Ledy Azwar bin Hamzah (narkoba). Selain itu, Sodikun bin Suparman (ilegal drilling), Joko Purnomo bin Tulus (ilegal drilling), Mat Tarjamin bin Matna (ilegal logging/pembalakan liar) dan Ito Wahyudi bin Hamzah (tahanan hakim). 

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 24 orang tahanan titipan Polres Batanghari dan Kejaksaan Negeri Muarabulian Batanghari kabur setelah menjebol ruang tahanan Lapas Anak Muarabulian, Jalan Ness, Sungaibuluh, Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Senin (15/11/2021) dini hari. Seorang tahanan atas nama Rahmat Dwi Putra langsung menyerahkan diri sekitar 1,5 jam setelah kabur. 

Mulia Prianto, Propam Polda Jambi sudah memeriksa petugas Polres Batanghari yang bertugas jaga ketika para napi Lapas Anak Muarabulian tersebut kabur Senin dinihari. Namun belum ada anggota petugas yang ditetapkan sebagai tersangka. 
Tahanan Titipan 

Sementara itu, Kepala Lapas Anak Kelas II B Muarabulian, Marojahan Doloksaribu, sebanyak 20 orang tahanan yang kabur dari lapas tersebut berstatus tahanan titipan Polres  Batanghari. Polres Batanghari menitipkan tahanan di Lapas Anak Muarabulian karena ruang tahanana Polres Batanghari sedang diperbaiki. 

Kemudian tiga orang tahanan yang kabur dari Lapas Anak Muarabulian tersebut tahanan titipan Kejaksaan Negeri Muarabulian Batanghari dan satu orang tahanan titipan Pengadilan Negeri Muarabulian Batanghari. 

“Pengawasan dan penyediaan segala keperluan tahanan titipan tersebut menjadi wewenang Polres Batanghari, Kejari Muarabulian dan Pengadilan Negeri Muarabulian.  Tahanan titipan Polres Batanghari di lapas tersebut setiap hari dijaga empat orang anggota Polres Batanghari,”katanya.  (Matra/AdeSM)

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA

Redaksi Matra Mengucapkan

Redaksi Matra Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

Perjuangan Paslon Vandiko Timoteus Gultom -Martua Sitanggang Mengganti Bupati Samosir

Perjuangan Paslon Vandiko Timoteus Gultom -Martua Sitanggang Mengganti Bupati Samosir
KLIK Benner Untuk Beritanya