. Hari Bakti ke-76 PU, 228 Km Jalan Negara di Provinsi Jambi Masih Rusak | MediaLintasSumatera
Home » » Hari Bakti ke-76 PU, 228 Km Jalan Negara di Provinsi Jambi Masih Rusak

Hari Bakti ke-76 PU, 228 Km Jalan Negara di Provinsi Jambi Masih Rusak

Written By MediaLintasSumatera on Sabtu, 04 Desember 2021 | 06.10

Gubernur Jambi, H Al Haris (dua dari kanan) meninjau perbaikan jalan di Pulaurengas – Muarosiau, Kecamatan Bangkor Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Minggu (19/9/2021). (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Kerusakan ratusan kilometer (Km) ruas jalan negara berstatus jalan provinsi di Jambi belum berhasil diperbaiki secara tuntas akibat minimnya anggaran perbaikan dan pembangunan jalan di daerah itu selama pandemi Covid—19. Total panjang jalan di Provinsi Jambi yang hingga kini masih dalam kondisi rusak mencapai 228 kilometer (Km). Kerusakan jalan tersebut mencapai 200 % dari 1.033 Km panjang ruas jalan negara berstatus jalan provinsi di Jambi. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi H M Fauzi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi, Ir Tetap Sinulingga di sela-sela peringatan Hari Bakti PUPR ke-76 di lapangan kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VI, Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Medalo Darat, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Jumat (3/12/2021) mengatakan, ruas jalan rusak berat di Jambi hingga November 2021 mencapai 106,32 Km atau 10,29 % dari total 1.033 Km Panjang jalan provinsi di daerah itu. 

Kemudian ruas jalan rusak ringan di Jambi mencapai 122 Km atau 11,81 %. Sedangkan ruas jalan yang mantap atau berkualitas baik di  Provinsi Jambi saat ini sekitar 449,24 Km atau 66,43 % dari target perbaikan jalan di Jambi tahun ini sekitar 371,38 Km (71,77 %). Kerusakan jalan berstatus jalan provinsi di Jambi sebagian besar terdapat antar daerah kabupaten. Sedangkan ruas jalan provinsi di daerah tersebut yang mantap terdapat di Kota Jambi dan Kota Sungaipenuh. 

“Ruas jalan negara yang pengelolaannya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mencapai 1.033 Km. Kondisi jalan provinsi yang mantap sekitar 449, 24 Km, rusak ringan 122 Km dan rusak berat 106,32 Km. Kerusakan jalan di Jambi belum diperbaiki dengan tuntas akibat kurangnya anggaran dana di tengah pandemi Covid-19,”ujarnya.

M Fauzi mengatakan, sesuai Laporan Perkembangan Pelaksanaan Kegiatan (LPPK) Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi November 2021, anggaran pembangunan jalan yang tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Provinsi Jambi hanya sekitar Rp 69,6 miliar. Kemudian pada DPA Perubahan Provinsi Jambi 2021 bertambah sekitar Rp 111 miliar.

“Anggaran tersebut diperuntukkan untuk pembangunan jalan, pelebaran jalan menuju standar, rekontruksi jalan, rehabilitasi jalan, pemeliharaan jalan berkala, pemeliharaan rutin jalan, pemeliharaan rutin jembatan, pengawasan teknis penyelenggaraan jalan dan jembatan serta survei kondisi jalan dan jembatan,”ujarnya. 

Dijelaskan, realisasi anggaran Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi hingga November 2021 mencapai Rp 43, 53 miliar (39,13 %). Jadi sisa anggaran pembangunan jalan di Jambi hingga awal Desember 2021 mencapai Rp 67,70 miliar. Serapan anggaran tersebut akan maksimal akhir Desember 2021 mengingat bahwa sejumlah pekerjaan masih berjalan.  
Kerusakan jalan di Kecamatan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi. (Foto : Matra/Ist)

Anggaran Meningkat

Menurut M Fauzi, anggaran pembangunan jalan dan jembatan di Provinsi Jambi tahun 2022 meningkat secara signifikan. Rencana anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pada APBD Provinsi Jambi 2022 mencapai Rp 376,33 miliar. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, pelebaran jalan menuju standar, rekontruksi jalan, rehabilitasi jalan serta pemeliharaan berkala jalan. 

Dikatakan, kegiatan pembangunan jalan di Jambi tahun depan meliputi pembangunan jalan Desa Simpang –Sungai Rambut (akses Pelabuhan Ujung Jabung), jalan Desa Simpang-Simpang Jembatan Muarasabak, jalan Dusun Tuo-Jangkat Merangin dan jalan Desa Simpang Berbak-Simpang Jembatan Mauarasabak (Dana DAK).

Kemudian kegiatan pelebaran jalan menuju standar, yakni jalan Lingkar Muarobungo (Sei Mengkuang-Simpang Sei Buluh-Simpang Tanjung Menanti-Simpang Terminal-Sei Binjai), jalan Simpang Sawmill-Simpang Logpon, jalan Sungai Duren-Sungai Buluh, jalan Simpang Panerokan –Simpang Suka Makmur/Sungai Bahar-Muarojambi.

Selain itu, lanjut M Fauzi, kegiatan rekontruksi jalan meliputi jalan Simpang Talang Pudak-Suak Kandis, jalan Simpang Pelawan –Sei Salak-Pkn Gedang/Batang Asai (dua ruas), jalan Pekan Gedang-Ma Talang, jalan Simp Pauh-Air Hitam/Simp Mentawak dan jalan Simpang Margoyoso-Air Hitam/Simp Mentawak. Kemudian jalan Muara Tebo-Simp Logpon, jalan Sei Saren-Teluk Nilau-Parit 10/Senyerang dan jalan Batas Kabupaten Tebo/Batas Kabupaten Bungo-Kuamang Kuning-Pintas-Betung Bedarah.

M Fauzi lebih lanjut mengatakan, kegiatan rehabilitasi jalan pada tahun 2022, yakni jalan Hayam Wuruk Kota Jambi dan jalan Basuki Rahmad-Jalan Zainir Havis. Sedangkan kegiatan pemeliharaan jalan berkala, yakni jalan Simpang Lagan-Simpang Pelabi/Zona V dan jalan Jujun-Lempur-Pulau Sangkar. 

Sementara itu, Gubernur Jambi H Al Haris pada peringatan Hari Bakti PU ke-76 di Jambi mengatakan, Pemprov Jambi akan terus meingkatkan kerja sama atau sinergi dengan  Kementerian PUP dalam pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan jalan dan jembatan. Sinergitas tersebut penting demi percepatan peningkatan pembangunan jalan dan jembatan di Jambi. 

“Saya mengharapkan adanya sinergitas dan pembangunan insfrakturtur terintegrasi di daerah. Semua harus kompak dari Kementerian PUPR, PUPR Provinsi Jambi dan PUPR Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi. Dengan demikian pembangunan infrastruktur yang sangat penting mendukung kemajuan pembangunan masyarakat dan daerah Jambi bisa berjalan dengan baik,”katanya.

Sedangkan Menteri PUPR, Dr Ir M Basuki Hadimuljono, MSc dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Jambi, H Al Haris pada Hari Bakti PU ke-76 di Jambi mengatakan, pembangunan insfrastruktur di Indonesia selama setahun terakhir terus berlanjut. Selain itu pembangunan infrastruktur di seluruh daerah di Indonesia juga terus dipacu guna membuka akses masyarakat ke pusat papertumbuhan ekonomi.

Selain itu, M Basuki Hadimuljono juga mengingatkan agar seluruh jajaran PU di Tanah Air tetap waspada Covid-19 dan patuh protokol kesehatan. Hal itu penting mencegah bertambahnya pegawai jajaran PU terpapar Covid-19 seperti kejadian dua tahun terakhir. 

Dikatakan, sekitar 7.400 orang pegawai PUPR di Indonesia terpapar virus Covid-19 hingga Jumat (3/12/2021). Kemudian pegawai PUPR di Indonesia meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 64 orang. Karena itu penanggulangan dan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 harus tatap ditingkatkan melalui vaksinasi dan prokes. (Matra/AdeSM).

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA