. Optimalkan "Herd Immunity", Vaksinasi di Jambi Tetap Dikebut Selama Nataru | MediaLintasSumatera
Home » , , , , , , » Optimalkan "Herd Immunity", Vaksinasi di Jambi Tetap Dikebut Selama Nataru

Optimalkan "Herd Immunity", Vaksinasi di Jambi Tetap Dikebut Selama Nataru

Written By MediaLintasSumatera on Selasa, 21 Desember 2021 | 19.39

Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH (kanan) memberikan penghargaan kepada Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Brigjen TNI M Zulkifli (tiga dari kiri) pada Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kominasi Pimpinan Daerah (Forkopimda ) se-Provinsi Jambi di hotal BW Luxury Jambi, Kota Jambi, Selasa (21/12/2021). (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Provinsi Jambi tetap mengebut penuntasan target vaksinasi selama masa perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) kendati target vaksinasi secara nasional 70 % di daerah itu sudah tercapai. Optimalisasi vaksinasi di Jambi dilakukan mencegah munculnya kasus Covid-19 di daerah tersebut selama perayaan Nataru.

“Dalam waktu dekat ada momen perayaan Natal dan Tahun Baru. Selama  Natal dan Tahun Baru kegiatan ibadah umat Kristen dan mobilitas masyarakat semakin tinggi. Kita berharap agar momen ini tidak menimbulkan kembali lonjakan kasus Covid-19 agar Natal dan Tahun bisa berlangsung lancar, aman dan damai. Untuk itu vaksinasi di Jambi harus terus diintensifkan dan protokol kesehatan tetap dipatuhi,”kata Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH pada Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kominasi Pimpinan Daerah (Forkopimda ) se-Provinsi Jambi di hotal BW Luxury Jambi, Kota Jambi, Selasa (21/12/2021). 

Rakor Forkopimda se-Provinsi Jambi yang membahas yang membahas vaksinasi dan penanganan konflik sosial tersebut turut dihadiri Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Brigjen TNI M Zulkifli dan Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo. 

Al Haris mengatakan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI hingga Minggu (19/12/2021) pukul 18.00 WIB, vaksinasi dosis pertama di Provinsi Jambi mencapai 1.944.364 atau 72,38 % dari sasaran vaksinasi di Jambi sekitar 2.686.193 orang. Sedangkan vaksinasi dosis kedua mencapai 1.390.678  orang atau 51,77 %. 

“Vaksinasi dosis kedua ini belum memenuhi target herd immunity (kekebalan kelompok). Namun demikian kita harus berupaya semaksimal mungkin agar Provinsi Jambi mencapai target kekebalan kelompok, khususnya menghadapi Nataru,”katanya. 

Menurut Al Harus, upaya pencapaian kekebalan kelompok ini merupakan bagian dari usaha untuk mencapai persepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan daerah. Selain vaksinasi, telah dilakukan upaya-upaya lain seperti penerapan protokol kesehatan yang menyebabkan kasus covid-19 di Provinsi Jambi terus melandai.

Dijelaskan, menyikapi pandemi Covid-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi sejak Maret 2020 dan berdampak menekan perekonomian masyarakat menimbulkan berbagai dampak lainnya. Karena itu Jambi terus melaksanakan penanggulanagan Covid-19 selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat, termasuk vaksinasi. 

“Walau awalnya vaksinasi di Jambi relatif lambat karena berbagai tantangan, terutama banyaknya keraguan masyarakat dalam menerima vaksin. Namun perlahan percepatan pelaksanaan vaksin bisa dilakukan, dengan berbagai strategi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,”ungkapnya.

Al Haris mengatakan, bahwa terwujudnya percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 merupakan buah kerja sama dan sinergitas Forkompinda Provinsi Jambi dan Forkompinda Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi. Termasuk Satgas Penanganan Covid 19 Provinsi Jambi dan Kabupaten/Kota, BUMN, dunia usaha, organisasi keagamaan, organisasi profesi dan masyarakat Provinsi Jambi. Untuk itu Gubenur menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras serta partisipasi semua pihak terkait.

Terkait penangangan konflik sosial, Al Haris mengatakan, seluruh jajaran pemerintah memiliki paradigma yang sama untuk mencegah terjasinya konflik sosial ini. Namun jika terjadi konflik sosial hendaknya diupayakan penyelesaian sedini dan sebaik mungkin. 

“Penanganan konflik sosial ini ibarat memadamkan api, jangan tunggu besar, melainkan harus sedini mungkin. Kita harus mencari tahu akar masalahnya, lalu menghadirkan solusi sebisa mungkin usahakan solusi permanen, dengan mengedepankan cara-cara persuasif dan pendekatan humanis,”tegasnya. (Matra/AdeSM).

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA