. Pamor Kota Wisata Parapat Harus Dipertahankan, Tetap Jadi Ikon Wisata Simalungun | MediaLintasSumatera
Home » , , , , » Pamor Kota Wisata Parapat Harus Dipertahankan, Tetap Jadi Ikon Wisata Simalungun

Pamor Kota Wisata Parapat Harus Dipertahankan, Tetap Jadi Ikon Wisata Simalungun

Written By MediaLintasSumatera on Minggu, 30 Januari 2022 | 18.46

Bupati Simalungun, St Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH, MH (kiri) menerima ulos ketika mengikuti ibadah di HKBP Parapat, Jalan Bukit Barisan Kelurahan Tigaraja, Parapat, Simalungun, Sumut, Minggu (30/1/2022). (Foto : Matra/KominfoSimalungun). 

(Matra, Simalungun) – Pamor kota wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) harus tetap dipertahankan agar daya pikat kota wisata pesisir Danau Toba tersebut tidak menurun. Predikat kota wisata Parapat sebagai ikon atau lambang pariwisata Simalungun juga hendaknya tetap dijaga demi meningkatkan kunjungan wisata ke Simalungun. 

"Kita harus menjaga kota Perapat ini agar manjadi ikon pariwisata di Simalungun. Hal itu penting agar pamor kota wisata Danau Toba ini tidak kalah dibanding objek wisata lain. Dalam waktu dekat, Presiden RI Joko Widodo (Jokwo) akan berkunjung kembali ke Parapat. Pada kunjungan tersebut, Presiden Jokowi akan mempromosikan kota wisata Parapat,”kata Bupati Simalungun, St Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH, MH ketika mengikuti ibadah di Huria Kristen Batak  Protestan (HKBP) Parapat di Jalan Bukit Barisan Kelurahan Tigaraja, Parapat, Simalungun, Sumut, Minggu (30/1/2022).

Kunjungan Radiapoh Hasiholan Sinaga ke jemaat HKBP Parapat turut diikuti isteri, Ny Ratnawati Saragih, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Erson Sinaga, Kepala Dinas Kesehatan Simalungun, Edwin Tony SM Simanjuntak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hotbinson Damanik dan para pejabat Pemkab Simalungun. Pada kesempatan tersebut, Radiapoh Hasiholan Sinaga secara pribadi memberikan sumbangan sebesar Rp 10 juta kepada warga jemaat HKBP Parapat. 

Menurut Radiapoh Hasiholan Sinaga, pembangunan Kabupaten Simalungun masih menghadapi kendala yang hingga kini belum tuntas. Kendala tersebut, penanganan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Danau Toba, termasuk Parapat. Penanganan KSN Danau Toba di Parapat tetap menjadi perhatian Pemkab Simalungun dan menjadi prioritas. 

"Kita berharap agar aset- aset pemerintah, kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa dimanfaatkan masyarakat kita, khususnya di kota wisata Parapat ini,"katanya.

Pada kesempatan tersebut, Radiapoh Hasiholan Sinaga mengingatkans eluruh warga jemaat HKBP Parapat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kegiatan ibadah dan aktivitas sehari-hari. Warga jemaat harus tetap patuh memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menghindari kerumunan. Selain itu, warga jemaat HKBP Parapat juga hendaknya seluruhnya mengikuti vaksinasi, termasuk vaksinasi booster (tambahan) dan pelajar usia 6 – 11 tahun. 
Bupati Simalungun, St Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH, MH (dua dari kiri) mengikuti ibadah di HKBP Parapat di Jalan Bukit Barisan Kelurahan Tigaraja, Parapat, Simalungun, Sumut, Minggu (30/1/2022). (Foto : Matra/KominfoSimalungun). 

Potensi Desa

Sementara itu Ketua DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani SH, baru-baru ini mengatakan, kejenuhan pengunjung di satu lokasi wisata, termasuk di Parapat perlu diperhatikan dan diantisipasi. Karena itu kawasan strategis nasional (KSN) Danau Toba menjadi tujuan pariwisata Simalungun, Sumut perlu diwujudkan. 

“Prospek KSN Danau Toba, termasuk Parapat cukup cerah. Karena itu jajaran Dinas Pariwisata Simalungun perlu menyusun program perjalanan paket wisata di beberapa lokasi wisata Simalungun, khususnya Parapat – Samosir. Dengan demikian nuansa pariwisata berbeda dengan wisata alam, budaya, sejarah, seni maupun wisata agro dan kreatifitas,”katanya.

Dikatakan, guna mewujudkan variasi destinasi wisata di Simalungun, spot-spot wisata perlu dikemas. Hal itu dapat dilakukan  dengan mengembangkan desa wisata dari 386 desa yang menyebar di 32 kecamatan di Simalungun. Potensi wisata desa yang berbeda atau bervariasi dikemas dengan apik agar menarik perhatian pengunjung dan pengunjung ingin tinggal lebih lama lagi di satu wisata.

“Potensi wisata andalan setiap desa, baik seni, budaya dan yang lainnya diharapkan dapat dilengkapi dengan narasi setiap objek wisata. Penjelasan dalam narasi tersebut memberitahukan kepada pengunjung tentang latar belakang objek wisata,”paparnya. 

Selain itu, lanjutnya, jajaran dinas pariwisata Simalungun juga perlu membina dan melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai sadar wisata. Alah satu edukasi wisata yang penting di Danau Toba, yakni peningkatan partisipasi masyarakat mencegah pencemaran lingkungan.

"Pariwisata Danau Toba memiliki prospek cukup cerah. Kemajuan pariwisata Danau Toba akan membangkitkan usaha ekonomi rakyat. Peningkatan usaha rakyat di sektor pariwisata ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah,”katanya. (Matra/AdeSM/BerbagaiSumber). 

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA