. Sekolah GKPS Tidak Bisa Dibandingkan dengan Sekolah Katolik, Pensiunan Guru GKPS Dapat Penghargaan | MediaLintasSumatera
Home » , , , , » Sekolah GKPS Tidak Bisa Dibandingkan dengan Sekolah Katolik, Pensiunan Guru GKPS Dapat Penghargaan

Sekolah GKPS Tidak Bisa Dibandingkan dengan Sekolah Katolik, Pensiunan Guru GKPS Dapat Penghargaan

Written By MediaLintasSumatera on Senin, 10 Januari 2022 | 08.31

Para pensiunan guru dan pegawai sekolah-sekolah GKPS ketika menerima penghargaan pada ibadah minggu di GKPS Sion Kota Pematangsiantar, Minggu (9/1/2022). (Foto : Matra/FebP).

(Matra, Pematangsiantar) – Yayasan Pendidikan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) memberikan penghargaan kepada 10 orang guru dan pegawai yang sudah pensiun atau memasuki masa purnabakti. Penyerahan penghargaan itu dilaksanakan pada ibadah minggu di GKPS Sion Kota Pematangsiantar, Minggu (9/1/2022). 

Penghargaan yang diperoleh para pensiunan guru dan pegawai Lembaga pendidikan GKPS tersebut, yakni piagam, pin emas dan gaji tiga bulan sebagai pesangon. Penghargaan diserahkan Ketua Yayasan Pendidikan GKPS, Jepri Sipayung, MPd disaksikan sekitar 300 orang warga jemaat dan Praeses GKPS Distrik I, Pdt Josia Siboro, STh, MM. 

Para pensiunan guru dan pegawai sekolah GKPS yang menerima penghargaan sudah menunaikan tugas antara 17 tahun hingga 36 tahun. Mereka berasal dari Sekolah Dasar (SD) GKPS 1 Singamangaraja, Kota Pematangsiantar dua orang, Sekolah Menengah Pertama (SMP) GKPS 3 Pematangsiantar (dua orang), SD GKPS Seribudolok (satu orang), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) GKPS 2 Pematangsiantar (dua orang), SD GKPS 1 Rambung Merah, SMP GKPS 1 Pematangraya dan SMK GKPS 1 Raya masing-masing satu orang. 

Penghargaan untuk guru dan pegawai pensiunan Lembaga pendidikan GKPS tersebut didasarkan pada SK Yayasan Pendidikan GKPS Nomor 1020/SK/YP-GKPS/1/2022 tentang Penghargaan Purnabakti Guru dan Pegawai Yayasan Pendidikan GKPS Tahun 2022. 

Ketua Yayasan Pendidikan GKPS, Jepri Sipayung, MPd pada kesempatan tersebut mengatakan, Yayasan Pendidikan GKPS memberikan penghargaan kepada para guru dan pegawai yang memasuki masa purnabakti sebagai bukti kepedulian terhadap para tenaga pendidik di GKPS. Pemberian penghargaan itu juga menjawi salah satu wujud pelaksanaan visi dan misi GKPS, yaitu gereja pembawa berkat dan peduli. 

Dikatakan, kepedulian terhadap para guru dan pegawai di Lembaga pendidikan GKPS selama ini tidak hanya dalam bentuk pemberian penghargaan setelah mereka pension. Yayasan Pendidikan GKPS juga secara berkala memberikan pendidikan dan pelatihan khusus kapada para guru-guru dan pegawai untuk meningkatkan kualitas mereka. 

Peningkatan kualitas atau sumber daya manusia (SDM) di lingkungan lembaga pendidikan GKPS penting guna meningkatkan kualitas siswa, khususnya para siswa lulusan sekolah – sekolah yang dikelola GKPS. 

“Hasilnya bisa dilihat dari banyaknya lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Hingga 2021 lalu, sedikitnya 90 orang lulusan SMA/SMK GKPS lolos ke PTN setiap tahun,”katanya.  

Menurut Jepri Sipayung, Yayasan Pendidikan GKPS juga memberikan penghargaan kepada siswa-siswa berprestasi guna memitivasi para siswa GKPS meningkatkan prestasi. Penghargaan siswa berprestasi tersebut diberikan di setiap kenaikan kelas/kelulusan. 

Misi Sosial

Jepri Sipayung mengakui, kualitas pendidikan di lembaga pendidikan GKPS tidak bisa dibandingkan dengan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan Katolik atau lembaga pendidikan lainnya. Masalahnya kemampuan finansial para siswa lembaga pendidikan GKPS masih banyak yang kurang memadai. Kondisi terssbut membuat para siswa tidak memiliki biaya yang mencukupi untuk melanjutkan sekolah. Kesulitan biaya pendidikan siswa tersebut ditanggulangi Yayasan Pendidikan GKPS. 

Dikatakan, Yayasan Pendidikan GKPS tetap berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di tengah kesulitan biaya pendidikan para siswa tersebut karena sekitar 90 % siswa sekolah – sekolah GKPS anak-anak warga GKPS. Kemudiansekitar 40 % siswa sekolah GKPS berasal dari ekonomi lemah. 

“Jadi sekolah GKPS yang memiliki besar di bidang sosial tidak bisa dibandingkan dengan sekolah lain yang sudah berorientasi komersial. Kita membantu siswa dari keluarga kurang mampu sekitar 40 %. Jadi kita lebih mengutamakan misi sosial guna memajukan anak-anak GKPS memperoleh pendidikan berkualitas,”katanya. 

Guna mengatasi kesulitan keuangan sekolah-sekolah di GKPS, Yayasan Pendidikan GKPS kini membuat program Gerakan Orang Tua Siboan Pasu-pasu (Gotap). Program tersebut dimaksudkan membantu anak-anak sekolah GKPS yang kesulitan biaya sekolah. 

“Harapan kami, misi ini bisa dikerjakan berasma karena kemampuan kami Yayasan Pendidikan GKPS dan GKPS gereja terbatas. Jadi bantuan dari para warga GKPS untuk mengatasi kesulitan biaya pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu ini penting agar tidak ada siswa sekolag GKPS yang putus sekolah. Program ini perlu kita wujudkan sebagai bentuk kepudulian dan membangkitkan semngat belajar siswa berprestasi,”katanya.

Dikatakan, Yayasan Pendidikan GKPS terus berupaya menjadikan sekolah-sekolah di GKPS, baik SD, SMP hingga SMA/SMK menjadi sekolah yang peduli,  unggul, modern dan berprestasi. Saat ini Yayasan Pendidikan GKPS menaungi 31 sekolah mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP dan SMA/SMK. 

TK/PAUD yang dikelola GKPS sebanyak tiga sekolah,  SD (17 sekolah), SMP (tujuh sekolah) dan SMA (satu sekolah) dan SMK (tiga sekolah). Yayasan Pendidikan GKPS juga mengelola dua asrama, yakni Asrama Putra dan Putri Sondi Raya. 

Sementara itu, Praeses GKPS Distri I, Pdt Josia Siboro, STh, MM pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru dan pegawai lembaga pendidikan GKPS penerima penghargaan tersebut yang selama ini telah mengabdikan diri merak memajukan pendidikan GKPS. 

“Kami berharap seluruh perjuangan dan kerja Lelah para guru dan pegawai GKPS yang memasuki masa purnabakti bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di GKPS dan bisa diteruskan para generasi penerus guru maupun pegawai lembaga pendidikan GKPS,”katanya. 

Sementara seorang guru peneirma penghargaan, Rama Nurliana Saragih yang telah mengabdi di SMP GKPS 1 Pematangraya selama 36 tahun menyampaikan rasa yukurnya atas penghargaan yang diberikan Yayasan Pendidikan GKPS. Penghargaan tersebut tak ternilai harganya kendati nilainya tidak seberapa. 

“Penghargaan ini menunjukkan Yayasan Pendidikan GKPS peduli terhadap para guru dan pegawai sekolah GKPS yang selama ini sudah mengabdi menunaikan tugas mencerdaskan anak-anak GKPS. Kami berharap sekolah GKPS semakin maju ke depan, guru dan pegawai semakin sejahtera dan anak – anak sekolah GKPS semaik berprestasi dan mampu bersaing,”ujarnya.***

Laporan : Febriyanto Purba
Editor      : Radesman Saragih

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA

Redaksi Matra Mengucapkan

Redaksi Matra Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya