. Picu Pencemaran Sungai Batanghari, Penambangan Emas Liar di Jambi Harus Diberantas Tuntas | MediaLintasSumatera
Home » , , , , , , , , » Picu Pencemaran Sungai Batanghari, Penambangan Emas Liar di Jambi Harus Diberantas Tuntas

Picu Pencemaran Sungai Batanghari, Penambangan Emas Liar di Jambi Harus Diberantas Tuntas

Written By MediaLintasSumatera on Rabu, 09 Maret 2022 | 20.51

Ketua DPRD Provinsi Jambi, H Edi Purwanto. (Foto : Matra/HumasDPRDJambi).

(Matra, Jambi) – Pemerintah daerah provinsi dan kabupaten di Jambi terkesan belum memberikan perhatian serius terhadap penanggulangan penambangan emas liar atau penambangan emas tanpa izin (PETI). Padahal penambangan emas liar (illegal mining) semakin meningkatkan pencemaran air Sungai Batanghari. 

“Pemerintah daerah di Jambi tampaknya belum menjadikan persoalan penambangan emas liar sebagai fokus utama untuk didiskusikan secara bersama guna mencari solusi. Sampai saat ini kami belum melihat action dari pemerintah daerah menyelesaikan masalah penambangan emas liar dengan win win solution (sama-sama menguntungkan) ,”kata Ketua DPRD Provinsi Jambi, H Edi Purwanto pada pencanangan Gerakan Sungai Batanghari Bersih di Sungai Batanghari, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Rabu (9/3/2022).

Pencanangan Gerakan Sungai Batanghari  Bersih tersebut dihadiri Gubernur Jambi, H Al Haris. Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi mengenai Gerakan Sungai Batanghari Bersih. 

Menurut Edi Purwanto, jika masalah penambangan emas liar di Jambi tidak ditangani dengan cepat dan serius, maka dampaknya akan semakin luas terhadap kerusakan lingkungan, khususnya terhadap pencemaran air Sungai Batanghari. 

Bahkan, lanjutnya, dampak penambangan emas liar terhadap pencemaran Sungai Batanghari relatif meningkat akibat belum adanya aksi nyata pemerintah daerah menanggulangi penambangan emas liar. Hal tersebut tercermin dari belum adanya alokasi anggaran khusus dan ketegasan pemerintah memberantas penambangan emas liar. 

Edi Purwanto mengatakan, penghijauan di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Batanghari harus ditingkatkan mencegah kerusakan Sungai Batanghari. Selain itu penyebab pencemaran air Sungai Batanghari akibat pabrik juga perlu disikapi lebih serius. 

“Sungai Batanghari masuk dalam status tercemar ringan. Ada banyak faktor yang mencemari Sungai Batanghari.Di antaranya halnya aktivitas penambangan emas liar, pembuangan sampah sembarangan, limbah pabrik dan pembalakan liar. Untuk itu kami meminta Pemprov Jambi mengambil langkah terukur untuk menyelamatkan Sungai Batanghari dari pencemaran,"tegasnya.

Dikatakan, pencemaran air Sungai Batanghari akibat penggunaan mercury penambangan emas liar harus disikapi serius dengan memberantas penambangan emas liar. Persoalan penambangan emas liar di DAS Batanghari menjadi masalah klasik yang hingga kini tidak ada penyelesaian. 

"Sekarang memang pencemaran akibat mercury dikatakan masih rendah. Namun bila dibiarkan terus terjadi bukan tidak mungkin pencemaran mercury di Sungai Batanghari akan semakin akan tinggi. Masalah ini perlu mendapat perhatian agar pencemaran Sungai Batanghari dapat dicegah,”katanya.

Lebih Serius

Sementara itu, Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo pada kesempatan tersebut mengatakan, seluruh jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan (stakeholders) di Provinsi Jambi diharapkan lebih serius melakukan Gerakan pemberantasan penambangan emas liar. Hal itu penting mencegah peningkatan pencemaran Sungai Batanghari akibat penggunaan mercury (air raksa) dalam praktik penambangan emas liar.

Menurut A Rachmad Wibowo, air Sungai Batanghari selalu keruh salah satunya disebabkan aktivitas penambangan emas liar atau sering disebut Penambang Emas Tanpa Izin (PETI). Karena itu pemerintah daerah di Jambi, baik provinsi dan kabupaten perlu mendorong pemberantasan penambangan emas liar. 

Dijelaskan, dorongan pemerintah daerah dalam pemberantasan penambangan emas liar tersebut penting sebagai dasar bagi aparat keamanan mengintensifkan pemberantasan penambangan emas liar hingga di daerah-daerah pelosok. Jadi jangan hanya apparat keamanan yang banyak bergerak memberantas penambangan emas liar tanpa dukungan pemerintah daerah.

“Selama menjabat sebagai Kapolda Jambi satu tahun terakhir, saya belum melihat kerja nyata dari pemerintah daerah menangani penambangan emas liar. Jadi saya meminta kepada pemerintah daerah di Jambi lebih tegas mengambil sikap mengatasi penambangan emas liar agar air Sungai Batanghari dapat bersih kembali," tegasnya.

A Rachmad Wibowo juga mengharapkan agar pencanangan Sungai Batanghari Bersih jangan sekedar seremonial saja. Gerakan Sungai Batanghari Bersih tersebut juga harus diikuti kerja nyata di lapangan. 

"Kita tahu kenapa Gerakan Sungai Batanghari Bersih dicanangkan?. Masalahnya, ya karena air Sungai Batanghari selalu keruh. Karena itu sangat perlu dilakukan upaya-upaya penyelamatan Sungai Batanghari dari tekanan pencemaran," ujarnya. (Matra/AdeSM).

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA