. Dua Tahun Rusak, Warga Desa di Simalungun Bangun Jembatan Secara Swadaya | MediaLintasSumatera
Home » , , , » Dua Tahun Rusak, Warga Desa di Simalungun Bangun Jembatan Secara Swadaya

Dua Tahun Rusak, Warga Desa di Simalungun Bangun Jembatan Secara Swadaya

Written By MediaLintasSumatera on Sabtu, 16 April 2022 | 18.27

Bupati Simalungun, St Radiapoh Hasiholan, SH, MH (depan) melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Nagori Rembuhit, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumut,  Sabtu (16/4/2022). (Foto : Matra/Kominfo).

(Matra, Simalungun) – Kelambanan pemerintah membangun kembali jembatan yang rusak berat di Nagori (Desa) Nagori Rembuhit, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) membuat warga desa bergerak sendiri membangun jembatan tersebut secara swadaya. 

Warga dua desa, Huta Sipanga dan Bukit Kataran, Nagori Rembuhit berupaya keras membangun kembali jembatan itu guna mengatasi kesulitan akses mereka ke luar desa. Baik akses mengangkut hasil pertanian dan berbelanja kebutuhan pokok maupun kelancaran anak-anak bersekolah. 

Pembangunan jembatan semi permanen sepanjang 30 meter dengan lebar 2,4 meter tersebut dimulai Sabtu (16/4/2022). Peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut dilakukan Bupati Simalungun, St Radiapoh Hasiholan, SH, MH di Nagori Rembuhit. 

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Huta Sipanga dan Bukit Kataran itu ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Radiapoh Hasiholan Sinaga. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Pemimpin Cabang BNI Pematangsiantar, J Gultom, anggota DPRD Simalungun, Sariadi ST, Suriawan SH dan Badri Kalimantan, SE MM. 

Ketua Panitia Pembangunan Jembatan Nagori Huta Sipanga - Bukit Kataran, Zen Mahmud pada kesempatan itu mengatakan, dana yang dibutuhkan membangun jembatan tersebut mencapai Rp 619 juta. Sekitar 281 juta dana pembangunan jembatan tersebut diupayakan warga desa secara swadaya. Sedangkan sekitar Rp 338 juta sumbangan dari dana pertanggungjawaban sosial (Corporation Sosial Responsibility/CSR) BNI Kota Pematangsiantar.

Menurut Zen Mahmud, jembatan tersebut pertama kali dibangun tahun 1998. Namun sejak dua tahun lalu, jembatan tersebut rusak berat dan tak bisa lagi dilalui kendaraan. Karena itu pemerintah dan warga desa melakukan pembangunan kembali jembatan tersebut secara swadaya.

 "Semoga pembangunan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Mari kita menjaga jembatan ini nantinya agar masa pakaiannya bisa lama,"katanya.

Sementara itu,  Wakil Pemimpin Cabang BNI Pematangsiantar, J Gultom pada kesempatan itu mengatakan, bantuan yang diberikan BNI Cabang Pematangsiantar membangun jembatan Nagori Rembuhit merupakan salah satu program bina lingkungan. Pihaknya memberi bantuan dalam bentuk material, yakni bahan-bahan bangunan untuk pembangunan jembatan.

"Jadi kami memberikan bantuan ini bukan bentuk uang tunai melainkan berupa bahan bahan untuk pembangunan jembatan. Kami harapkan melalui bantuan ini jembatan ini bisa diselesaikan secepatnya,"katanya.
Bupati Simalungun, St Radiapoh Hasiholan, SH, MH (kanan) menyapa warga desa terisolir pada peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Nagori Rembuhit, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumut,  Sabtu (16/4/2022). (Foto : Matra/Kominfo).

Sementara Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga mengatakan, pembangunan jembatan yang menghubungkan Huta Sipanga – Bukit Kataran tersebut sangat dibutuhkan warga masyarakat kedua huta (desa) tersebut. Jembatan tersebut merupakan akses utama warga masyarakat maupun anak anak melakukan aktifitasnya, khususnya sekolah. 

"Ketika seluruh masyarakat Rambuhit dan Bandar Selamat bersatu, saya yakin pembangunan jembatan ini dapat terlaksana dengan baik dan segera dapat terselesaikan, "tuturnya. 

Radiapoh Hasiholan Sinaga berharap, jembatan tersebut diupayakan dapat dibangun secara permanen tahun 2023. Hal itu penting agar jembatan tersebut bisa dimanfaatkan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

"Untuk saat ini, pembangunan jalan secara swadaya yang dilakukan belum permanen. Namun sudah bisa dilalui masyarakat mengangkut hasil bumi,"katanya.

Atas nama pemerintah, kata Radiapoh Hasiholan Sinaga, pihaknya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat dan juga pihak BNI yang telah membantu pembangunan jembatan tersebut. 

"Memang sangat dibutuhkan kebersamaan untuk penyelesaian pembangunan jembatan ini,"tandasnya. 

Pada kesempatan itu Bupati Simalungun, mendonasikan dana pribadinya sebesar Rp 10 juta untuk pembangunan jembatan tersebut. (Matra/FebP/AdeSM).

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA