. Potensi Wisata Religi Seberang Kota Jambi Perlu Dikelola Secara Profesional | MediaLintasSumatera
Home » , , , , , , » Potensi Wisata Religi Seberang Kota Jambi Perlu Dikelola Secara Profesional

Potensi Wisata Religi Seberang Kota Jambi Perlu Dikelola Secara Profesional

Written By MediaLintasSumatera on Sabtu, 02 April 2022 | 09.09


Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Komunitas Masyarakat Jambi Kota Seberang periode 2022-2027 di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Jumat (1/4/22) malam. (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Seberang Kota Jambi (Sekoja) atau sebagian wilayah Kota Jambi yang dipisahkan Sungai Batanghari dengan Pusat Kota Jambi, Provinsi Jambi berpotensi besar dikembangkan menjadi kampung wisata religius. Potensi tersebut ditandai dengan melekatnya predikat Sekoja sebagai pusat penengembangan agama Islam tertua di Provinsi Jambi. Potensi wisata religi tersebut perlu dikelola secara profesional guna meningkatkan kunjungan wisata. 

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH pada Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Komunitas Masyarakat Jambi Kota Seberang (KMJKS) Periode 2022-2027 di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Jumat (1/4/22) malam.

Menurut Al Haris, masyarakat Jambi Kota Seberang memiliki potensi religi, sosial budaya serta kearifan lokal spesifik yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Potensi tersebut, yakni religi Islam Melayu Jambi. Sebanyak 11 kelurahan di dua kecamatan di Sekoja, Kecamatan Danau Teluk dan Kecamatan Pelayangan sarat dengan perkembangan Islam. 

Bahkan di Sekoja ada Kelurahan Arab Melayu. Kemudian wilayah Kota Jambi yang dibelah Sungai Batanghari itu memiliki Pondok Pesantren (Ponpes) yang tegrolong tua, yakni Ponpes Nurul Iman, Ponpes As’ad Danau Teluk, Ponpes Sa’adatuddaren, Ponpes Al-Jauharen (Pelayangan) dan sebagainya. 

Selain itu, lanjutnya Sekoja juga memiliki peninggalan religi dan budaya Melayu yang hingga kini masih lestari, yaitu rumah tua, Rumah Batu. Rumah tua tersebut sebuah peninggalan Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri, seorang penyiar Islam pertama ke Jambi. 

Menurut Al Haris, tradisi religius masih melekat dalam kehidupan warga masyarakat Sekoja hingga kini, khususnya memasuku bulan Ramadan seperti sekarang ini. Misalnya tradisi  pengajian, menghapal Al Quran, yasinan, tadarusan, barjanji dan syiar kebesaran Islam. 
“Saya meminta pengurus KMJKS yang baru nantinya mampu membina dan merangkul baik seluruh pengurus maupun masyarakat Jambi Kota Seberang secara luas. Hal ini penting karena masyarakat Jambi Kota Seberang memiliki potensi, sosial budaya serta kearifan lokal spesifik yang harus tetap kita jaga dan lestarikan,”katanya.

Al Haris mengapresiasi atas pengukukuhkan dan pelantikan pengurus KMJKS Sekoja sebagai tulang punggung penembangan wisata religi di Kota Jambi. Para pengurus diharapkan menjalankan roda organisasi dengan baik dan mengemban amanah. Hal itu penting guna mewujudkan visi dan misi organisasi dengan baik serta menjalin kemitraan yang lebih baik dengan pemerintah.

“Saya mengajak KMJKS agar senantiasa memberikan sumbangsih pemikiran dan turut serta membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendukung program-program pemerintah sehingga pembangunan di Provinsi Jambi dapat terlaksana dengan baik,”katanya.

Sementara itu, Ketua KMJKS 2022-2027, Fakhrudin Razi mengatakan, sejarah berdirinya KMJKS ini berawal dan bergerak pada bidang pengurusan masalah duka cita. Kemudian kegiatan dikembangkan kepada bidang pendidikan sehingga muncullah pesantren yang ada di Kota Seberang. 

“KMJKS bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat orang Sekoja,”katanya. 

Dijelaskan, pengembangan wisata religi di Sekoja kini lebih mudah dilakukan karena sudah ada jembatan penghubunga dari Pasar Kota Jambi ke Sekoja, yakni Jembatan Gentala Arasy. Jadi sekarang tinggal pembenahan infrastruktur dan pengemasan sarana wisata di Sekoja yang perlu ditingkatkan. (Matra/AdeSM).

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA