. Ujian Berbasis Android di SMA RK Budi Mulia Kota Pematangsiantar, Demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan | MediaLintasSumatera
Home » , , , , » Ujian Berbasis Android di SMA RK Budi Mulia Kota Pematangsiantar, Demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Ujian Berbasis Android di SMA RK Budi Mulia Kota Pematangsiantar, Demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Written By MediaLintasSumatera on Kamis, 21 April 2022 | 18.27

Ujian sekolah berbasis android (online) di (SMA) Roma Katolik (RK) Budi Mulia Kota Pematangsiantar, Sumut, Kamis (21/4/2022). (Foto : Matra/FebP).

(Matra, Kota Pematangsaintar) -  Sekolah-sekolah menengah atas negeri dan swasta di Kota Pematangsiantar, Sumut terus meningkatkan kualitas ujian dengan memanfaatkan revolusi teknologi 4.0. Salah satu upaya tersebut, yakni melaksanakan ujian sekolah (US) berbasis komputer dan android. 

Sekolah Menengah Atas (SMA) Roma Katolik (RK) Budi Mulia Kota Pematangsiantar misalnya melaksanakan US tahun pelajaran 2021-2022 berbasis online (USBO). Ujian yang di laksanakan dari Senin – Senin (18 – 25/4/2022) tersebut digelar sebagai salah satu upaya efektivitas dan efisiensi UAS.

Wakil Kepala SMA RK Budi Mulia Kota Pematangsiantar Bidang Kurikulum, Suhardin Hutabalian mengatakan, pelaksanaan UAS yang sudah memasuki hari keempat berjalan dengan lancar. UAS yang dilaksanakan secara tatap muka tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat. 

”Sebanyak 325 Siswa Kelas XII yang ikut UAS berbasis computer dan android ini. Sekitar 233 siswa Jurusan IPA dan 92 jurusan IPS. Guna membatasi jarak agar sesuai prokes, para siswa dibagi ke dalam 17 ruangan kelas dengan jumlah siswa 20 orang setiap ruangan ujian,”katanya.

Menurut Suhardin Hutabalian, biasanya ujian di SMA RK Budi MUlia Pematangsiantar menggunakan kertas. Namun tahun ini SMA RK Budi Mulia melaksanakan ujian sekolah berbasis online dengan memakai smartphone android milik siswa masing-masing. 

“Jadi tidak lagi ujian tertulis atau manual. Sebelumnya kami sudah melakukan simulasi terkait pelaksanaan ujian berbasis online ataupun berbasis android. Terbukti memasuki hari ke empat ini  pelaksanaan ujian hasilnya baik dan lancer,”katanya.

Dikatakan, pihaknya sudah mengantisipasi beberapa kendala seperti masalah jaringan. Apabila ada siswa yang jaringannya terganggu, guru yang mengawasi akan memberikan data paketnya pada siswa tersebut. Jika masih bermasalah, siswa tersebut akan dibawa ke ruang khusus yang memiliki koneksi Wi-Fi.

Selain itu, katanya, jika terjadi pemadaman listrik, pihak sekolah sudah siap menyediakan Generator Set (Genset) guna mendukung pemenuhan listrik saat ujian berlangsung. 

Suhardin Hutabalian mengatakan, SMA RK Budi Mulia sudah beberapa kali melaksanakan ujian akhir sekolah berbasis teknologi menggunakana aplikasi computer based  test (CBT) atau android. Model ujian online tersebut sudah pernah dilakukan ketika siswa masih mengikuti pembelajaran secara dalam jaringan. 

 Menurut Suhardin Hutabalian, seluruh peserta didik mengerti pelaksanaan ujian online ini karena mereka sudah beberapa kali melaksanakan ujian daring. Mereka sudah paham apa yang dibolehkan dan wajib dilakukan peserta ujian. Semua sudah tersosialisasikan dengan jelas sebelumnya. 

“Ujian berbasis android juga menghemat waktu mengoreksi hasil ujian. Setelah semua siswa selesai mengerjakan ujian, hasil ujian langsung bisa diunduh lengkap dengan analisisnya,”katanya.

Sementara itu, Nasip Gultom selaku Ketua Pelaksana Ujian Sekolah Berbasis Online (USBO) SMA RK Budi Mulia mengatakan, selain menerapkan prokes sangat ketat, pengawasan ujian tersebut juga dilakukan sangat ketat. Siswa tidak memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan siswa lainnya. Masalahnya dalam satu sesi mata pelajaran, terjadi lima kali pergantian nomor token untuk membuka aplikasi ujian. 

“Setiap sesi ujian pada satu mata pelajaran dilakukan lima kali pergantian token atau kode untuk memasuki aplikasi ujian. Jadi, setiap 20 menit dilakukan pengubahan token,”katanya.

Melalui cara seperti itu, katanya, siswa yang mencoba bekerja sama atau menyontek tidak ada kesempatan untuk membuka kembali soal sebelumnya. Jika siswa tersebut meminta nomor token kembali padahal token sudah dikasih sebelum ujian berlangsung, siswa akan ketahuan melakukan kecurangan. (Matra/FebP).

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA