. Ketersediaan Air Semakin Kritis, Pelestarian Hutan dan Sungai Perlu Ditingkatkan | MediaLintasSumatera
Home » , , , , , , » Ketersediaan Air Semakin Kritis, Pelestarian Hutan dan Sungai Perlu Ditingkatkan

Ketersediaan Air Semakin Kritis, Pelestarian Hutan dan Sungai Perlu Ditingkatkan

Written By MediaLintasSumatera on Rabu, 08 Juni 2022 | 07.01

Wakil Gubernur Jambi, Drs H Abdullah Sani, MPdI (tengah) pada rapat Peringatan Hari Air Dunia dan Hari Sungai Nasional 2022 di di ruang pola kantor Gubernur Jambi, Kota Jambi, Selasa (7/6/2022). (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) –  Ketersediaan air bersih di dunia, termasuk di Jambi cenderung semakin kritis. Hal tersebut disebabkan persediaan air semamakin terbatas. Sementara kebutuhan air bersih terus meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk. Karena itu pelestarian sumber-sumber air bersih perlu ditingkatkan melalui pengendalian eksploitasi air tanah dan pelestarian hutan. 

Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Jambi, Drs H Abdullah Sani, MPdI pada rapat Peringatan Hari Air Dunia dan Hari Sungai Nasional 2022 di di ruang pola kantor Gubernur Jambi, Kota Jambi, Selasa (7/6/2022). Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  Provinsi Jambi, Ir Iskandar IS.

Menurut Abdullah Sani, tantangan ketersediaan dan mutu (kuantitas dan kualitas) air bersih semakin lama semakin berat. Hal tersebut disebabkan jumlah penduduk dunia terus meningkat, sehingga kebutuhan air juga terus  meningkat. Sedangkan ketersediaan air semakin terancam akibat kerusakan dan degradasi lingkungan terutama hutan sebagai penyangga tersedianya air.

Menyikapi ancaman krisis air bersih tersebut, Abdullah Sani mengharapkan  pengelolaan air harus terus ditingkatkan secara bersama-sama dan sinergis,  mulai dari hulu sampai hilir. Mulai dari sisi tersedianya air dengan mempertahankan dan merawat lingkungan dan hutan sebagai penyangga tersedianya air, menata dan merawat aliran air hingga sisi konsumsi air, yaitu penggunaan air secukupnya dan efisien.

“Aksi penyelamatan air yang digelar di Jambi pada peringatan Hari Air Sedunia dan Hari Sungai Nasional tahun ini hendaknya bisa dijadikan teladan bagi masyarakat. Berbagai kegiatan penyelamatan air di Jambi juga diharapkan bisa menjadi ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama melestarikan hutan dan lingkungan demi menjaga ketersediaan air tanah serta menjaga kebersihan sungai,”katanya.

Abdullah Sani mengatakan, Hari Air Dunia dan Hari Sungai Nasional 2022 memiliki kaitan yang sangat erat. Peringatan hari air dan hari sungai tersebut mengandung makna kepedulian dan semangat untuk menjaga kebersihan air dan sungai serta melestarikan daerah penyangga air. 

“Peringatan Hari Air Dunia dan Hari Sungai Nasional menggugah kepedulian dan kemauan semua pihak untuk berbuat, melakukan aksi untuk menjaga ketersediaan air bersih dengan melestarikan lingkungan terutama hutan, dan membersihkan sungai,”ujarnya.

Dijelaskan, peringatan Hari Air Dunia merupakan suatu momentum dan upaya mengingatkan semua pihak agar senantiasa menjaga ketersediaan air tanah serta menjaga kelestariannya. Peringatan Hari Air Sedunia juga hendaknya menyadarkan semua unsur baik pemerintah maupun lapisan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkesinambungan.

“Pada kesempatan ini, kita melaksanakan rapat dalam rangka memperingati Hari Air Dunia dan Hari Sungai Nasional 2022. Saya mengharapkan agar rapat ini bisa menghasilkan gagasan yang implementatif, yang bisa diimplementasikan untuk menjaga ketersediaan air bersih dan juga menjaga kebersihan sungai di Provinsi Jambi,”tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Jambi,  Iskandar IS pada kesempatan tersebut mengatakan, rapat tersebut bertujuan sebagai media silaturahmi intelektual antar pekerja seni kampus, seniman dan masyarakat. Ketiga elemen masyarakat tersebut menggerakkan kepedulian dan kesadaran mengenai pelestarian air. 

Dikatakan, upaya itu dilakukan melalui kolaborasi (kerja sama) saling menjaga kebersihan melalui visualitas seni teater. Seni teater merupakan ajang refleksi budaya Indonesia dalam konteks kekinian yang bisa dimanfaatkan sebagai media sosialisasi penyelamatan sumber-sumber air bersih. (Matra/AdeSM).

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA