. “Sinode Bolon” ke-45 GKPS di Pematangsiantar, GKPS Perlu Aksi Nyata Tingkatkan Kehadiran Beribadah | MediaLintasSumatera
Home » , , » “Sinode Bolon” ke-45 GKPS di Pematangsiantar, GKPS Perlu Aksi Nyata Tingkatkan Kehadiran Beribadah

“Sinode Bolon” ke-45 GKPS di Pematangsiantar, GKPS Perlu Aksi Nyata Tingkatkan Kehadiran Beribadah

Written By MediaLintasSumatera on Rabu, 29 Juni 2022 | 07.52

Ephorus GKPS, Pdt Dr Deddy Fajar Purba (kiri) disaksikan Bupati Simalungun, St Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH, MH (dua dari kanan) memukul gong pembukaan Sinode Bolon (Sidang Raya) ke-45 GKPS di Balai Bolon GKPS, Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kota Pematangsiantar, Sumut, Selasa (28/6/2022). (Foto : Matra/KominfoSimalungun).

(Matra, Pematangsiantar) – Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) yang merupakan salah satu gereja terbesar di Tanah Batak, Sumatera Utara (Sumut) harus dapat membuat program yang nyata atau konkrit meningkatkan kehadiran (partisipasi) jemaat mengikuti ibadah setiap minggu maupun ibadah rumah tangga. Hal tersebut penting karena selama beberapa tahun terakhir, jumlah anggota jemaat GKPS yang hadir pada kebaktian minggu maupun kebaktian rumah tangga cenderung menurun. 

Hal tersebut dikatakan Bupati Simalungun, St Radiapih Hasiholan Sinaga, SH, MH ketika memberikan sambutan pada pembukaan Sinode Bolon (Sidang Raya) ke-45 GKPS di Balai Bolon (Gedung Pertemuan) GKPS, Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kota Pematangsiantar, Selasa (28/6/2022).

Sinode Bolon ke-45 GKPS 2022 yang berlangsung mulai Selasa (28/6/2022) hingga Jumat (1/7/2022) secara resmi dibuka Ephorus GKPS , Pdt  Dr Deddy Fajar Purba.  Sinode Bolon GKPS tersebut diikuti sekitar 456 orang peserta. Peserta sinode bolon (sinodestan) terdiri dari para pendeta, penginjil, perutusan Sinode Bolon dari setiap resort atau wilayah pelayanan GKPS di seluruh Indonesia, yakni Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. 

Pembukaan Sinode Bolon ke-45 GKPS 2022 turut dihadiri Staf Khusus Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham), Bane Raja Manalu, Kepala Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Haryanto Butarbutar, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kabid TIK) Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Raja Sinambela dan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani, SpA.

Kemudian hadir juga  Bupati Dairi, DR Edy Keleng Ate Berutu, Wakili Ketua DPRD Simalungun, Samrin Girsang, Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Simalungun, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hengki Siahaan, Wakil Kepala Polresta (Wakapolresta) Pematangsiantar, Komisaris Polisi (Kompol) Ismawansah dan Ketua Umum Korps Senior Himpunan Mahasiswa dan Pemuda (Himapsi) Parlindungan Purba.
Plt Wali Kota Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani, SpA (dua dari kanan), Bupati Simalungun, St Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH, MH (tiga dari kanan) dan Bupati Dairi, DR Edy Keleng Ate Berutu (dua dari kiri) mengikuti pembukaan Sinode Bolon (Sidang Raya) ke-45 GKPS di Balai Bolon GKPS, Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kota Pematangsiantar, Sumut, Selasa (28/6/2022). (Foto : Matra/KominfoSimalungun).

Cenderung Menurun

Menurut Radiapoh Hasiholan Sinaga, berdasarkan data yang dihimpunnya, persentase kehadiran warga jemaat GKPS pada ibadah minggu dan rumah tangga satu tahun terakhir cenderung menurun. Kehadiran warga jemaat GKPS dalam ibadah minggu tahun 2021 hanya rata-rata 44 %. 

Kehadiran jemaat GKPS dalam ibadah minggu tersebut menurun dibandingkan tahun 2020 rata-rata 45 %. Kemudian kehadiran jemaat GKPS dalam partonggoan (ibadah rumah tangga) turun dari 33 % tahun 2020 menjadi 27 % tahun 2021.

Kondisi ini, katanya,  tentu menimbulkan pertanyaan. Apakah ini terjadi akibat kondisi ekonomi terkait pandemi Covid-19. Situasi ini menjadi tantangan dan pekerjaan rumah (PR) bersama GKPS. GKPS harus mencari solusi agar kehadiran jemaat GKPS dalam ibadah dan pelayanan lainnya meningkat. GKPS juga harus berupaya jemaat semakin mencintai GKPS. 

"Pengamatan saya sebagai warga Jemaat GKPS, ada pergumulan yang harus jadi perhatian kita khusus tentang kehadiran dalam mengikuti ibadah minggu. Karena itu saya mengharapkan GKPS dapat membuat program yang nyata dan konkrit meningkatkan kehadiran jemaat GKPS dalam melaksanakan ibadah setiap minggu maupun ibadah rumah tangga,"paparnya.

Radiapoh Hasiholan Sinaga mengatakan, Sinode Bolon ke-45 GKPS tahun ini merupakan agenda besar bagi GKPS. Sinode Bolon GKPS  tersebut juga sangat penting dan strategis bagi kehidupan seluruh jemaat dan pelayan GKPS. Karena itu sidang Sinode Bolon GKPS tahun ini diharapkan dapat membangun dan menunjukkan arah GKPS dalam membangun manusia seutuhnya.
Plt Wali Kota Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani, SpA (kiri) menerima kue ulang tahun dari Pimpinan Sinode GKPS pada pembukaan Sinode Bolon (Sidang Raya) ke-45 GKPS di Balai Bolon GKPS, Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kota Pematangsiantar, Sumut, Selasa (28/6/2022). (Foto : Matra/KominfoSimalungun).

Suasana Akrab 

Sementara itu, Plt Wali Kota  Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani, SpA pada kesempatan tersebut menyambut kehadiran seluruh peserta Sindoe Bolon ke-45 GKPS di Kota Pematangsiantar, terkhusus peserta sinode bolon dari luar Kota Pematangsiantar.

"Selamat datang di Kota Pematangsiantar, kota yang berhawa sejuk dengan motto Sapangambei Manoktok Hitei, yang artinya bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan mulia. Semoga acara Sinode Bolon GKPS 2022 ini berjalan lancar dan sukses,"katanya. 

Kehadiran Susanti Dewayani pada pembukaan Sinode Bolon ke-4 GKPS tersebut membangun nuansa keakraban. Pada kesempatan tersebut, Susanti Dewayani genap berusia 59 tahun. Ephorus GKPS, Pdt Dr Deddy Fajar Purba, unsur Pimpinan Sinode dan Panitia Sinode Bolon ke-45 GKPS memberikan kejutan kepada Susanti Dewayani dengan membawa kue ulang tahun. 

Ulang Tahun ke-59 Susanti Dewayani pun dirayakan penuh keakraban oleh seluruh peserta sinode bolon. Susanti Dewayani sendiri menerima kue ulang tahun dari Ephorus GKPS dengan sumringah.

Bukan Formalitas 

Menurut Susanti Dewayani, sinode bolon merupakan agenda yang sangat penting bagi GKPS. Bukan hanya bagi jemaatnya, tetapi juga bagi masyarakat, khususnya di Kota Pematangsiantar yang merupakan tempat berlokasinya Kantor Pusat GKPS. 

Sinode Bolon, katanya, bukan sekadar seremonial dan formalitas perhelatan agung yang diadakan untuk memilih ephorus, sekretaris jenderal dan kelengkapan lainnya. Di luar agenda rutin tersebut, tentu saja ada keputusan tentang hal-hal yang akan dilakukan GKPS di masa mendatang. 

"Bisa dibayangkan, betapa besarnya tugas dan tanggung jawab pimpinan GKPS. Sebab untuk menata dan mengelola jemaat dalam jumlah besar membutuhkan pemimpin yang tentunya memiliki kemampuan sangat luar biasa,"katanya. 

Susanti Dewayani mengatakan, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar sangat mengapresiasi jalinan kekeluargaan dan kerja sama seluruh unsur pimpinan, pelayan dan jemaat GKPS dengan Pemkot Pematangsiantar selama ini. Termasuk kersa sama dalam dalam menjaga kerukunan, toleransi dan iklim kondusif di tengah kemajemukan masyarakat Kota Pematangsiantar dan Indonesia.

"Semoga kerja sama GKPS dengan Pemkot Kota Pematangsiantar dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan Kota Pematangsiantar Sehat, Sejahtera dan Berkualitas. Besar harapan kami, GKPS semakin besar dan para pendetanya semakin menjadi garam dan terang dunia, memberikan kemaslahatan bagi para jemaatnya dan masyarakat Kota Pematangsiantar,"tuturnya. 

Sementara itu, Sekjen GKPS, Pdt Dr Urich Munthe pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Sinode Bolon ke-45 GKPS di Kota Pematangsiantar. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dari jajaran pemerintahan dan undangan yang hadir mengikuti pembukaan Sinode Bolon GKPS tersebut.

"Kita bersyukur atas kebersamaan ini. Kami berterima kasih atas dukungan dana dan dukungan morilnya,”ujarnya. 

Dikatakan, pandemi Covid-19 saat ini memang sudah melandai. Namun demikian pihaknya mengharapkan seluruh pesera Sinode Bolon ke-45 GKPS menjaga kesehatan, tetap menerapkan protokol kesehatan, khususnya mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer (cairan pembersih tangan) yang ada di tas masing-masing .

“Kita harus tetap menjaga agar Sindoe Bolon GKPS ini tidak menimbulkan kluster baru Covid-19. Kepada panitia kami sampaikan terima kasih karena sudah bekerja keras. Sedangkan para peserta sinode kami harapkan benar-benar mempergunakan waktu yang diberikan Tuhan untuk kebaikan kita bersama,"paparnya. (Matra/FebP/AdeSM).

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA