. Tekan Kasus Kematian Ibu dan Bayi, Puskesmas di Simalungun Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil | MediaLintasSumatera
Home » , , » Tekan Kasus Kematian Ibu dan Bayi, Puskesmas di Simalungun Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil

Tekan Kasus Kematian Ibu dan Bayi, Puskesmas di Simalungun Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil

Written By MediaLintasSumatera on Senin, 20 Juni 2022 | 08.35

Senam ibu-ibu hamil di Puskesmas Bandar Siantar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumut, Jumat (17/6/2022). (Foto : Matra/FebP).

(Matra, Simalungun) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu-ibu hamil dan lanjut usia. Pelayanan kesehatan terhadap ibu-ibu hamil mendapatkan perhatian khusus guna meningkatkan angka kesehatan ibu melahirkan dan keselamatan bayi sekaligus menekan kasus kematian ibu melahirkan dan bayi. 

Kemudian pelayanan kesehatan terhadap lanjut usia (lansia) mendapat perhatian guna mencegah adanya lansia terlantar dan meningkatkan pelayanan kesehatan/perawatan lansia yang mengalami berbagai penyakit menahun.

Salah satu bentuk upaya peningkatan pelayanan kesehatan terhadap ibu-ibu hamil dan lansia tersebut, yakni pelaksanaan senam dan sosialisasi program kesehatan untuk ibu-ibu hamil dan lansia di pusat kesehatan masyarakat (Puspkesmas). 

Salah satu Puskesmas yang menggelar senam dan sosialisasi pelayanan kesehatan untuk ibu-ibu hamil dan lansia tersebut, Puskesmas Bandar Siantar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. Kegiatan senam dan pelayanan kesehatan ibu-ibu hamil dan lansia di puskesmas tersebut dilakanakan, Jumat (17/6/2022).

Senam kesehatan ibu – ibu hamil di Puskesmas Bandar Siantar tersebut diikuti 149  orang, terdiri dari 75 orang kader pos pelayanan terpadu (Posyandu), 20 orang ibu hamil, 60 arang lansia dan empat orang bidan praktek swasta. Setelah senam, para ibu-ibu hamil dan lansia mengikuti sosialisasi mengenai pemeliharaan dan peningkatan kesehatan.

Kepala Puskesmas Bandar Siantar, Sri Dewi, Skep, Ns pada kesempatan tersebut menjelaskan, senam dan sosialisasi pelayanan kesehatan ibu-ibu hamil di Puskesmas Bandar Siantar diharapkan bisa meningkatkan kesehatan, kepedulian dan pengetahuan ibu-ibu hamil. Dengan demikian para ibu-ibu hamil tetap sehat hingga bisa melahirkan  atau menjalani persalinan sehat dan selamat. 

Sedangkan untuk lansia, senam dan sosialisasi pelayanan kesehatan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesehatan para lansia di wilayah Bandar Siantar.  Dengan demikian tidak ada lansia yang terkantar dan tidak terawat di daerah tersebut.

Menurut Sri Dewi, guna mempermudah mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas, para ibu-ibu hamil dan lansia di Kelurahan Bandar Siantar diharapkan memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Para ibu – ibu hamil diminta segera mengurus BPJS Kesehatan tidak mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk menjalani persalinan. 

Dikatakan, ibu-ibu hamil harus memiliki kartu BPJS Kesehatan agar mudah mendapatkan pelayanan kesehatan. Kalaupun kartu BPJS Kesehatan tidak dipakai tidak apa-apa. Tetapi kartu BPJS Kesehatan perlu mengantisipasi kondisi darurat. 

“Khusus di posyandu, ibu-ibu hamil diwajibkan mepunyai buku pink (Kartu Menuju Sehat/KMS). Jadi ibu-ibu hamil yang belum punya buku pink bisa mendapatkannya di posyandu. Setiap ibu hamil yang telah memiliki kartu BPJS Kesehatan bisa langsung mendapatkan  karti pink,”katanya. 
Senam lansia di Puskesmas Bandar Siantar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumut, Jumat (17/6/2022). (Foto : Matra/FebP).

Perawatan Lansia

Terkait pelayanan kesehatan lansia, Sri Dewi mengatakan, Puksemas Bandar Siantar tahun depan akan mengadakan kegiatan Tahun Lansia 2023. Pada tahun lansia akan diadakan kegiatan rutin untuk lansia. Salah satu kegiatan rutin tersebut, senam dan pemeriksaan kesehatan lansia. 

“Senam dan pelayanan eksehatan tersebut nantinya dilaksanakan bidan desa. Pihak keluarga yang memiliki orang tua lansia diharapkan membawanya ke puskesmas, khusunya lansia yang yang mengalami penyakit hipertensi, stroke dan lansia yang perlu mendapat perawatan.Nanti kami juga mengajarkan cara perawatan lansia,”katanya. 

Menurut Sri Dewi, lansia yang tinggal bersama keluarga perlu mendapat perhatian dan perhaian. Mereka harus dirawat dengan baik dan benar. Hal itu penting karena penyakit lansia bisa disembuhkan. Namun akibat keluarga tidak paham perawatan lansia, penyakitnya bertambah parah. 

“Khusus penanganan penyakit gula dan stroke yang dialami lansia, nanti kami akan memberikan pelatihan kepada anggota keluarga mengenai penanganan penyakit lansia tersebut. Lansia juga perlu terus diberikan kegiatan dan konsultasi kesehatan agar mereka tetap sehat,”katanya.

Sri Dewi mengatakan, selain pelayanan kesehatan ibu-ibu hamil dan lansia, pihaknya juga meningkatkan perhatian pada kesehatan dan gizi anak-anak. Hal itu dilakukan mencegah dan mengurangi kasus stunting (kegagalan pertumbuhan anak akibat kurang gizi). 

“Kami sudah mengikuti rapat penanganan stunting se-Kabupaten Simalungun di, Parapat, Simalungun baru-baru ini. Pertemuan tersebut merekomendasikan agar tidak ada lagi kasus stunting di Kabupaten Simalungun. Untuk itu setiap bayi yang sudah mendapatkan imunisasi harus tetap mengikuti pemeriksaan kesehatan dan penimbangan bayi di posyandu,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bandar Siantar, Devi M Damanik, senam dan sosialisasi pelayanan kesehatan terhadap ibu-ibu hamil dan lansia tersebut sangat membantu ibu-ibu hamil dan para lansia. 

“Melalui kegiatan senam dan sosialisasi pelayanan eksehatan ini, ibu-ibu hamil dan lansia tentunya lebih mengetahui upaya-upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan mereka,”katanya.

Dikatakan, Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny Radiapoh Hasiholan Sinaga baru-baru ini menyampaikan bahwa TP PKK Kabupaten Simalungun kini meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap ibu-ibu hamil dan lansia. Peningkatan lepayanan kesehatan tersebut dapat dilakukan melalui senam, sosialisasi pelayanan kesehatan dan pengurusan BPJS Kesehatan.

"Jadi saya minta Ibu-ibu dan para lansia segera mengurus BPJS Kesehatan. Hal itu penting agar lebih mudah memeriksa kesehatan secara rutin di Puskesmas. Saya juga meminta ibu-ibu hamil bisa hadir setiap ada undangan pemeriksaan kesehatan ibu-ibu hamil di puskesmas,”katanya.

Dikatakan, TP PKK Bandar Siantar akan mengadakan festival tortor (tari) Simalungun “Marharoan Bolon” (Gotong – rotong), Selasa (12/7/2022).  Bersamaan dengan festival tari tersebut, Tim PKK Kabupaten Simalungun juga menilai taman pekarangan keluarga. 

“Taman keluarga di depan pekarang rumah sepanjang jalan, termasuk penanaman bunga kertas juga akan mendapat penilaian TP PKK Kabupaten Simalungun. Jadi penanaman bunga kertas yang kita lakukan bukan hanya untuk memperindah pekarangan, tetapi juga mendapat penilaian,”katanya. (Matra/FebP).

Share this article :

Posting Komentar

Kita Bisa

RAGAM BERITA